Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Pahamifren sudah baca artikel Mengenal Sistem Koordinasi Pada Manusia ini kan? Nah, pada Materi Biologi Kelas 11 kali ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi. Jadi, perhatikan artikel ini sampai selesai ya.

Sistem Saraf pada Manusia

Beberapa di antara Pahamifren mungkin sudah tahu kan, jika sistem saraf pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Lalu apa perbedaan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi?

Sistem Saraf Pusat

Apa sih perbedaan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi?

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat ini berfungsi sebagai pusat pengendali utama pada tubuh. Sistem saraf inilah yang mengatur pergerakan tubuhmu, misalnya saat tangan kamu melakukan gerakan refleks ketika menyentuh mangkuk bakso yang panas. Gerakan refleks itu, tanpa kamu sadari merupakan tugas dari sistem saraf pusat lho, Pahamifren.

Otak dan sumsum tulang belakang yang menjadi pengendali tubuh manusia, berada pada sistem saraf pusat. Kenapa sistem saraf pusat bisa mengontrol gerakan tubuh? Hal ini karena sistem saraf pusat mampu mengolah informasi atau rangsangan yang diperoleh dari indera-indera tubuh.

Informasi dan rangsangan tersebut disebarkan ke seluruh tubuh, sehingga tubuh kamu bisa merespon gerakan apa yang harus dilakukan ketika menerima informasi tersebut. Contohnya, saat kamu ingin menyantap semangkuk bakso, otak akan menerima informasi dalam bentuk visual dari mata, bahwa ada semangkuk bakso di depan kamu.

Bersamaan dengan itu, hidung kamu akan menerima rangsangan berupa aroma dari bakso tersebut. Kedua rangsangan itu kemudian dikirim ke otak untuk memberikan sinyal kepada tangan kamu, sehingga tangan kamu bergerak mengambil sendok untuk memasukkan bakso tersebut ke mulut kamu.

Bagian Dari Sistem Saraf Pusat

Nah, itulah sedikit ilustrasi yang menggambarkan fungsi dari sistem saraf pusat. Berikut ini adalah bagian dari sistem saraf pusat, antara lain:

Otak

Otak merupakan organ terpenting dari tubuh manusia yang tersusun oleh jutaan sel saraf. Permukaan otak manusia yang berlipat-lipat, membuat otak manusia mampu menyimpan lebih banyak neuron dibandingkan otak yang permukaannya mulus seperti pada sebagian besar hewan.

Berkat permukaan otak yang berlipat-lipat ini, manusia bisa memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan hewan. Otak manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Berikut penjelasannya:

  • Otak Besar (Serebrum)

Otak besar atau otak bagian depan manusia disusun oleh serebrum. Serebrum merupakan bagian yang paling besar pada otak manusia, sehingga disebut sebagai otak besar. Serebrum atau otak besar ini menjadi bagian otak manusia yang menentukan dasar-dasar kecerdasan manusia.

Serebrum menjadi pusat integrasi yang paling rumit dan menjadi pusat kontrol semua ingatan manusia. Serebum mampu merumuskan semua kegiatan yang kompleks, seperti saat kamu sedang belajar, bermain atau berpikir. Ketika membaca sebuah topik atau materi belajar misalnya, serebum yang menentukan informasi apa saja yang penting dan harus diingat. 

Nggak cuma itu Pahamifren, serebrum juga yang mengatur emosi manusia. Serebrum ini terdiri dari dua belahan, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Kedua hemisfer ini memiliki peranan penting dalam proses belajar kita. Hemisfer kanan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah visual, sementara hemisfer kiri cara kerjanya lebih rasional dan analitis.

  • Talamus dan Hipotalamus

Selain serebrum, di otak depan manusia juga terdapat talamus dan hipotalamus. Talamus merupakan bagian otak yang menjadi penerima informasi sensorik dari organ indra yang diteruskan ke otak besar. Dari otak besar, informasi hasil terjemahannya akan masuk ke talamus dulu sebelum keluar dari otak untuk disampaikan ke organ yang ditargetkan. 

Sementara hipotalamus, adalah bagian otak yang menjadi pusat pengaturan homeostasis atau pengaturan lingkungan dalam tubuh kita. Hipotalamus lah yang dapat mengatur suhu tubuh kamu agar tetap stabil. 

Saat kamu merasa kepanasan ketika berjalan kaki di siang hari, sensor-sensor yang ada di seluruh kulit tubuh kamu akan memberi sinyal listrik yang berisi informasi kalau tubuh kamu sedang kepanasan kepada hipotalamus. 

Informasi tersebut akan diterjemahkan oleh hipotalamus untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dengan cara melepaskan enzim bradikinin ke kulit. Dari kulit, enzim bradikinin ini akan membuat pembuluh darah dan kelenjar keringat melebar, lalu mengeluarkan keringat dari tubuh. Saat keringat ini keluar, suhu tubuh kamu akan kembali turun karena panas di tubuh kamu menguap oleh keringat.

  • Mesensefalon (Otak Bagian Tengah)

Selanjutnya kita bahas otak bagian tengah. Otak tengah yang biasa disebut mesensefalon ini posisinya sejajar dan lebih dekat dengan mata dan telinga. Karena lebih dekat kedua organ indra tersebut, tugas mesensefalon ini berkaitan dengan pendengaran dan penglihatan kita. 

Mesensefalon mampu menerjemahkan informasi suara dari kedua telinga kamu. Sekalipun yang menjadi pusat penglihatan di otak adalah bagian otak besar, tetapi mesensefalon ini juga memiliki andil dalam gerak refleks mata. Misalnya, saat ada debu yang mengganggu atau ada cahaya yang menyilaukan mata kamu. Mesensefalon inilah yang secara tidak kamu sadari bertugas untuk menutup mata kamu.

  • Serebelum (Otak Kecil)

Di bagian otak belakang, ada serebelum yang disebut juga sebagai otak kecil. Serebelum merupakan pusat keseimbangan tubuh manusia yang dapat memantau kedudukan posisi tubuh manusia. 

Serebelum membantu koordinasi, ketepatan, dan keakuratan waktu gerakan tubuh manusia. Misalnya, saat ada bola yang melayang ke arah kamu, serebelum ini akan berkoordinasi dengan korteks motorik yang ada di otak bagian depan untuk menentukan kapan kamu akan menangkap bola tersebut agar tidak meleset.

Di bagian otak belakang ini juga ada yang namanya pons varoli atau jembatan varol. Pons varoli ini bertugas untuk menghubungkan atau menghantarkan impuls bolak-balik dari otak bagian kanan dan kiri. 

Pons varoli juga menghubungkan bagian dalam otak besar dan otak kecil hingga sumsum tulang belakang. Pons varoli juga memiliki tugas sebagai pengatur frekuensi dan kekuatan bernapas manusia.

Ternyata tugas otak manusia sangat rumit ya, Pahamifren. Karena otak menjadi pusat kontrol di seluruh tubuh manusia, otak membutuhkan kalori yang cukup banyak. Dengan beragam tugas yang rumit itu, maka tak heran jika otak menjadi organ manusia yang paling banyak membutuhkan energi. 

Otak manusia menggunakan 25% kalori setiap harinya. Makanya, biar otak kamu bekerja secara maksimal, kamu harus menjaga asupan kalori dan gizi dari makanan yang kamu konsumsi ya, Pahamifren.

Sumsum Tulang Belakang

Selain otak, sistem saraf pusat terdiri atas sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang ini terhubung dengan otak. Bagian pangkalnya disebut sumsum lanjutan atau medula oblongata, dan bagian yang memanjang dalam rongga tulang belakang disebut sebagai medula spinalis. 

Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah. Medula oblongata juga menjadi pusat kendali pernapasan utama pada tubuh manusia. Sementara medula spinalis berfungsi untuk menghubungkan rangsangan dari dan menuju otak.

Sumsum tulang belakang manusia juga berfungsi untuk mengatur gerakan refleks alias gerakan yang terjadi tanpa disadari. Gerakan refleks ini terjadi sebagai respon tubuh manusia terhadap adanya ancaman atau hal yang berbahaya. 

Misalnya, seperti yang dijelaskan di paragraf awal tadi, saat tangan kamu menyentuh mangkuk bakso yang panas, tangan kamu akan melakukan gerak refleks untuk melepaskan mangkuk bakso tersebut. 

Atau saat kamu tidak sengaja menghirup bubuk merica yang kamu tabur di atas kuah bakso, tanpa sadar kamu otomatis bersin kan? Untuk melakukan gerakan refleks tersebut, tubuh manusia membutuhkan jalur penyampaian informasi yang lebih pendek. Nah, medula spinalis inilah bagian saraf pusat yang sangat cocok dengan tugas tersebut.

Sistem Saraf Tepi

Nah, itulah penjelasan mengenai sistem saraf tepi yang harus kamu ketahui, Pahamifren. Bagaimana? Sampai di sini sudah paham kan? Jika sudah, lantas apa sih perbedaan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi?

Berbeda dengan sistem saraf pusat, sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh manusia. Fungsi sistem saraf tepi ini memungkinkan sistem saraf pusat untuk berkomunikasi dengan bagian-bagian tubuh kamu. Sistem saraf tepi bekerja secara dua arah melalui saraf sensorik dan saraf motorik, berikut penjelasannya:

Sistem Saraf Sensorik

Sistem saraf sensorik atau aferen adalah saraf yang menerima rangsangan dari lingkungan sekitar, yang bertugas untuk meneruskan informasi rangsangan yang didapatkan kepada otak. Informasi atau rangsangan tersebut berupa visual, rasa, atau aroma. Inilah mengapa saraf sensorik banyak ditemukan di indera penciuman dan indera perasa, seperti hidung dan lidah. 

Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi memiliki peran penting dalam mengatur gerak dan reaksi tubuh manusia.

Saraf Motorik

Saraf motorik atau eferen adalah saraf yang menerima perintah dari otak dan sumsum tulang belakang, serta mengantarkan perintah tersebut ke organ tubuh manusia lainnya. Saraf motorik ini dibedakan lagi menjadi saraf somatik dan saraf otonom. 

Saraf Somatik

Saraf somatik bekerja secara sadar, seperti ketika kamu menggerakkan tangan untuk menyendok makanan, atau mengambil tisu untuk mengelap keringat. Makanya, saraf somatik ini biasanya ditemukan di otot rangka, jadi bisa memerintah otot-otot tersebut untuk berkontraksi dan kamu pun bisa bergerak sesuai keinginan kamu.

Saraf Otonom

Sebaliknya, saraf otonom bekerja secara tidak sadar. Saraf inilah yang mengontrol kontraksi paru-paru kamu agar tetap bernapas setiap saat. Saraf otonom juga betugas mengontrol sistem pencernaan kamu agar dapat mengolah makanan yang masuk. Maka dari itu, saraf otonom ini banyak ditemukan pada otot polos, seperti pada organ pencernaan, otot jantung, dan kelenjar.

Karena memiliki fungsi yang berlawanan pada organ yang sama, saraf otonom ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu:

  • Saraf Simpatis

Saraf simpatis adalah saraf yang mengendalikan respon tubuh kita pada saat kita berada dalam keadaan bahaya atau yang biasa disebut keadaan “fight or flight”. Misalnya, saat ada anjing yang mendadak muncul di dekat kamu, maka saraf simpatis akan mendorong kamu untuk bereaksi, entah bersiaga untuk melawan anjing tersebut (fight) atau lari menjauh dari anjing tersebut (flight). 

  • Saraf Parasimpatis

Sementara saraf parasimpatis adalah saraf yang berfungsi untuk mengendalikan organ-organ tubuh manusia saat dalam fase “istirahat”. Karena fungsi saraf simpatis dan parasimpatis ini berbeda, lokasi pangkal sarafnya juga berbeda. Saraf simpatis berpangkal di sumsum tulang belakang atau medula spinalis, di daerah dada sampai pinggang. Sementara saraf parasimpatis berpangkal di medula oblongata, yang lebih dekat dengan otak.

Itulah ulasan materi biologi kelas 11 mengenai sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Bagi kamu yang ingin mendapatkan akses belajar online yang seru dan menyenangkan, kamu bisa mengunduh platform belajar online Pahamify.

Ada berbagai video belajar menarik dengan konsep yang mudah dipahami dan nggak membosankan, yang bisa kamu dapatkan. Tunggu apalagi, bergabung menjadi Pahamifren dan download aplikasi Pahamify sekarang!

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!
Mipi Ulang Tahun! Kirim Ucapanmu disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll