Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Perkembangan inovasi pembelajaran membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Saat ini, metode gamifikasi menjadi salah satu contoh pembelajaran inovatif yang terbukti efektif mendukung proses belajar siswa. Apa itu gamifikasi? Yuk kita ulas lebih jauh di artikel ini.

Mengenal Gamifikasi di Bidang Pendidikan

Saat ini, pegiat teknologi pendidikan (edutech) atau startup pendidikan Indonesia menjadikan gamifikasi sebagai metode pembelajaran yang efektif. Gamifikasi adalah konsep yang mengadaptasi video game dalam metode pembelajaran. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar para penggunanya.

Gamifikasi menjadi contoh pembelajaran inovatif yang sedang diminati.

Pada sistem gamifikasi, perancangnya berusaha menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Contoh pembelajaran inovatif yang digunakan dalam metode gamifikasi adalah, menggunakan video atau animasi yang dipadupadankan dengan materi pembelajaran di sekolah. Karena diadaptasi dari game, pastinya ada unsur-unsur game yang disematkan dalam metode ini.  

Contoh Pembelajaran Inovatif Dengan Metode Gamifikasi

Beberapa unsur game yang digunakan dalam metode ini antara lain:

Poin

Unsur game yang pertama adalah penggunaan poin. Saat bermain game, kamu tentu sudah akrab dengan istilah XP (experience points) kan?. Poin pada game biasanya didapatkan pengguna ketika mereka sudah melakukan suatu aktivitas atau tugas tertentu.

Contoh penggunaan poin pada gamifikasi pembelajaran adalah, pengguna mendapatkan poin ketika sudah menyelesaikan sebuah video pembelajaran atau mengerjakan kuis. Poin ini juga bisa digunakan untuk mengakses konten lain yang masih terkunci. 

Setelah berhasil menjawab kuis pada platform belajar online, kamu tentu ingin mengakses konten atau materi belajar selanjutnya kan? Nah, untuk mendapatkan akses tersebut, kamu harus bisa mencapai poin tertentu, misalnya 100 XP. Jika sudah tercapai, kamu bisa melanjutkan misi dengan mengakses materi belajar lainnya.

Menariknya, poin yang sudah kamu kumpulkan bisa ditukar dengan item-item menarik lho. Misalnya saat belum mendapatkan poin yang ditargetkan, avatar yang kamu gunakan hanya berbentuk sederhana.

Poin yang kamu kumpulkan tadi bisa membuat avatar kamu lebih keren, karena kamu bisa menukarkan poin tadi dengan kostum, gaya rambut, sepatu, aksesoris dan item-item menarik lainnya. Seru kan?

Penggunaan poin pada contoh pembelajaran inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar penggunanya. Selain lebih menantang, poin pada metode gamifikasi juga membuat penggunanya merasa penasaran dengan misi atau konten baru yang akan mereka dapatkan.

Level

Masih ada kaitannya dengan poin tadi, metode gamifikasi juga menerapkan sistem level. Saat bermain game, level biasanya digunakan sebagai istilah untuk jenjang atau tingkat kesulitan. Jadi, semakin tinggi levelnya berarti semakin tinggi juga tingkat kesulitan yang harus dihadapi. 

Contoh pembelajaran inovatif dengan konsep ini adalah adanya tingkatan level yang harus dicapai untuk mendapatkan poin. Misalnya kamu masih berada di level 1 dan ingin melanjutkan ke level 2, kamu harus mencapai 100 XP dulu untuk naik level. Semakin tinggi levelnya, maka semakin sulit misi atau pencapaian yang harus kamu lakukan.

Jika belum tercapai, maka pengguna harus melakukan aktivitas pembelajaran seperti menonton video materi belajar atau mengerjakan kuis. Sama seperti sistem poin tadi, konsep level juga membuat pengguna semakin tertantang untuk meningkatkan level mereka.

Badges

Badges atau lencana digital menjadi unsur yang membuat game makin seru. Badges diperoleh ketika kamu berhasil melakukan tantangan atau mencapai level tertentu. Badges pada metode gamifikasi biasanya berbentuk trophy, pita atau bisa juga lambang lain menggambarkan lembaga yang menyediakan sistem gamifikasi ini. 

Misalnya di level 3 penggunanya baru mendapatkan badges perunggu, untuk bisa mendapatkan badges emas pengguna harus mencapai level 15. Penggunaan badges pada konsep gamifikasi ini ditujukan untuk meningkatkan motivasi kamu selama belajar. Badges juga menjadi lambang kebanggaan yang menandakan kamu sudah mendapatkan level yang lebih tinggi.

Leaderboard

Unsur yang terakhir adalah leaderboard. Pada game, leaderboard ini berisi daftar nama-nama pemain berdasarkan level, atau keberhasilan mereka melalui berbagai tantangan yang diberikan. 

Seperti pada game, leaderboard juga menjadi contoh pembelajaran inovatif pada metode gamifikasi. Misalnya di platform belajar online, leaderboard biasanya digunakan untuk membuat peringkat atau penilaian penggunanya.

Kamu bisa mengukur kemampuan kamu dari leaderboard ini lho. Biasanya, penyedia platform belajar online yang menerapkan sistem gamifikasi akan mengurutkan peringkat pengguna berdasarkan hasil atau nilai yang diperoleh. 

Misalnya saat kamu menyelesaikan berbagai kuis, ujian atau Try Out Online. Nama pengguna yang terpampang di leaderboard dapat menjadi tanda bahwa kamu sudah menguasai materi yang dipelajari.

Sedangkan bagi yang namanya ada di peringkat bawah, jangan sedih, kamu justru harus menjadikan peringkat ini sebagai motivasi agar mendapatkan nilai terbaik kedepannya.

Manfaat Gamifikasi Pada Proses Belajar

Aplikasi belajar online menjadi contoh pembelajaran inovatif berbasis gamifikasi.

Nah, itu dia beberapa unsur game yang menjadi contoh pembelajaran inovatif dengan konsep gamifikasi. Lantas, kenapa gamifikasi dianggap sebagai metode belajar yang efektif? Simak baik-baik penjelasan ini ya.

Belajar Jadi Lebih Menyenangkan

Kalau boleh jujur, Pahamifren lebih suka bermain atau belajar? Nah, kalau konsep bermain digabungkan dalam sistem pembelajaran, Pahamifren tentu akan lebih semangat saat belajar. Kenapa?

Konsep gamifikasi ini bertujuan untuk menciptakan cara belajar yang menyenangkan dan nggak membuat kamu bosan. Jadi, belajar nggak melulu hanya mendengarkan guru menjelaskan materi, tapi kamu bisa menikmati animasi-animasi seru, audio dan video yang menghibur.

Seperti yang dijelaskan di atas, unsur-unsur game pada konsep ini dirancang sedemikian rupa, agar penggunanya terdorong menyelesaikan aktivitas yang disajikan. Misalnya menonton video pembelajaran, mengerjakan kuis dan tugas-tugas lain untuk meningkatkan poin dan menaikkan level.

Meningkatkan Sifat Kompetitif

Contoh pembelajaran inovatif seperti ini juga dapat meningkatkan sifat kompetitif penggunanya. Jadi, saat menggunakan aplikasi belajar online berkonsep gamifikasi, kamu akan semakin rajin menonton materi pembelajaran dan semakin bersemangat mengejar poin untuk naik level.

Membuat Kecanduan Belajar

Nggak cuma itu, Pahamifren, konsep permainan atau game biasanya membuat pemainnya kecanduan kan? Nah, konsep gamifikasi ini juga dirancang agar penggunanya menjadi kecanduan belajar lho.

Nggak percaya? Buat kamu yang ingin kecanduan belajar, kamu bisa mengunduh platform belajar online Pahamify. Di Pahamify kamu bisa merasakan cara belajar yang seru dan menyenangkan seperti bermain game. Kamu bisa mencoba konsep belajar seru ini di sini.

Penulis: Ajeng Nur Isvianti – Content Quality Control Pahamify

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!
Mipi Ulang Tahun! Kirim Ucapanmu disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll