Paket Belajar Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Pahamifren, apa yang biasanya kamu tunggu saat lebaran? Pasti jawabannya menanti angpau atau THR. Tapi, tahukah kamu? Bagi-bagi angpau atau THR merupakan salah satu tradisi lebaran di Indonesia yang sangat khas, lho. Selain THR, ada juga beberapa tradisi hari raya Idulfitri yang melekat dengan masyarakat Indonesia dan masih tetap eksis hingga saat ini. Mau tahu apa saja tradisi tersebut? Lihat yuk!

Tradisi Lebaran yang Melekat di Indonesia

Tradisi yang berkembang di Indonesia itu banyak banget, Pahamifren. Dalam menyambut bulan puasa atau lebaran, setiap daerah di Indonesia punya tradisi sendiri untuk merayakannya. Namun, ada 7 tradisi lebaran yang hampir dilakukan seluruh masyarakat Indonesia, antara lain:

Mudik

Berbicara tentang lebaran, pasti tidak jauh-jauh dari kata “mudik”. Mudik adalah kegiatan pulang ke kampung halaman yang dilakukan agar dapat berkumpul dan merayakan hari raya Idulfitri bersama keluarga. Banyaknya perantau, baik dari luar kota maupun luar pulau membuat tradisi mudik menjadi agenda wajib masyarakat Indonesia, terutama bagi umat Islam.

Sayangnya, tradisi mudik ini mesti terhambat karena pandemi COVID-19. Demi mencegah penyebaran COVID-19, pemerintah menetapkan larangan mudik lebaran pada tahun 2021. Mudah-mudahan, pada tahun-tahun selanjutnya, tradisi mudik bisa kembali berjalan lancar, ya. Meski tidak mudik, tenang saja, kamu masih bisa berkumpul bersama keluarga secara daring, Pahamifren.

Tunjangan Hari Raya (THR)

Tradisi ini paling dinanti oleh semua kalangan usia, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak. Biasanya nominal angpau atau THR yang diberikan menyesuaikan usia penerima. Contohnya, anak berusia 17 tahun akan mendapatkan nominal yang lebih besar dibandingkan anak berusia 5 tahun. Angpau atau THR juga biasa diberikan oleh orang yang berpenghasilan kepada yang belum.

Tak hanya sekadar berbagi uang, THR menjadi cara masyarakat merayakan hari raya Idulfitri. Makna tradisi lebaran ini sebenarnya merupakan wujud syukur kepada Allah karena masih diberi rezeki lebih sehingga bisa berbagi kepada sesama muslim.

Halalbihalal dan Sungkeman

Seperti yang kamu tahu, saling memaafkan merupakan ciri khas hari raya Idulfitri. Nah, halalbihalal dan sungkeman inilah tradisi lebaran di Indonesia yang dilakukan untuk saling meminta maaf kepada sesama.

Acara halalbihalal biasanya dilakukan dengan mengunjungi keluarga atau kerabat untuk bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Selama pandemi COVID-19, ada baiknya halalbihalal dilakukan secara daring sesuai anjuran pemerintah, ya. Kamu bisa melakukannya melalui media sosial, Zoom, Google Meet, dan sebagainya.

Selain halalbihalal, ada juga tradisi sungkeman, di mana anggota keluarga yang berusia lebih muda duduk berjongkok di hadapan orang yang lebih tua atau dituakan. Mereka akan berbaris dan memohon maaf dengan cara mencium tangan anggota keluarga yang lebih tua atau dituakan tersebut. Apakah keluargamu juga menerapkan tradisi ini, Pahamifren?

Takbir Keliling

Malam lebaran selalu ditandai dengan kumandang takbir guna merayakan kemenangan setelah sebulan penuh puasa. Menariknya, masyarakat Islam di berbagai daerah Indonesia masih melestarikan tradisi takbir keliling saat lebaran, lho. Takbir keliling ini biasanya dilakukan berkelompok, bisa satu RT, RW, atau bahkan desa. Bersamaan dengan tabuhan bedug, takbir keliling dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan, seperti mobil pick-up.

Baju Baru

Sebenarnya, pada hari raya Idulfitri kamu tidak harus menggunakan baju baru. Cukup gunakan baju terbaik yang kamu miliki, serta berpenampilan bersih dan rapi. Hanya saja, tradisi ini berkembang di masyarakat Indonesia, hingga akhirnya lebaran selalu identik dengan baju baru. Enggak heran, menjelang beberapa hari lebaran, kamu bisa melihat pusat-pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung. Toko-toko baju, baik secara online atau offline pun menawarkan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli.

Ziarah

Tradisi lebaran di Indonesia yang masih melekat hingga saat ini salah satunya yaitu ziarah kubur. Kegiatan Idulfitri ini bertujuan mendoakan orang tua atau sanak saudara yang telah meninggal. Meski mendoakan orang yang meninggal bisa dilakukan kapan saja di rumah, namun mendatangi langsung ke tempat peristirahatan terakhir sudah seperti agenda wajib saat lebaran.

Ketupat Lebaran

Perayaan hari raya Idulfitri belum lengkap rasanya tanpa menyantap ketupat lebaran. Yup, ketupat menjadi hidangan khas yang wajib ada saat lebaran di Indonesia. Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda. Hidangan ini bisa kamu santap dengan opor ayam, rendang, gulai, lontong sayur, atau makanan khas lebaran berkuah santan lainnya. Wah, sudah enggak sabar mencicipinya saat lebaran nanti ya, Pahamifren!

Itulah beberapa tradisi lebaran di Indonesia yang masih eksis dan melekat dengan masyarakat. Kalau di daerahmu, adakah tradisi lainnya untuk merayakan hari raya Idulfitri? Apa pun perayaannya, semoga hari raya Idulfitri tahun 2021 ini membawa berkah dan membuat kita kembali suci, ya.

Nah, kalau kamu mau tahu informasi menarik lainnya, langsung kunjungi blog Pahamify. Bagi kamu yang ingin belajar seru dan kekinian setelah lebaran, kamu bisa mengunduh aplikasi belajar online Pahamify di sini.

Ada video materi menggunakan animasi, latihan soal, rangkuman, try out online SIMAK atau PAS, serta berbagai fitur keren lainnya yang bisa kamu coba agar proses belajar lebih efektif. Buruan gunakan aplikasi Pahamify dan berlangganan paketnya sekarang! Dapatkan penawaran menarik di link https://pahamify.com/promo/.

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll