Geografi Kelas X IPS: Teori Pembentukan Jagat Raya

Teori Pembentukan Jagat Raya

Ketika sedang ada di luar rumah, lihat lah ke atas… Kita bakal liat langit yang terbentang luas tanpa batas. Kalau di siang hari, kita bakal liat matahari yang bersinar terang ditemani awan dan langit yang biru. Di malam hari, kita akan lihat bintang-bintang dan bulan yang bersinar di antara langit yang gelap. Saat itu pun kita sadar bahwa tidak hanya manusia dan bumi saja yang ada di jagat raya.

Jagat raya atau alam semesta merupakan ruangan yang meluas ke segala arah, tidak terhingga tapi memiliki batas yang tidak diketahui. Kalau kita lihat di film-film yang ngegambarin dunia luar angkasa, kelihatan bahwa jagat raya itu luas banget. Benda yang ada di luar angkasa pun ada beraneka ragam. Bahkan banyak yang lebih besar dari bumi contohnya adalah Matahari yang sebenarnya masih sebagai anggota galaksi bima sakti. 

Jagat raya juga disebut dengan alam semesta yang terdiri dari ribuan galaksi dan sistem bintang. Benda yang ada di jagat raya seperti bintang sebetulnya ada yang bisa dilihat menggunakan mata telanjang dan ada juga yang harus dilihat menggunakan teleskop karena saking jauhnya.

Tapi pernahkah terlintas di benak pertanyaan “gimana sih terbentuknya jagat raya?”. Nah, untuk menjelaskan itu semua, ada tiga teori yang perlu kamu ketahui. Yuk kita cari tahu!

Teori Pembentukan Jagat Raya

  1. Oscillation theory/Teori Mengembang dan Memampat

Jagat raya pada awalnya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali oleh massa yang mengembang yang disebabkan reaksi inti hidrogen. Akibatnya terbentuklah galaksi-galaksi yang diperkirakan udah berlangsung selama 30 miliar tahun. Galaksi-galaksi tersebut lama kelamaan meredup kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas. Peristiwa mengembang dan memampat berlangsung terus menerus. Makanya teori ini disebut juga dengan teori mengembang dan memampat.

  1. Steady State Theory

Menurut teori ini, jagat raya tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir. Alam semesta akan tetap sama sepanjang waktu. Katanya alam semesta tidak terbatas dalam waktu dan memiliki kondisi yang sama dengan sebelumnya dan sekarang. Teori ini banyak memiliki banyak celah kekurangan, contohnya ketika teori ini bilang alam semesta ini tidak berubah ada bukti bahwa alam semesta berkembang dan berbagai bintang baru bermunculan.

  1. The Big Bang Theory

Pembentukan alam semesta terjadi sekitar 13 ribu 700 miliar tahun yang lalu. Menurut teori ini, pada saat itu galaksi-galaksi saling berdekatan satu sama lain. Galaksi-galaksi ini berasal dari massa tunggal yang nyimpen suhu dan energi yang sangat besar. Hal ini menimbulkan ledakan yang maha dahsyat sampe ngancurin massa tunggal tersebut. Akibat ledakan tersebut banyak materi yang bertebaran ke segala penjuru salam semesta dalam bentuk serpihan. Intinya, Menurut big bang theory, alam semesta terbentuk karena adanya ledakan galaksi yang maha dahsyat.

Jagat raya terdiri dari galaksi-galaksi sebagai anggotanya. Galaksi itu isinya kumpulan dari planet, bintang, gas, debu, nebula dan benda langit lainnya. Kita bisa deteksi keberadaan galaksi lewat teleskop. 

Nah, pengen tahu lebih jelas lagi? Kamu bisa dapetin penjelasan lebih lengkap mengenai materi jagat raya termasuk galaksi dan bintang di aplikasi belajar Pahamify! Disitu kamu bisa belajar lebih lengkap lagi mengenai bab ini. Yuk download sekarang juga di Google Play Store dan Apple App Store. Jangan lupa langganan untuk dapetin akses lengkap ke berbagai fitur keren yang ada di Pahamify.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

Home

Karir

Mitra

About Us

Blog