Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Soal-soal dari UTBK tahun 2019 keliatannya menantang banget ya? Kayaknya soal-soal yang cuma nanya definisi sebuah teori tuh, udah bisa dihitung jari gitu, bahkan mungkin udah gak ada. Sekarang tipe-tipe soalnya lebih membuat para peserta mikir lebih keras supaya tahu jawaban yang diinginkan soal tersebut. Yup! Soal yang dimaksud adalah soal HOTS.

Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau Keterampilan Berpikir Tataran Tinggi sudah dipakai di berbagai ujian sekolah yang ada di tanah air. Mulai dari UNBK hingga UTBK, soal tipe ini kerap dimasukan dan menjadi tantangan baru bagi para siswa. Banyak siswa yang mengakui bahwa soal HOTS mempengaruhi pencapaian nilai di beberapa ujian.

HOTS sendiri adalah konsep pendidikan yang didasari oleh Taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom adalah klasifikasi berbagai tujuan dan keterampilan yang diterapkan pendidik untuk siswa mereka. Konsep ini diusulkan oleh Benjamin Bloom pada 1956. Kini konsep ini diperbarui dengan memasukan 6 tingkat pembelajaran yang baru. Keenam tingkat ini dapat digunakan untuk menyusun tujuan, pelajaran, dan penilaian pembelajaran oleh pengajar untuk peserta didik.

Dilansir Tirto.id, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Nizam, menjelaskan bahwa HOTS merupakan konsep kecakapan berpikir yang dikembangkan berdasar model Taksonomi Bloom. Melihat perkembangan zaman yang kompleks, siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan masalah yang kompleks, mampu berpikir kritis dan rasional.

Nah, makanya jangan heran kalau kamu nemu soal HOTS di UNBK dan UTBK. Konsep ini hadir untuk melengkapi konsep lama yang hanya mengedepankan menghafal, memahami dan menerapkan atau kalau di dalam Taksonomi Bloom masuk kategori Lower Order Thinking Skill (LOTS). Daripada penasaran, cari tahu yuk soal HOTS itu kaya gimana sih?

Di bawah ini ada contoh soal HOTS Bahasa Inggris sekaligus pembahasannya!

Soal

In fact, there is now a burgeoning brain-training industry that already claims to have achieved this goal. However, many commercial claims are unsubstantiated and dismissed by the scientific community. It seems prudent for us to slow down and approach this opportunity with scientific rigor and conservative optimism. Enhancing brain function should not be viewed as a clever, profitable start-up idea that can be conquered with a large marketing budget. If the field continues to be led by overinflated claims, we will jeopardize the careful and iterative process of evidence-based innovations in brain training and thereby risk throwing out the baby with the bathwater.

The author’s attitude towards commercializing the brain-training industry can best be described as…

a. Complacent
b. Skeptical
c. Reluctant
d. Covetous
e. Esurient

Pembahasan

1. Soal ini menanyakan tentang sikap penulis yang tersirat sepanjang teks. Tipe soal ini adalah Attitude Expressed

2. Perasaan penulis sudah dicerminkan pada bagian akhir Paragraf 3.

If the field continues to be led by over inflated claims, we will jeopardize the careful and iterative process of evidence-based innovations in brain training.

Dari potongan kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa penulis tidak setuju dengan mempersiapkan ranah pelatihan otak untuk dunia komersil.

3. Kata yang mencerminkan ketidaksetujuan penulis adalah reluctant

4. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C

Mau tau gimana lagi soal HOTS yang ada di Pahamify? Mending kamu ikutan Tryout Online UTBK sekalian persiapin diri untuk ujian yang sesungguhnya! Klik banner di bawah untuk ikutan! Jangan lupa download Pahamify juga biar kamu bisa nikmatin berbagai fitur menarik untuk bantu persiapin diri kamu menghadapi UTBK 2020.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog