Strategi Belajar Efektif Saat Jatuh Cinta

Strategi belajar efektif sangat bisa dilakukan saat kamu sedang jatuh cinta

STRATEGI BELAJAR EFEKTIF SAAT JATUH CINTA

Poppi Rianty Kemala (2019)

Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirimu saat sedang menyukai seseorang atau jatuh cinta? Sering sekali, kalau kita bercerita mengenai apa yang sedang terjadi pada diri kita pada orang sekitar, beberapa dari mereka akan mengatakan kita berlebihan bahkan diikuti kata-kata “ah lebay!”. Tidak jarang juga kita heran atas beberapa perubahan yang baik sadar maupun tidak terjadi pada diri kita, beberapa perubahan ini tentunya tidak sama akan satu orang dan lainnya. Ada yang merasa lebih bersemangat dan bahagia, ada yang merasa kupu-kupu berterbangan di perutnya, ada yang merasa cemas dan berkeringat terus menerus dan sebagainya! Tetapi, yang jelas pada saat kita jatuh cinta, terjadi perubahan dan reaksi tubuh yang berbeda! Beberapa hal tersebut adalah 

Strategi belajar efektif saat kamu sedang jatuh cinta

Kamu merasa lebih bahagia dan senang. 

Masa sih? Seorang professor Harvard Medical School (HMS) yang bernama Jacqueline Olds melakukan penelitian yang menyatakan bahwa ketika kita jatuh cinta, terjadi reaksi kimia yang terkait dengan saraf-saraf di otak kita. Otak kita akan melepaskan zat seperti vasopresin, adrenalin, dopamin, dan oksitosin yang berpengaruh pada reseptor saraf dan membuat kita merasakan senang dan gembira.  Hal ini didukung oleh penelitian yang diadakan pada tahun 2005, sebuah penelitian dalam The Journal of Comparative Neurology Scans yang memindai 2.500 gambar otak dari 17 orang yang mengidentifikasi diri sebagai jatuh cinta. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang melihat foto seseorang yang mereka cintai menunjukkan aktivitas otak di dua area yang sangat terkait dengan dopamin yaitu area caudate nucleus dan ventral tegmental.

Cinta memang bisa buat kita kecanduan

Kamu merasa kecanduan.

Kadar hormon stres kortisol juga meningkat selama fase awal jatuh cinta karena ia mengatur tubuh kita untuk mengatasi “krisis” yang sedang dihadapi. Ketika kadar kortisol naik, kadar serotonin neurotransmitter menjadi berkurang. Tingkat serotonin yang rendah inilah yang kemudian dianggap sebagai suatu pikiran, harapan, perilaku obsesif-kompulsif yang sering dianggap mengganggu. Selain itu, ketika kita jatuh cinta, tubuh juga melepaskan hormon dopamin yang tinggi lho! Hormon ini mirip dengan rasa dan reaksi tubuh ketika berhubungan dengan penggunaan zat terlarang atau alkohol. 

 Menurut Serena Goldstein, seorang dokter naturopati di New Kota York, ketika Anda terpisah dari orang yang Anda cintai, tubuh Anda melepaskan Corticoliberin, respons stres yang menyebabkan Anda merasa cemas dan tertekan. Ini terjadi ketika tubuhmu akan berada dalam kekacauan sampai ia mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Singkatnya: kamu kecanduan orang yang kamu cintai. “Cinta romantis adalah candu yang kuat” kata Helen E. Fisher, seorang antropolog biologi di Rutgers University.

Reaaksi tubuh tidak seperti biasa saat jatuh cinta

Reaksi tubuh yang berbeda dari biasanya. 

Ketika kita jatuh cinta, hal ini menghasilkan berbagai respons fisik dan emosional — seperti jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, pipi memerah, perasaan bersemangat dan cemas. Kadar hormon stres kortisol juga meningkat selama fase awal jatuh cinta karena ia mengatur tubuh kita untuk mengatasi “krisis” yang sedang dihadapi. Ketika kadar kortisol naik, kadar serotonin neurotransmitter menjadi berkurang. Tingkat serotonin yang rendah inilah yang kemudian dianggap sebagai suatu pikiran, harapan, perilaku obsesif-kompulsif yang sering dianggap mengganggu.

Bahkan sejak kamu mulai menyukai seseorang, pelepasan kortisol otak Anda mungkin membuat sistem perutmu berubah. Hormon ini mungkin membuat Anda mual atau kehilangan nafsu makan sehingga dapat diasosiasikan mengalami tingkat stres yang parah. Kortisol juga secara langsung bertanggung jawab atas pepatah populer “kupu-kupu di perut Anda”. 

Bahkan penelitian juga menunjukkan bahwa jatuh cinta dapat berperan sebagai cara alami untuk mengurangi tingkat tekanan darah. Dalam sebuah analisis risiko penyakit kardiovaskular, American College of Cardiology mengamati 3,5 juta peserta yang masih lajang, bercerai, atau janda. Mereka menemukan bahwa pasangan menikah di bawah 50 tahun cenderung memiliki risiko penyakit pembuluh darah 12% lebih rendah. Orang yang menikah antara usia 51 dan 60 memiliki risiko 7% lebih rendah untuk penyakit daripada rekan-rekan mereka yang belum menikah.

Banyak banget kan perubahan yang terjadi ketika kita jatuh cinta! Nah sebenarnya sih enggak masalah ya kalau kita jatuh cinta. Tapi, seringkali beberapa di antara kita akan kehilangan fokus belajar karena kita merasa sudah kecanduan dengan seseorang dan rasa jatuh cinta. Lalu bagaiamana dong strategi belajar efektif supaya kita tetap fokus sembari menerima gejolak-gejolak hormon jatuh cinta ini? Simak tipsnya! 

mengendalikan emosi adalah salah satu strategi belajar efektif saat jatuh cinta.

Kendalikan emosi dan pikiranmu terlebih dahulu. 

Awalnya memang agak sulit yaa untuk tidak memikirkan orang dan kegiatan orang yang kita sukai. Tapi tentunya ini adalah langkah utama sebelum menuju ke langkah selanjutnya! Kamu harus coba menahan diri dan memiliki alasan utama kenapa kamu harus belajar atau mengerjakan tugas. Misalnya kamu mau ujian nasional atau mau ujian semester dan akan fatal akibatnya kalau kamu tidak memahami pelajaran. Kalau bisa jadikan perasaan candumu itu sebagai semangat akan masa depan yang lebih cerah! Caranya, kamu coba untuk memikirkan orang kamu cintai sembari mengerjakan tugas-tugas dan pelajaran kamu, anggap saja saat itu dia berada di sampingmu untuk menyemangatimu. 

Gunakan teknik belajar yang efektif seperti teknik belajar Pomodoro

Teknik ini dikembangkan oleh Francesco Cirillo di tahun 1980an. Cara buat praktekin Teknik Pomodoro ini gampang kok. Kamu cuma butuh timer dan ruangan yang tenang dan juga minim gangguan.  Pertama, kamu pasang waktu di timer selama 25 menit. Nah, waktu 25 menit ini harus kamu pakai buat belajar dan jangan berhenti sebelum timer kamu berbunyi. Disini kamu harus sepenuhnya fokus sama belajar, jadi ada baiknya keinginan buat hubungin orang yang kita cintai disimpan dulu. Nah, kalo udah selesai 25 menitnya, istirahat selama 5 sampe 15 menit. Selama istirahat, baru deh kamu boleh bebas ngelakuin apa aja. Mau ngemil dulu, telponan sama doi dulu, atau nonton-nonton video di Youtube.

Pomodoro jadi teknik yang digunakan untuk strategi belajar efektif

Tapi inget yah, waktu istirahatnya jangan sampe lebih dari 15 menit. Setelah itu, kamu pasang lagi timernya, dan belajar lagi selama 25 menit. Ulangi proses  ini sampai semua materi yang mau dipelajari selesai kamu pelajari. 

Temukan cara dan lingkungan belajar yang cocok untukmu dengan Jurnal Belajar

Nah, buat bikin belajar jadi menyenangkan, tentu kamu harus bereksperimen, kamu bisa bikin yang namanya Jurnal Belajar. Jurnal bisa kamu isi setiap kamu baru selesai belajar. Isi jurnal ini bisa dimulai dari 

  1. Cara belajar yang cocok untuk kamu gimana? apakah kamu lebih cocok belajar dengan cara baca buku, dengan cara latihan-latihan soal, atau mungkin dengan nonton video-video pelajaran.  
  2. Tempat, suasana, dan waktu yang menurut kamu paling cocok buat belajar. Bisa aja, kamu ternyata lebih cocok kalau belajar di kamar sendiri, atau mungkin kamu lebih nyaman kalau belajar di ruang terbuka, kaya di taman.
  3. Selain apa yang udah kamu pelajari, kamu juga bisa nulis hari ini kamu belajar dimana, waktunya kapan, suasana hati kamu gimana, apakah kamu cukup tidur. 
  4. Tulis juga apa aja sih yang bisa ngeganggu kamu saat belajar dan apa aja yang bisa kamu lakuin buat mengurangi gangguan tersebut. 

Dengan rajin nulis jurnal belajar, kamu bakal dapet formula yang tepat yang bisa bikin kamu semangat belajar itu kaya gimana. 

Disiplin

Yang paling penting buat ngejaga semangat dan agar kamu tetap termotivasi selama belajar adalah disiplin. Metode belajar dalam kondisi apapun tentu enggak bakal berhasil sepenuhnya kalau kamu enggak bisa disiplin dan enggak punya dorongan kuat buat belajar. Kalau kamu mau contoh konkrit gimana ngejalanin metode tersebut, bisa cek video konseling kita di fitur career centre di kategori Sekolah dengan topik cara membuat ringkasan ya!  

Cinta bukan berarti penghambat untuk belajar, selamat melakukan strategi belajar efektif

Jadi selamat belajar sembari jatuh cinta yaa! Eh, salam buat si doi ya! hihihi


Download Aplikasi belajar Pahamify di Google Play dan Apple App Store

Referensi : 

Addady, Michal. (2015). Study: Being happy at work really makes you more productive. US : Fortune Media IP Limited. Downloaded by http://fortune.com/2015/10/29/happy-productivity-work/

Cirillo Consulting. (2019). Do More and Have Fun with Time Management. Germany : Cirillo Consulting. Downloaded by https://francescocirillo.com/pages/pomodoro-technique

Edwards, Scott (2019). Love and the Brain. Harvard Medical School : Departement of  Neurobiology.. Downloaded by https://neuro.hms.harvard.edu/harvard-mahoney-neuroscience-institute/brain-newsletter/and-brain-series/love-and-brain

Moor, Ashley. (2016). This Is What Happens to Your Body When You Fall in Love. New York : Bestlifeonline.com. Downloaded by  https://bestlifeonline.com/what-happens-to-your-body-when-you-fall-in-love/

Patel, Anket. (2019). What is Pomodoro Technique and How to Utilize it to Maximize Productivity. Best Project Management Software Reviews/. Downloaded by https://project-management.com/what-is-pomodoro-technique-and-how-to-utilize-it-to-maximize-productivity/

****

Komentar

One Comment on “Strategi Belajar Efektif Saat Jatuh Cinta

Fikri
October 16, 2019 at 10:39 pm

terima kasih infonya

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

Home

Karir

Mitra

About Us

Blog