Paris Agreement: Perjanjian untuk Mengatasi Pemanasan Global

Pemanasan global sebagai bahan diskusi Paris Agreement

Masuk pada masa revolusi industri dengan munculnya mesin uap dan pabrik sebuah titik balik kehidupan lebih baik untuk manusia dan segala aktivitasnya, dimana kehadiran era ini sebuah barang dapat diproduksi secara cepat dan banyak serta sebuah barang dapat berpindah dengan cepat dari wilayah satu dengan wilayah lainnya.

Dengan percepatan disebabkan adanya revolusi industri ini, terlihat memang membawa kehidupan ke arah perubahan, tapi ada satu hal yang tidak terlihat oleh kita, yaitu munculnya  permasalahan yang terjadi pada manusia dan alam.

Adanya mesin uap dan munculnya pabrik-pabrik secara tidak langsung membuat emisi gas karbon semakin bertambah. Saat mesin tersebut bekerja, output mesin mengeluarkan gas karbon ke udara. Sebenarnya, yang berkontribusi menghasilkan emisi karbon gak hanya dari pabrik aja, ada penyebab lain yang membuat gas karbon di udara semakin meningkat, seperti asap kendaraan, industri peternakan, dan pembakaran hutan, ini yang disebut sebagai gas rumah kaca.

Jika dilihat faktor-faktor penyebab meningkatnya emisi gas karbon di udara itu dekat sekali dengan kita, hampir setiap hari dari industri bahkan kita menghasilkan gas karbon. Akibat dari peningkatan gas karbon di udara, karena tertahannya atmosfer di udara ini berdampak pada iklim kita, suhu bumi meningkat dan bumi semakin panas.

Tapi… warga dunia sedang berusaha untuk mengurangi emisi gas karbon di udara, negara-negara di dunia termasuk Indonesia membuat kesepakatan bersama yang bernama Paris Agreement.

Apa itu Paris Agreement?

Paris Agreement atau kesepakatan Paris adalah kesepakatan lingkungan yang terjalin oleh hampir setiap negara termasuk Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim dan dampak negatifnya. Kesepakatan ini dibuat bertujuan untuk secara berkelanjutan mengurangi emisi gas karbon dalam upaya membatasi kenaikan suhu global yang sekarang ini sudah mencapai 2 derajat Celcius, dan berusaha untuk membatasi perubahan temperatur suhu setidaknya menjadi 1,5 derajat.

Pemanasan global
Sumber : CSL media Productions via Flickr

Perjanjian tersebut mencakup komitmen dari semua negara penghasil emisi karbon setiap harinya untuk mengurangi polusi yang mengubah iklim mereka dan untuk memperkuat komitmen tersebut dari waktu ke waktu, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan tidak membakar hutan untuk kepentingan industri.

Perjanjian ini diinisiasi oleh negara-negara maju di Amerika dan Eropa, mereka bekerjasama dengan berbagai negara maju termasuk membantu negara-negara berkembang dalam upaya mengurangi gas karbon dan adaptasi iklim mereka yang sekarang sudah berada pada kondisi climate crisis. Dengan adanya perjanjian ini diharapkan negara yang terlibat mampu menciptakan kerangka kerja untuk pemantauan, pelaporan, dan peningkatan tujuan-tujuan iklim mulai dari individu dan negara secara transparan.

Sejarah Paris Agreement

Persetujuan ini merupakan perjanjian dan negosiasi dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang disepakati oleh 195 perwakilan negara-negara pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-21 di Paris, Perancis.

Paris Agreement
Sumber foto : Presidencia de la Republica Mexicana via Flickr

Setelah melalui proses negosiasi, persetujuan ini ditandatangani tepat pada peringatan Hari Bumi tanggal 22 April 2016 di New York, Amerika Serikat. Sampai bulan Maret 2017, 194 negara telah menandatangani perjanjian ini dan 141 diantaranya telah mengesahkan perjanjian tersebut. Indonesia adalah satu dari 194 negara yang menandatangani perjanjian ini pada tanggal 22 April 2016. Diharapkan dengan adanya perjanjian ini efek dari gas karbon yang disahkan oleh Indonesia adalah sebesar 1,49%.

Perjanjian Paris menandai titik balik bersejarah untuk aksi iklim global, karena para pemimpin dunia mewakili 195 negara datang ke konsensus tentang kesepakatan yang memiliki komitmen dari semua negara yang bertujuan memerangi perubahan iklim dan beradaptasi dengan dampaknya.

Kenapa Paris Agreement Penting?

Menurut data yang dikumpulkan oleh Postdam Institute for Climate Impact Research (PIK). Emisi gas rumah kaca tahunan Indonesia mencapai 2,4 miliar ton pada tahun 2015. Angka tersebut berdasarkan dari pengaruh yang disebabkan oleh alih fungsi lahan dan hutan yang dibakar.

Apabila dihitung berdasarkan tingkat global, emisi Indonesia mewakili 4,8% dari total emisi global dunia pada tahun 2015.

Dari angka-angka tersebut tentunya akan berakibat pada perubahan iklim dan membahayakan kesehatan manusia. Saat perubahan iklim memicu kenaikan suhu dan kejadian cuaca ekstrem, hal itu membahayakan udara, air, dan makanan kita; menyebarkan penyakit; dan membahayakan lingkungan dan bahkan keselamatan makhluk hidup yang ada di bumi.

Berdasarkan angka dan dampak bagi kesehatan tersebut rasanya sudah hal yang wajar apabila kita sebagai warga dunia melihat fenomena emisi gas rumah kaca sebagai permasalahan bersama, untuk itu dengan adanya Paris Agreement pengurangan emisi dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Nah di video Pahamify tentang Pemanasan Global akan lebih detail lagi membahas tentang proses terjadinya efek rumah kaca dan bagaimana langkah-langkah pengurangan pemanasan global.

Referensi :
https://www.nrdc.org/stories/paris-climate-agreement-everything-you-need-know
https://en.wikipedia.org/wiki/Paris_Agreement


Download Aplikasi belajar Pahamify di Google Play dan Apple App Store

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

Home

Karir

Mitra

About Us

Blog