LATAR BELAKANG

54 tahun tahun yang lalu, peristiwa yang sering kita sebut sebagai Gerakan 30 September tak pernah hilang dari memori kolektif bangsa Indonesia. Peristiwa itu mengingatkan pada kita sebagai generasi penerus bangsa, bahwa peristiwa ini merupakan sebuah usaha PKI untuk menggantikan ideologi pancasila menjadi ideologi komunis. 

Tindakan ini sangat tidak dibenarkan keberadaannya, mengingat dalam malam kelabu itu, mereka juga melakukan sebuah tindakan kebiadaban dengan membunuh 6 Jenderal dan 1 orang perwira. Mereka dibunuh kemudian dimasukkan kedalam sebuah sumur tua (Lubang Buaya) di jakarta Timur. Para jenderal ini dituduh ingin melakukan sebuah kudeta terhadap Soekarno.

6 Jendral dan 1 Orang Perwira yang Terbunuh saat G30S/PKI
(sumber: https://www.kompasiana.com/dict/59c7a19c4fc4aa164255d6f2/g30s-pki-politisasi-fakta-sejarah?page=all)

Sehari pasca peristiwa itu, pemerintah gencar melakukan operasi penumpasan PKI. di bawah pimpinan  Panglima Kostrad, Mayor Jenderal Soeharto. Pada hari yang sama 1 Oktober 1965, Mayjend. Soeharto memimpin Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk mengumpulkan dan menyadarkan kembali kesatuan serta badan-badan yang sebelumnya terpengaruh oleh PKI.

Operasi penumpasan G 30 S/PKI terus dilakukan hingga terjadinya pergantian rezim di negeri ini. Penangkapan para tokoh-tokoh PKI terus dilakukan, semua organisasi dan ormas-ormas bentukan PKI dibekukan.

Bahkan, atas kejadian malam kebengisan itu mendorong para mahasiswa dan para pelajar melakukan aksi demontrasi. Mereka bergabung dalam Front Pancasila dan mereka menuntut untuk membubarkan PKI dan ormas-ormasnya, menuntut untuk membersihkan kabinet dari unsur PKI.

HARI KESAKTIAN PANCASILA

Penumpasan ideologi komunis tidak hanya berhenti di masa Soekarno, tetapi terus berlanjut di masa Orde Baru. Saat itu Soeharto mengadakan apel bersama pasukan militer sehari  setelah peristiwa G 30 S. Disaat bersamaan, ia menetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dengan mengkampanyekan Pancasila dan UUD 1946 harus diterapkan secara murni dan konsekuen

Monumen Pancasila Sakti
(Sumber: https://www.bankjim.com/2016/06/museum-monumen-pancasila-sakti.html)

Pancasila menjadi ideologi yang diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia hingga kini. Keberadaan  ideologi ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki sejarah sendiri tentang lahirnya sebuah keyakinan falsafah  hidup bangsanya.

Tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila oleh pemerintahan orde baru. Pancasila dianggap sakti karena ideologi ini telah berkali-kali diruntuhkan oleh beberapa pihak yang dianggap anti-pancasila. 

Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki sebuah makna mendalam sebagai hari berkabung secara nasional. Tragedi penculikan dan pembunuhan tersebut memberikan pembelajaran bagi generasi muda bahwa Pancasila sangat penting untuk membentengi pengaruh ideologi radikal. Tak hanya itu saja pasca tragedi G 30 S terjadi pembersihan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

 — PANCASILA HARGA MATI —


Penulis: Ardian Eka Putra


Download Aplikasi belajar Pahamify di Google Play dan Apple App Store

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.