Ikuti Try Out Online UTBK Pada 12 - 15 Oktober 2020

Kamu pernah belajar sambil dengerin musik? Atau selama ini kamu memang selalu belajar sambil dengerin musik? Belajar sambil dengerin musik emang asyik, ya. Tapi, kamu pernah gak kepikiran kalau belajar sambil dengerin musik itu sebenernya efektif atau enggak? Nah, kali ini Pahamify mau ngajak kamu membahas hal ini.

Efek Mozart

Kamu pernah gak denger teori efek Mozart (Mozart effect)? Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Frances Rauscher, ahli neurobiologi dan Gordon Shaw, seorang fisikawan, pada tahun 1993. Dalam penelitian mereka, Rauscher dan Gordon memberikan satu dari tiga tes standar penalaran spasial abstrak pada para mahasiswa dengan tiga kondisi: mendengarkan musik klasik karya Mozart yang berjudul “Sonata for Two Pianos in D Major, K. 448”, mendengarkan instruksi relaksasi verbal, dan dalam suasana hening atau tenang. Hasil dari penelitian mereka mengungkapkan bahwa belajar sambil mendengarkan musik, terutama musik klasik, dapat membantu mengembangkan fungsi otak kita.

Tentu saja laporan hasil penelitian Rauscher dan Shaw ini langsung menarik perhatian media massa. Media massa pada saat itu secara beramai-ramai mempublikasikan kalau musik Mozart dapat meningkatkan IQ dan membantu anak-anak jadi lebih pintar. Dari sinilah kemudian bermunculan berbagai mainan pengembangan diri anak-anak yang melibatkan musik klasik dan saran agar para ibu hamil memasang headphone di perut mereka, agar bayi-bayi mereka akan terlahir cerdas.

Namun, kenyataannya, belajar sambil mendengarkan musik klasik seperti karya Mozart, sama sekali tidak membantu meningkatkan IQ atau membuat kita jadi lebih pintar. Apalagi penelitian Rauscher dan Shaw ternyata hanya menunjukkan peningkatan kemampuan otak khusus pada kemampuan spasial abstrak saja, yang digunakan untuk memecahkan masalah matematika, bermain catur, teknik, dan sains. Para mahasiswa yang diuji dalam penelitian mereka juga hanya diharuskan melakukan beberapa tugas, seperti melipat kertas dan menyelesaikan labirin (maze). Oleh karena itulah, teori Mozart yang sempat ngetren pada tahun 1990-an ini akhirnya hanya dianggap mitos. 

Hasil penelitian Rauscher dan Shaw juga sebenarnya hanya menunjukkan bahwa efek peningkatan kemampuan otak para mahasiswa yang melakukan tes sambil mendengarkan musik Mozart hanyalah sementara. Tidak ada mahasiswa yang memiliki efek peningkatan kemampuan otak melampaui periode lima belas menit saat mereka diuji. Penelitian mereka juga sama sekali tidak membuat klaim kalau mendengarkan musik Mozart dapat meningkatkan IQ (karena dalam penelitian mereka, IQ para mahasiswa tidak pernah diuji). 

Jadi, teori efek Mozart ini hanyalah kesalahpahaman yang dibuat oleh media massa yang meliput pada tahun 1993, ya, Pahamifren. Penelitian-penelitian selanjutnya juga sama sekali tidak menunjukkan adanya korelasi peningkatan kecerdasan dengan musik, terutama musik klasik. 

Manfaat Belajar Sambil Mendengarkan Musik

Sekalipun teori efek Mozart hanyalah mitos, tidak bisa membantu meningkatkan IQ kita, tapi tetap saja musik bisa membantu suasana hati atau mood kita jadi lebih baik saat belajar, terutama kalau kita suka sama musik yang sedang kita dengarkan. Ini terjadi karena saat kita mendengarkan musik yang kita sukai, musik membantu otak kita meningkatkan kadar dopamin, neurotransmitter yang meningkatkan perasaan bahagia dan gembira. Dalam beberapa kasus, musik bahkan dapat membantu kita dalam mengingat materi pelajaran yang sedang kita pelajari, karena suasana hati yang positif juga terbukti membantu meningkatkan kemampuan ingatan kita.

Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa kita mungkin akan jadi lebih mudah memecahkan soal pelajaran saat kita berada dalam suasana hati yang positif, dibandingkan saat kita sedang berada dalam suasana hati yang negatif atau netral. Musik yang santai juga dapat membantu kita mengatasi stres dan kecemasan karena musik membantu otak kita menurunkan kadar kortisol, hormon tubuh kita yang bertanggung jawab untuk perasaan stres dan kecemasan.

Kerugian Belajar Sambil Mendengarkan Musik 

Meskipun belajar sambil mendengarkan musik membantu membuat suasana hati kita jadi positif dan dapat membantu meningkatkan fungsi ingatan kita, tapi penelitian juga menunjukkan bahwa belajar sambil mendengarkan musik dapat mengganggu konsentrasi belajar kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para siswa yang mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas seperti membaca dan menulis, proses belajarnya jadi cenderung kurang efektif. 

Para siswa yang belajar sambil mendengarkan musik tidak dapat menyerap materi pelajaran mereka dengan maksimal, dibandingkan dengan para siswa yang belajar tanpa mendengarkan musik. Ini terjadi karena saat kita belajar sambil mendengarkan musik, terutama musik dengan lirik, membuat otak kita berjuang keras untuk memproses lirik musik yang sedang kita dengarkan, sekaligus berusaha fokus pada materi pelajaran yang sedang kita pelajari. Dengan kata lain, otak kita saat belajar sambil mendengarkan musik sebenarnya sedang melakukan dua tugas sekaligus, yang berdasarkan penelitian dapat menurunkan IQ kita beberapa poin.

Para peneliti memang menyatakan musik bisa membantu meningkatkan fungsi ingatan saat belajar, tetapi para siswa yang menggunakan musik untuk membantu mereka mengingat materi pelajaran seringkali kesulitan saat mengingat kembali materi pelajaran yang sudah mereka pelajari saat mereka menghadapi ujian di sekolah. Ini terjadi karena ingatan akan materi pelajaran yang sudah dipelajari para siswa, ternyata lebih mudah diingat kembali saat ujian dilakukan dalam suasana ruangan yang mirip dengan saat mereka mempelajari dan mengingat materi pelajaran tersebut. Makanya tidak heran kalau para siswa yang belajar di ruangan dengan suasana yang tenang, lebih dapat mengingat kembali materi pelajaran yang sudah mereka pelajari karena suasana ruang ujian di sekolah yang tenang mirip dengan suasana saat mereka belajar.

Jadi Kita Harus Bagaimana?

Kalau begitu kita harus bagaimana? Lebih baik belajar sambil mendengarkan musik atau tidak? Masalahnya, sekalipun efek Mozart sudah dianggap mitos, sebuah penelitian di Prancis, yang dipublikasikan dalam Learning and Individual Differences, menunjukkan bahwa para mahasiswa yang mendengarkan materi kuliah sambil mendengarkan musik klasik yang diputar di latar belakang, memiliki hasil ujian yang lebih baik dibandingkan dengan para mahasiswa yang mendengarkan materi kuliah tanpa musik klasik.

Para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa musik klasik yang diputar di latar belakang, membuat mahasiswa merasa nyaman, sehingga membuat mereka lebih mudah menyerap materi kuliah yang disampaikan oleh dosen mereka. Para peneliti menyimpulkan kalau musik klasik yang diputar di latar belakang dapat mengubah kondisi ruang belajar jadi lebih nyaman dan memengaruhi motivasi para mahasiswa untuk tetap fokus selama kuliah berlangsung. Hasilnya, para mahasiswa tersebut memiliki kinerja yang lebih baik pada ujian pilihan ganda.

Jadi simpulannya apa, dong? Mending belajar sambil dengerin musik atau enggak? Tenang, jangan bingung dulu. Intinya begini, Pahamifren, kalau kamu merasa belajar sambil mendengarkan musik malah bikin kamu kesulitan berkonsentrasi menyerap materi pelajaran yang sedang kamu pelajari, maka lebih baik kamu jangan belajar sambil mendengarkan musik. 

Tapi, kalau kamu merasa belajar sambil mendengarkan musik membuat kamu lebih rileks dan membuat suasana hati kamu jadi lebih baik untuk belajar, sebaiknya kamu menyetel musik yang menenangkan, musik tanpa lirik seperti musik klasik, supaya musik yang kamu dengarkan tidak malah mengganggu konsentrasi kamu. 

Atau kalau kamu mau mendengarkan musik yang keras dan berlirik, kamu boleh menyetelnya sebagai pemicu semangat kamu belajar. Saat di satu titik kamu merasa musik yang kamu dengarkan itu malah mengganggu konsentrasi belajar kamu, kamu bisa mematikan musik tersebut dan fokus pada materi pelajaran yang sedang kamu pelajari.

Karena setiap individu itu unik, maka proses pembelajaran setiap individu juga berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memilih mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu. Tapi, ya, jangan pas lagi belajar di kelas atau daring kamu belajar sambil mendengarkan musik juga, ya. Nanti malah ganggu guru atau temen-temen kamu yang sedang belajar juga. Kan gak baik, hehehe…

Nah, berhubung Kementerian Pendidikan memutuskan kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru bagi sebagian besar daerah di Indonesia akan tetap diadakan di rumah hingga akhir tahun 2020, Pahamify punya paket belajar spesial buat kamu supaya kamu bisa tetep nyaman dan tetep semangat belajar di rumah, Pahamifren! Dengan langganan paket belajar Pahamify ini, kamu bakal dapet akses beberapa fitur seperti video pembelajaran, rangkuman, flash card, quiz, kisi-kisi materi ulangan, video tips belajar hingga info kampus!

Ayo #TeruskanSemangatBelajarmu di rumah aja bersama Pahamify! Download aplikasinya sekarang, ya, Pahamifren! Promo ini berlaku sampai 31 Juli 2020.

Penulis: Salman Hakim Darwadi


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog