Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Selamat hari raya Idulfitri 1442 H! Hari raya Idulfitri atau yang lebih akrab dikenal dengan lebaran menjadi momen sangat ditunggu bagi seluruh umat Islam. Pada hari raya Idulfitri seperti saat ini, ada satu hal yang pasti disiapkan sebagai makanan khas, yaitu ketupat lebaran.

Kamu sudah tahu belum? Bagaimana asal-usul ketupat bisa menjadi makanan khas lebaran? Di balik bentuknya yang unik, ketupat lebaran ternyata memiliki sejarah dan beberapa fakta menarik, lho. Yuk, ketahui lebih jauh mengenai sejarah dan fakta menarik ketupat lebaran, sebelum bersiap menyantapnya bersama opor ayam!

Sejarah Ketupat Lebaran

Ketupat merupakan makanan terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda. Makanan ini pertama kali muncul di Jawa sejak abad ke-15, tepatnya pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Pahamifren pasti sudah tahu dong sejarah mengenai Kerajaan Demak. Kalau belum tahu, langsung berlangganan aplikasi Pahamify. Kamu akan belajar sejarah secara lengkap dengan video berkonsep gamifikasi, yang tentunya bisa menambah wawasanmu.

Jadi, pada masa pemerintahan Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga menjadi orang yang memperkenalkan ketupat pertama kali dalam rangka berdakwah menyebarkan agama Islam. Masyakarat Jawa kala itu sudah punya sistem kepercayaan sendiri yang dikenal sebagai Kejawen sehingga sangat sulit mengajak mereka masuk Islam.

Akhirnya, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya dalam penyebaran agama Islam. Ketupat lebaran adalah salah satu yang dipilih karena dinilai bisa dekat dengan kebudayaan masyarakat Jawa saat itu. Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya, sekaligus filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai-nilai Islam. Berkat ketupat, penyebaran agama Islam pun akhirnya berhasil. Banyak masyarakat Jawa yang akhirnya memeluk agama Islam.

Ketupat sebagai Hidangan Lebaran

Nah, karena asal-usul ketupat berkaitan erat dengan agama Islam, ketupat lambat laun menjadi simbol kebersamaan umat Islam. Hingga akhirnya terus berkembang menjadi makanan khas hari raya Idulfitri. Ketupat sebagai hidangan lebaran berbahan dasar beras dan dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur). Biasanya, ketupat dihidangkan bersama lauk bersantan, seperti lontong sayur, opor ayam, gulai, rendang, semur, dan masih banyak lagi.

Ketupat dipilih sebagai hidangan lebaran karena bisa bertahan lama. Orang-orang akan sibuk bersilaturahmi saat hari raya Idulfitri sehingga menyiapkan hidangan yang bisa tahan lama menjadi pilihan tepat.

Meskipun ketupat pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Jawa oleh Sunan Kalijaga, makanan ini tidak hanya ada di Indonesia, lho. Ketupat juga ada di negara Malaysia, Brunei, Singapura, dan Filipina. Di negara-negara tersebut, ketupat paling banyak ditemui saat perayaan hari raya Idulfitri, sama seperti di Indonesia.

Fakta Unik Ketupat

Makanan khas lebaran ini punya beberapa fakta menarik yang wajib kamu ketahui. Apa saja itu?

Sebagai Simbol Permintaan Maaf

Enggak heran kalau ketupat selalu menjadi makanan wajib saat lebaran karena ketupat merupakan simbol permintaan maaf. Dalam budaya Jawa, ketupat dicampur dengan lauk bersantan disebut kupat santen. Istilah kupat santen berasal dari singkatan kulo lepat nyuwun ngapunten, atau berarti ‘saya salah, mohon maaf’.

Memiliki Banyak Nama

Ternyata, ketupat memiliki beragam nama berbeda di seluruh daerah Indonesia. Orang Jawa dan Sunda menyebut ketupat lebaran dengan “kupat”. Masyarakat Bali menyebut makanan ini “tipat”. Sementara masyarakat Minangkabau menyebutnya “katupek”. Di Madura, ketupat disebut “katopak”. Sedangkan orang Makassar menyebut ketupat dengan “katupa”. Kalau di daerah kamu, apakah ada sebutan lain untuk ketupat?

Dipercaya sebagai Penolak Bala

Ketupat tak hanya digunakan sebagai ikon hari raya Idulfitri, melainkan juga dipercaya sebagai media penolak bala. Di beberapa daerah Jawa, ketupat digantung di daun pintu rumah karena dipercaya bisa menolak hal-hal buruk. Selain itu, bagi masyarakat Barabai, ketupat menjadi makanan para lelaki yang tengah memanjatkan doa saat ritual tolak bala. Ketupat yang dimakan para lelaki tersebut dicampur oleh kuah dan lauk dalam satu wadah.

Tidak Hanya Ada saat Lebaran

Banyak orang beranggapan ketupat hanya ada saat lebaran, makanya disebut ketupat lebaran. Faktanya, ketupat tidak hanya berlekatan dengan hari raya umat Islam saja, lho. Ketupat juga digunakan sebagai sesajen pada hari raya Kuningan, yang dirayakan oleh umat Hindu Dharma di Bali. Masyarakat Ternate juga menggunakan ketupat pada upacara Saro (doa dan berkah) dengan bentuk kerbau, burung, hingga nanas. Masing-masing bentuk ketupat tersebut memiliki maknanya masing-masing.

Punya Makna Unik

Makna ketupat lebaran sendiri begitu unik, Pahamifren. Daun kelapa atau janur dalam bahasa Jawa merupakan akronim dari “Jannah Nur” atau “Cahaya Surga”. Janur pembungkus ketupat juga dianggap akronim dari “Jatining Nur” yang dalam bahasa Jawa berarti “hati nurani”. Maknanya, saat lebaran, kita harus membersihkan hati dari segala macam hal negatif sehingga dapat kembali ke fitri, kembali suci dengan saling memaafkan.

Selain itu, anyaman ketupat yang rumit juga menggambarkan keragaman masyarakat harus dilekatkan dengan tali silaturahmi. Anyaman tersebut kerap dianggap pula sebagai kesalahan manusia. Sebab, kesalahan manusia itu rumit dan saling berhubungan satu sama lainnya seperti anyaman ketupat.

Sementara itu, beras di dalamnya bermakna kesucian hati. Ada pula yang memaknai beras ketupat sebagai nafsu duniawi. Saat ketupat dipotong, itu berarti kita telah melepaskan segala kesalahan, nafsu duniawi, atau dosa selama puasa, serta membuat kita kembali suci dan putih seperti nasi. Wah, dalam juga maknanya ya, Pahamifren!

Itu dia sejarah dan beberapa fakta unik ketupat lebaran yang wajib kamu ketahui. Sudah siap makan ketupat di lebaran 2021 ini? Buat kamu yang ingin belajar seru sambil makan ketupat, jangan lupa download aplikasi Pahamify di sini, ya. Ada banyak video materi pelajaran SMA dan latihan soal yang akan membuat proses belajar kamu lebih menyenangkan saat lebaran.

Jangan lupa kunjungi blog Pahamify untuk mendapatkan info menarik lainnya.

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!
Mipi Ulang Tahun! Kirim Ucapanmu disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll