UTBK 2020 hanya akan menguji soal TPS. Tentu saja ini bukanlah sebuah halangan. Justru kamu jadi bisa fokus untuk menaklukan satu bentuk soal saja.

Suka baca grafik? Atau udah jago buat analisis kasus dari sebuah paragraf? Jenis soal TPS yang satu ini mungkin kamu udah jago, tapi buat yang belum familiar, ini saatnya kamu pelajari lebih baik kira-kira gimana bentuk soal TPS penalaran umum!

Soal TPS penalaran umum ini adalah jenis soal yang ditampilkan melalui teks atau paragraf bacaan, beberapa soal yang muncul terkadang memunculkan grafik/tabel/kurva. Bukan hanya membaca, tapi kamu juga dituntut untuk memahami informasi yang disampaikan. Selain itu kamu juga akan bertemu dengan deret aritmatika, persamaan linear, pola bilangan, pecahan dan perbandingan.

Daripada penasaran, yuk kita pelajari contoh soal TPS penalaran umum di bawah ini!


Bacalah artikel di bawah ini dengan saksama!

Virus corona telah menjangkiti lebih dari 1,2 juta jiwa dan membunuh lebih dari 70.000 orang. Pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 lalu, virus corona kini telah menyebar ke 208 negara. Untuk mencegah penularan COVID-19, berbagai negara kemudian memberlakukan karantina dalam berbagai wujud dan tingkatan. Di Asia Pasifik, negara-negara seperti Tiongkok, India, Singapura, Taiwan, Vietnam, Selandia Baru dan Australia melarang kedatangan warga asing. Negara-negara Eropa pun melakukan lockdown untuk melindungi warga mereka. Berikut datanya:

Kebijakan untuk mengunci perbatasan bagi penumpang umumnya diambil hanya dengan mempertimbangkan kepentingan dalam negeri, tanpa koordinasi dengan negara tetangga. “Tanpa koordinasi antarnegara untuk memutuskan kapan pembatasan itu berakhir, dampak ekonomi dari virus ini akan berlangsung cukup lama,” kata Julien Chaisse, Profesor Hubungan Internasional di City University of Hong Kong, dikutip Nikkei.

Maskapai nasional Jerman, Lufthansa pun melaporkan pemangkasan 50% rute. Seperti Cathay Pacific, Lufthansa berupaya menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan kebijakan cuti tanpa gaji. Di Amerika Serikat (AS), United Airlines memangkas penerbangan domestik sebanyak 20% serta ke Kanada sebesar 10%. Sedangkan JetBlue mengurangi penerbangannya sebesar 5%. Kedua maskapai ini pun terpaksa merumahkan karyawan hingga waktu yang belum ditentukan.

Di Tanah Air, AirAsia Indonesia telah menutup semua rute domestik hingga Juni 2020. Di luar itu, maskapai lain pun harus terbang dengan penumpang yang terbatas. Jalanan sepi dan pertokoan yang tutup menjadi pemandangan lazim di kota-kota metropolitan dunia. Nikkei mengestimasi, sepertiga populasi bumi terdampak karantina akibat virus corona.

Dengan seruan untuk tinggal di rumah, pariwisata global praktis lumpuh. World Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan, sektor pariwisata akan mengalami penyusutan hingga 25% akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020. “Wabah ini menghadirkan ancaman serius terhadap industri pariwisata,” kata Direktur WTTC Gloria Guevara, dikutip BBC.

(https://katadata.co.id/telaah/2020/04/07/globalisasi-dan-rantai-pasok-dunia-yang-terkunci-pandemi-covid-19)

Jawablah beberapa soal di bawah ini.

1. Berdasarkan paragraf 1 dan 2, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?

a. COVID-19 yang berlangsung lama akan berpengaruh juga pada bidang lain, contohnya bidang industri
b. Kebijakan mengurangi virus akan menambah korban
c. Lockdown menjadi satu-satunya cara mengurangi penyebaran virus
d. Faktor utama COVID-19 menyebar ke 208 negara disebabkan karena terlambatnya proses karantina
e. Koordinasi antarnegara tidak diperlukan

2. Berdasarkan paragraf 5, manakah pernyataan di bawah ini yang salah

a. Kelumpuhan pariwisata global
b. Penyusutan sektor pariwisata
c. Pekerja di sektor tourism akan kehilangan pekerjaan
d. COVID-19 jadi ancaman serius hanya bagi sektor industri pariwisata
e. Seruan kepada masyarakat global untuk tinggal di rumah

3. Berdasarkan grafik, manakah pernyataan yang salah?

a. Jumlah kasus COVID-19 di Austria memiliki kemungkinan bertambah.
b. Kasus terbanyak COVID-19 saat Eropa menerapkan lockdown ditemukan di Italia.
c. Selisih jumlah kasus antara negara Belanda dan Norwegia lebih banyak dibandingkan selisih kasus antara negara Austria dan Denmark.
d. Jumlah kasus COVID-19 di Belanda memiliki kemungkinan bertambah.
e. Denmark menjadi negara yang memiliki kasus COVID-19 paling sedikit di Eropa.

Pembahasan

1. Berdasarkan paragraf ke-1, pernyataan yang benar terdapat pada opsi B. Sesuai dengan bacaan di atas, khususnya pada kalimat ketiga dikatakan bahwa “Untuk mencegah penularan COVID-19, berbagai negara kemudian memberlakukan karantina dalam berbagai wujud dan tingkatan.”

Jadi, jawabannya adalah B.

2. Berdasarkan paragraf 5, dilihat bahwa paragraf tersebut membicarakan dampak COVID-19 dalam lingkup yang menyeluruh, tidak terpaku pada suatu negara saja. Hal tersebut dibuktikan dari kalimat pertama yang berbicara tentang kelumpuhan pariwisata secara global. Opsi D adalah pernyataan yang salah karena COVID-19 ini memang menjadi ancaman serius, namun, bukan hanya ancaman bagi industri pariwisata Indonesia, melainkan industri pariwisata global.

Jadi jawabannya adalah D.

3. Berdasarkan grafik tersebut, pernyataan C adalah pernyataan yang salah.

Alasannya karena selisih kasus antara Belanda dan Norwegia berjumlah 470, sedangkan selisih kasus antara Austria dan Denmark berjumlah 538.

Berdasarkan hal tersebut, seharusnya selisih kasus antara Belanda dan Norwegia lebih sedikit dibandingkan dengan selisih kasus antara Austria dan Norwegia.

Jadi, jawabannya adalah yang C

Kini kamu bisa tetap #BelajarSeruDiRumah bersama Pahamify, karena per 16 Maret 2020, kamu bisa belajar bareng lewat kelas online yang ada di aplikasi Pahamify gratis! Pengen tau serunya kaya gimana? Yuk download juga! Jangan lupa ikutan Tryout Online UTBK Pahamify yang kali ini bakalan fokus ke soal-soal TPS biar persiapan kamu menuju UTBK 2020 makin matang!


Komentar

2 Comments on “Contoh Soal & Pembahasan TPS UTBK: Penalaran Umum

DESIANA
June 1, 2020 at 3:43 pm

wihh keren yh

Reply
prita
June 5, 2020 at 7:50 am

kak mohon penjelasan contoh nomor satuunya, saya masih belum mendapat poinnya. jawabannya kenapa bisa kebijakan mengurangi virus akan menambah korban? dan sedangkan di pembahasannya negara negara melakukan peningkatan kebijakan. bagaimana bisa korban bertambah kalo kebijakannya dinaikkan? tolong penjelasannya

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog