Ikuti Try Out Online UTBK Pada 12 - 15 Oktober 2020

Di masa pandemi ini, banyak hal yang malah membuat stress ya kawan? Dari aturan wajib memakai masker hingga sekolah yang masih belum bisa aktif mengadakan belajar-mengajar. Semua hal baru yang tidak biasa kita lakukan selama ini tentu bisa membuat kita jenuh bahkan stress.

Nah biar gak stress, kamu bisa melakukan banyak hal. Biasanya menjalani hobi yang mungkin selama ini tidak dapat kamu lakukan. Bagi yang suka dengan tanaman, bercocok tanam adalah salah satu kegiatan positif yang bisa kamu lakukan, loh, di masa pandemi ini.

Ada beberapa jenis tanaman yang bisa kamu pilih jika hendak bercocok tanam, ada tanaman hias, tanaman obat, tanaman sayur dan tanaman buah. Umumnya tanaman ditanam dengan menggunakan media tanah, sekam serta pupuk padat yang dicampur menjadi satu, namun ada juga teknik bercocok tanam yang menggunakan media air saja yaitu sistem bercocok tanam secara hidroponik.

Hidroponik berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Jadi hidroponik dapat diartikan sebagai budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.

Kok bisa sih tanaman hidup tanpa tanah atau media padat?

Pada dasarnya, tanah itu memiliki dua fungsi yaitu penyedia nutrisi dan penyangga agar tanaman itu bisa berdiri tegak. Tanaman itu sendiri tetap butuh air yang kamu siramkan setiap pagi dan sore. Nah, air itu berfungsi untuk melarutkan nutrisi yang ada di dalam media padat (sekam, tanah dan pupuk). Jadi sebenarnya yang paling utama adalah nutrisi itu sendiri. Hidroponik menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk si tanaman itu. Tanaman tetap bisa berdiri tegak dengan media penyangga. Umumnya media penyangga yang digunakan adalah Rockwool.

Tanaman apa yang cocok untuk hidroponik?

Yang pasti bukan tanaman hias, ya. Hidroponik cocok untuk produksi sayuran. Tanaman yang biasa ditanam menggunakan teknik ini adalah tanaman sayur, misalnya selada, kangkung, bayam, tomat, cabai dan lain sebagainya.

Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat hidroponik.

1. Instalasi

Biasanya terbuat dari paralon yang dilubangi untuk menaruh netpot. Gunanya adalah untuk mengalirkan air yang membawa nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Kalau di luar ruangan harus diberi atap yang bening agar cairan nutrisi tidak bercampur dengan air hujan, namun cahaya matahari tetap dapat masuk, ya. Biayanya bisa sekitar 500 ribu – 1 juta rupiah bergantung ukurannya.  

2. Net pot

Pot yang terdapat banyak lubang yang berguna sebagai penyangga tanaman. Lubang yang cukup banyak berguna untuk air agar mudah dijangkau tanaman. Harga per buah sekitar 400-1000 rupiah per pot. Tapi kamu juga bisa pakai gelas air mineral bekas yang dilubangi kok. Pada netpot kita bisa tambahkan kain flanel untuk membantu penyerapan nutrisi bergantung jarak antara air dengan netpotnya.

3. Rockwoll

Secara kasat mata, rockwool terlihat mirip seperti busa kursi atau jok motor. Selain rockwool, kamu juga bisa menggunakan arang sekam/sekam bakar, spons, sabut kelapa, pasir, kerikil, serbuk kayu/serbuk gergaji. Harga sekitar 25-60 ribu.

4. Ember/bak

Tempat menyimpan pupuk cair/nutrisi yang nantinya akan dialirkan ke seluruh tanaman kamu. Harganya bergantung sama ukurannya. Kisaran 30-100 ribu. Kalau mau irit biaya, kamu bisa pakai sistem apung atau sistem sumbu. Tidak perlu menggunakan instalasi paralon, cukup lubangi tutup embermu, lalu taruh netpot di lubang tersebut.

5. Cairan nutrisi/pupuk cair

Ada beberapa pupuk cair yang bisa dipakai, tapi yang paling umum dan mudah dicari adalah pupuk cair AB Mix. Bentuknya seperti garam dapur yang harus dilarutkan terlebih dahulu. Harganya sekitar 20-30 ribu.

6. Pompa akuarium

Kalau pakai sistem apung atau sumbu, kamu gak perlu beli ini karena sistem apung tidak memerlukan air yang mengalir. Kalau mau beli pompa, kamu harus menyesuaikan instalasi yang kamu pakai. Jika ukuran instalasinya kecil, pompanya juga kecil aja. Kisaran harga 60-200 ribu. 

Bahan dan peralatan untuk hidroponik sangat mudah untuk dicari. Kamu bisa beli online atau beli di toko tanaman kecuali instalasi dan pompa akuariumnya. Untuk instalasi kamu bisa belanja bahannya di toko bahan bangunan/material dan untuk pompa akuarium kamu bisa beli di toko ikan hias.

Keuntungan teknik menanam secara hidroponik adalah tidak membutuhkan ruangan yang luas. Kamu bisa memanfaatkan teras atau beranda rumahmu.

Kamu juga gak perlu repot beli media tanam dalam bentuk karung yang memakan tempat dalam penyimpanannya dan yang paling seru, kamu juga tidak perlu repot menyiram tanamannya! Kalau yang sistem sumbu atau apung, selama kadar nutrisinya masih baik, kamu bisa gunakan sampai tanamanmu siap dipanen. Kalau yang menggunakan pompa, kamu cukup nyalakan pompa pada pagi hari dan matikan saat sudah sore. Tanaman hidroponik dengan nutrisi yang baik, relatif tumbuh lebih cepat. Suasana di sekitar tanaman pun akan terlihat lebih bersih dan steril. Hidroponik juga bebas dari gulma yang kadang menghambat pertumbuhan tanaman kamu. Yang terpenting, kamu bisa mengonsumsi tanaman segar hasil jerih payah kamu sendiri.

Gimana? Kamu bisa mencoba budidaya hidroponik ini sebagai aktivitas sampingan supaya kamu gak stress selama di rumah aja. Namun, perlu diingat bahwa prioritas utamamu sebagai pelajar adalah belajar. Kamu harus tetap semangat belajar demi impianmu menuju kampus impian.

Nah, Pahamify sebagai #TemanPersiapanKuliah kamu akan terus setia mendampingi proses belajar kamu dengan menghadirkan konten belajar terbaik yang bisa kamu akses dengan harga yang sangat terjangkau. Apa lagi, kita masih punya promo diskon sebesar 80% untuk paket belajar selama 3 dan 6 bulan. Kamu bisa mengakses ribuan video pembelajaran SMA IPA dan IPS, rangkuman materi, kumpulan soal dan pembahasan, tips belajar dan masih banyak lagi. Jadi, yuk download aplikasinya

Penulis: Mochammad Fauzan Sukma Dicjaya


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog