Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Pahamifren pernah ngunyah nasi dalam waktu yang cukup lama, gak, nih? Kalau kamu pernah melakukannya, pasti lama-kelamaan nasi yang kamu kunyah tersebut terasa manis, kan? Kamu tau gak nih alasan kenapa nasi tersebut bisa terasa manis? Ini terjadi karena nasi merupakan amilum alias karbohidrat kompleks yang menjadi produk fotosintesis tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa. Nah, saat nasi mulai kita kunyah di dalam mulut kita, ada fungsi enzim amilase dari liur kita yang memecah amilum dalam nasi jadi maltosa, golongan karbohidrat yang lebih sederhana. Cara kerja enzim maltosa inilah yang memiliki rasa manis saat kita mengunyah amilum seperti nasi.

Inilah yang membedakan nasi dengan gula. Saat kita makan gula, rasa manis gula langsung terasa saat gula tersebut masuk ke mulut kita. Rasa manis tersebut bisa langsung terasa karena gula sudah tersusun dari senyawa karbohidrat yang sederhana. Sementara nasi yang merupakan karbohidrat kompleks, membutuhkan bantuan enzim amilase untuk menciptakan rasa manis. Eh, tapi enzim itu apa sih? Apa fungsi enzim yang kamu ketahui? Biar kamu paham apa itu enzim dan bagaimana cara kerjanya, langsung kita bahas aja, yuk!

Mengenal Fungsi Enzim dan Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja Enzim

Sebagian dari kamu mungkin pernah diminta untuk jelaskan cara kerja enzim, struktur enzim dan faktor yang mempengaruhi kerja enzim kan? Nah, biar nggak bingung, sebaiknya perhatikan pembahasan tentang enzim berikut ini:

Hubungan Enzim, Substrat, dan Produk

Enzim adalah senyawa protein yang diproduksi oleh sel-sel makhluk hidup. Makanya manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki protein bernama enzim ini di dalam tubuhnya. Secara umum, fungsi enzim ini adalah untuk membantu dan mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh, yang dalam ilmu biologi disebut sebagai biokatalisator. Proses metabolisme dalam tubuh kita itu ada dua jenis, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah proses metabolisme yang memecah zat yang kompleks menjadi sederhana, sementara anabolisme adalah proses metabolisme yang membentuk zat kompleks dari yang sederhana.

Nah, cara kerja enzim di dalam tubuh kita memiliki peran dalam kedua proses metabolisme tersebut. Ketika enzim beraksi, zat awal sebelum terjadinya reaksi disebut substrat dan zat yang dihasilkan disebut produk. Misalnya pada proses kita makan nasi tadi. Zat amilum dalam nasi adalah substrat, sementara maltosa adalah produknya.

Tata Nama Enzim

Sifat enzim itu ada banyak, tidak cuma amilase yang memecah amilum saja, ya, Pahamifren. Ada begitu banyak enzim di dalam tubuh kita. Fungsi setiap enzim tersebut juga berbeda-beda. Contohnya, selain enzim amilase yang udah disebutin di awal tadi, ada juga enzim lipase yang fungsinya untuk memecah lemak dan protease yang memecah protein.

Agar mudah diingat, setiap nama enzim disesuaikan dengan substratnya dan diberi akhiran –ase. Jadi, kalau substratnya adalah amilum, maka enzimnya disebut amilase. Kalau substratnya lemak atau lipid, maka enzimnya disebut lipase. Kalau protein, jadi protease, sementara kalau fruktosa, jadi fruktosa. Nah, kalau substratnya selulosa, kamu bisa nebak nama enzimnya apa, kan? Yup! Selulase. Mudah, kan, menghapalnya?

Klasifikasi Enzim

Sama seperti kita yang memiliki tempat tinggal, enzim-enzim di dalam tubuh kita juga memiliki tempat tinggal dalam tubuh kita. Tempat tinggal enzim-enzim ini disesuaikan dengan fungsi enzimnya masing-masing. Ada enzim intraseluler dan ada enzim ekstraseluler.

Enzim intraseluler adalah enzim yang tempat tinggalnya ada di dalam sel makhluk hidup. Contohnya adalah katalase. Enzim katalase ini dapat menguraikan racun seperti hidrogen peroksida (H2O2) menjadi molekul air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya bagi tubuh kita. Karena fungsinya inilah, enzim katalase sebagian besar dapat kita temukan di sel-sel hati, jantung, ginjal, sumsum tulang, dan darah.

Nah, kalau enzim ekstraseluler adalah enzim yang tempat tinggalnya di luar sel. Enzim ekstraseluler ini biasanya dihasilkan oleh kelenjar tubuh kita. Contohnya seperti enzim amilase yang diproduksi kelenjar ludah yang ada di rongga mulut kita. Jadi, enzim amilase ini bekerja di luar sel tubuh atau ekstraseluler.

Komponen dan Struktur Enzim

Kamu tahu gak bagaimana enzim dapat mempercepat reaksi metabolisme yang ada di dalam tubuh makhluk hidup? Untuk dapat melakukan proses metabolisme, tubuh membutuhkan banyak energi. Dengan adanya enzim, kebutuhan energi dapat diturunkan karena enzim dapat mempercepat terjadinya reaksi metabolisme. 

Sebelum kita mengetahui bagaimana cara enzim bekerja, kita harus tahu dulu bagian-bagian dari enzim. Kalau dari bentuknya, enzim memiliki dua sisi. Ada sisi aktif, tempat substrat terikat, dan ada sisi non aktif atau alosterik. Lalu enzim tersusun dari dua komponen yang berbeda. Ada apoenzim yang terbuat dari protein dan ada gugus prostetik yang terbuat dari materi nonprotein.

Apoenzim adalah komponen utama dari enzim yang akan bereaksi sama substratnya. Sebenarnya dengan apoenzim saja enzim bisa bekerja, tapi reaksinya akan lambat banget alias lama. Makanya enzim harus dilengkapi dengan komponen yang kedua alias gugus prostetik. Gugus prostetik ini dapat terbuat dari dua jenis ion, yaitu ion organik dan ion anorganik.

Kalau gugus prostetiknya berupa ion organik, gugus prostetiknya disebut koenzim. Contohnya ada vitamin B1, vitamin B2, vitamin H, NAD, dan FAD. Makanya vitamin itu penting untuk tubuh kita, ya, Pahamifren. Karena beberapa vitamin yang kita konsumsi membantu enzim untuk bekerja. Nah, koenzim ini fungsinya untuk memindahkan gugus kimia, atom, maupun elektron dari satu molekul ke molekul lainnya, agar proses metabolisme jadi lebih lancar.

Tapi kalau gugus prostetiknya berupa ion anorganik, maka gugus prostetiknya disebut kofaktor. Beberapa kofaktor yang ada di enzim adalah kalsium (Ca), klor (Cl), natrium (Na), dan Kalium (K). Nah, kofaktor biasanya berpasangan dengan apoenzim untuk membentuk struktur baru yang disebut holoenzim. Ketika holoenzim ini terbentuk, dia jadi naik satu level, jadi enzim bisa bekerja secara maksimal.

Cara Kerja Enzim

Saat ada substrat yang mau dipecah, seperti amilum, agar terjadi reaksi, enzim dan substrat harus saling melengkapi, seperti gembok dan kunci. Kita ibaratkan gembok ini adalah enzim dan kunci ini adalah substrat. Jadi, kalau mau keduanya bekerja, gembok dan kuncinya harus berpasangan. Sementara kalau kuncinya salah, ya, gemboknya gak bakalan kebuka, kan?

Begitu pula dengan enzim dan substrat. Bentuk-bentuk substrat harus pas dengan bagian sisi aktif enzim. Kalau enzimnya tidak pas dengan substratnya, misalnya enzim amilase kita gunakan substratnya protein, maka keduanya tidak akan cocok. Kalau substratnya tidak pas, mereka tidak bisa saling melengkapi karena tidak akan terjadi reaksi di antara keduanya. Tapi kalau substratnya pas, misalnya amilum bertemu dengan amilase, maka enzimnya akan bekerja.

Agar enzim amilase dapat memecah amilum jadi maltosa, enzim membutuhkan kofaktor ion klorida (Cl). Ion ini seperti tombol power di enzimnya. Kalau ionnya sudah menempel, maka enzim amilasenya akan langsung nyala, langsung bekerja, atau bahasa kerennya teraktivasi. Kalau sudah teraktivasi, enzim amilase dapat membantu memecah amilum jadi maltosa.

Nah, suatu enzim pasti punya pasangan substratnya. Tapi substrat datangnya bisa bermacam-macam bentuknya. Amilum yang satu berbeda bentuknya dengan yang lain, ada dalam bentuk amilopektin dan ada juga dalam bentuk amilosa. Kalau bentuk substratnya yang datang belum sesuai sama enzimnya, sisi aktif enzimnya bisa berubah agar cocok dengan substratnya, alias fleksibel. 

Tapi tetep, ya, sekalipun sisi aktif enzim bisa berubah, enzim dan substratnya harus cocok, agar bisa bekerja. Seperti amilase dan amilum tadi. Mau seperti apa pun bentuk amilum, kalau bertemu dengan enzim amilase, ya, mereka bakalan cocok satu sama lain.

Sifat Enzim

Enzim harus punya pasangan dengan substrat yang cocok dengannya karena enzim memiliki sifat spesifik. Artinya walaupun ada banyak substrat, enzim akan memilih substrat yang cocok dengannya, alias udah pasang-pasangan. Selain sifat spesifik, enzim juga memiliki beberapa sifat lainnya. Sifat kedua adalah enzim bisa bekerja bolak-balik. Selain mengubah substrat jadi produk, enzim juga bisa membalikkan produk jadi substrat lagi, sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Terus selama enzim tersebut tidak rusak, enzim bisa digunakan berulang-ulang. Jadi sebenernya tubuh hanya membutuhkan enzim dalam jumlah yang sedikit saja. Nah, lancar atau tidaknya kerja enzim bergantung pada beberapa faktor, seperti suhu, pH, inhibitor, dan aktivator.

Nah, sekarang kamu udah paham apa itu enzim dan bagaimana cara enzim bekerja, kan, Pahamifren? Kalau kamu masih pengen ngedalemin materi pelajaran tentang enzim dan cara bekerjanya ini lebih jauh, kamu bisa mempelajarinya di aplikasi Pahamify. Dengan berlangganan paket belajar Pahamify, kamu bakalan bisa mengakses berbagai fitur, seperti video pembelajaran, rangkuman, flash card, quiz, kisi-kisi materi ulangan, video tips belajar, hingga info kampus. Jadi tunggu apalagi? #TeruskanSemangatBelajarmu di rumah aja bersama Pahamify! Buruan unduh aplikasinya sekarang juga!

Penulis: Salman Hakim Darwadi


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog