Pahamifren, adakah di antara kamu yang pernah melakukan penelitian sosial? Pernah melihat contoh penelitian sosial? Nah, pada materi Sosiologi Kelas 10 ini, Mipi mau mengajak kamu untuk membahasnya lebih jauh. Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya.

Pengertian Penelitian Sosial

Sebelum lebih jauh, ada baiknya kalau kamu kamu memahami apa yang dimaksud dengan penelitian sosial? Berikut ini adalah beberapa pengertian penelitian sosial yang dirangkum berdasarkan pendapat para ahli, antara lain:

  • Soejono Soekamto, seorang sosiolog Indonesia, mendefinisikan penelitian sosial sebagai penelitian yang bertujuan mempelajari satu atau beberapa gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta masalah yang disoroti dan kemudian diusahakan pemecahannya.
  • Pauline v. Young mendefinisikan penelitian sebagai usaha ilmiah dengan metode logis dengan tujuan menemukan fakta dan menganalisis urutan, kaitan, penjelasan, dan hukum alam yang mengaturnya.
  • Hill Way mendefinisikan penelitian sebagai metode studi yang penerapannya dilakukan secara hati-hati dan mendalam untuk menyingkap fakta agar dapat menyelesaikan suatu masalah yang diteliti.
  • Sutrisno Hadi mendefinisikan penelitian sebagai sebuah rangkaian usaha dalam memperoleh informasi, menggali lebih dalam, mengembangkan, memperluas dan menguji kebenaran dari sesuatu yang sudah ada, tetapi masih diragukan kesahihannya. 
  • Talcott Parson mendefinisikan penelitian sosial sebagai pencarian atas suatu masalah yang dapat dipecahkan melalui penelitian secara sistematis.

Ciri-Ciri Penelitian Sosial

Itu lah beberapa definisi penelitian sosial dari para ahli. Selanjutnya, sebelum memulai penelitian, kamu juga harus mengetahui kriteria yang menjadi ciri penelitian sosial, sebagai berikut:

Memiliki Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian sosial adalah untuk menemukan masalah yang terjadi, sekaligus menganalisa solusi dari masalah tersebut.

Sebuah kegiatan penelitian pasti memiliki tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, misalnya untuk memperoleh jawaban atas dari beberapa pertanyaan atau untuk memperoleh informasi baru. Dengan adanya tujuan penelitian, seorang peneliti dapat fokus saat melaksanakan kegiatan penelitian dan tercegah dari pemikiran bercabang saat menemukan fenomena baru. 

Mencakup Kegiatan Terencana dan Sistematis

Penelitian harus disusun berdasarkan metode ilmiah yang terencana, sistematis, dan tepat sasaran. Hal ini penting dilakukan agar penelitian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Bersifat Ilmiah atau Empiris

Objek penelitian harus dapat diteliti dengan metode ilmiah tertentu dan harus benar-benar terjadi dan terdapat dan terjadi di masyarakat, sehingga penelitian tersebut bersifat ilmiah dan empiris. Proses penelitian juga wajib dilaksanakan dengan rasional dan objektif, sesuai dengan standar ilmu pengetahuan, sehingga hasil penelitian tersebut dapat diterima dengan akal sehat.

Menggunakan Analisis Logis

Seluruh data dalam sebuah penelitian wajib dianalisis berdasarkan teori yang sudah dipilih sebagai landasan penelitian tersebut. Dengan demikian, analisis yang dilakukan oleh peneliti bersifat logis.

Objek Penelitian Merupakan Gejala dan Fakta Sosial

Sebuah penelitian pasti memiliki tema spesifik sesuai dengan ilmu pengetahuan yang melandasinya. Penelitian sosial tentu saja akan meneliti mengenai fenomena sosial lengkap dengan gejala dan fakta sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Proses Pencarian Data dilakukan Secara Objektif

Dalam melaksanakan penelitian sosial, setiap peneliti wajib memiliki sikap objektif dan bersikap netral dalam melakukan pencarian data. Hal ini penting dilakukan oleh setiap peneliti agar data yang dikumpulkan sesuai dengan fakta yang ada.

Proses Penelitian Dilakukan Secara Berkelanjutan

Sebagaimana pada umumnya sebuah penelitian, penelitian sosial juga membutuhkan proses yang dilakukan berdasarkan penyusunan rancangan penelitian atau proposal penelitian yang sudah dibuat sebelumnya. Hal ini penting untuk dilakukan oleh setiap peneliti, agar penelitian yang dilakukannya dapat berjalan secara berkelanjutan. 

Disertai Instrumen Penelitian

Dalam penelitian sosial, ada beberapa instrumen penelitian yang dapat digunakan untuk membantu peneliti mengumpulkan data. Misalnya, kuesioner, handycam, tape recorder, dan pedoman wawancara. Semua instrumen tersebut berperan penting dalam membantu peneliti memperoleh data yang sesuai dengan topik penelitian yang dilakukannya.

Memerlukan Manajemen Waktu

Sebuah penelitian sosial membutuhkan manajemen waktu, sehingga peneliti dapat menentukan estimasi waktu yang ia butuhkan dalam melaksanakan penelitiannya. Manajemen waktu juga membantu peneliti mengkoordinasikan waktu penelitiannya secara proporsional.

Melakukan Kontrol

Sebuah penelitian sosial yang baik, khususnya dalam kegiatan penelitian eksperimen, akan melakukan kontrol dalam bentuk pembatasan variabel penelitian, agar variabel lain yang terkadang muncul tidak akan mempengaruhi hasil penelitian.

Menghasilkan Kesimpulan atau Generalisasi

Setelah sebuah penelitian dilakukan melalui serangkaian proses, penelitian tersebut harus menghasilkan kesimpulan atau generalisasi. Namun, hal ini tidak berlaku dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, setiap peneliti harus dapat menghindari generalisasi karena penelitian jenis ini dilakukan dalam lingkup yang lebih kecil dan kontekstual.

Tujuan Penelitian Sosial

Bagaimana Pahamifren, sampai di sini, sudah paham kan, apa saja ciri-ciri penelitian sosial? Nah, karena bersifat mencari dan memecahkan permasalahan sosial, penelitian ini tentu memiliki tujuan. Berikut adalah beberapa tujuan penelitian sosial, antara lain: 

Mendefinisikan Fenomena yang Ada di Masyarakat

Penelitian sosial bertujuan untuk meneliti dan mendefinisikan fenomena sosial yang biasa terjadi dalam masyarakat. Fenomena ini biasanya muncul karena adanya perubahan bentuk sosial dalam suatu masyarakat, baik karena perkembangan teknologi, adat istiadat, kebudayaan, dan lain sebagainya. 

Fenomena sosial yang diteliti tidak hanya fenomena yang menuai kontroversi, melainkan masalah sosial yang dihadapi masyarakat, sehingga membutuhkan pemecahan masalah. Contoh fenomena sosial yang ada di masyarakat adalah fenomena kepadatan penduduk, fenomena kenalakan remaja, fenomena mudik menjelang Lebaran, dan lain sebagainya.

Memperkirakan Fenomena Baru yang Dapat Terjadi

Penelitian sosial juga dilakukan agar kita dapat memperkirakan fenomena-fenomena baru yang dapat terjadi di masa depan. Apabila fenomena tersebut berpotensi membahayakan kesejahteraan masyarakat suatu negara, maka fenomena ini harus dapat dicegah sedini mungkin.

Budaya kekinian memunculkan fenomena baru di masyarakat. Fenomena ini bisa menjadi tujuan dari penelitian sosial yang kamu rancang.

Contoh dari fenomena yang mungkin terjadi di masa depan adalah fenomena sosial media, fenomena Youtuber sebagai profesi baru, fenomena ketimpangan sosial yang terjadi selama pandemi, hingga fenomena politik antar ras, suku dan agama yang masih sering terjadi.

Menjelaskan Hubungan Antar Fenomena

Penelitian sosial tidak hanya meneliti mengenai fenomena tunggal, tetapi juga dapat meneliti hubungan antar fenomena yang ada. Hubungan antar fenomena ini disebut sebagai interelasi, yang menggambarkan hubungan atau keterkaitan antara fenomena sosial dengan kehidupan sosial. Contohnya adalah fenomena masalah kesehatan pernafasan yang dialami kelompok masyarakat pesisir, di sebuah daerah di Indonesia.

Mengembangkan Program atau Teknik Tertentu

Penelitian sosial membutuhkan metode penelitian yang tepat agar penelitian yang dilakukan dapat memperoleh hasil yang tepat dan akurat. Metode penelitian yang biasanya digunakan dalam penelitian sosial adalah metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian sosial, peneliti dapat mengembangkan program atau teknik baru sesuai dengan pengembangan alat ukur yang digunakan.

Memiliki Tujuan Praktis

Setiap penelitian harus dapat memiliki manfaat langsung atau tujuan prkatis dalam kehidupan manusia. Jenis penelitian yang menekankan pentingnya tujuan praktis biasanya adalah metode applied research yang memang dilakukan dengan suatu tujuan. Misalnya, menentukan harga produk dan jalur distribusi produk dari sebuah perusahaan.

Memperoleh Ilmu Pengetahuan Yang Baru

Setiap penelitian dilakukan agar dapat ditemukannya suatu pengetahuan baru yang berisi informasi baru dan pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat. Demikian juga halnya dengan penelitian sosial, yang ditujukan untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai fenomena sosial yang sebelumnya belum ada.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Selain untuk memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum ada, penelitian juga dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan erat dengan subjek penelitian. Dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, manusia dapat mengetahui dan mempelajari lebih dalam mengenai subjek dalam penelitian tersebut.

Menguji Kebenaran Dari Ilmu Pengetahuan

Penelitian juga dilakukan untuk menguji kebenaran dari ilmu pengetahuan, Pahamifren. Bila dalam penelitian tersebut kebenaran dari penelitian sebelumnya terbantahkan, maka kebenaran baru dalam penelitian yang sedang sudah dilakukan akan menjadi kebenaran baru dalam ilmu pengetahuan terkait.

Kegunaan Penelitian Sosial

Menurut Siti Partini, penelitian sosial tentu memiliki kegunaan yang sangat penting, antara lain:

Penjajagan (Eksploratif)

Penelitian sosial berguna untuk menemukan kemungkinan terbaik dalam memecahkan masalah sosial, sehingga sifatnya masih mencoba-coba dan terbuka terhadap kemungkinan baru. Misalnya, upaya untuk menanggulangi kemiskinan atau kriminalitas dalam masyarakat.

Deksriptif

Penelitian sosial berguna untuk melakukan pengukuran yang cermat atas fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. Misalnya, penelitian mengenai pendapatan masyarakat atau jumlah pengangguran.

Pengertian dan Bentuk-Bentuk Ketimpangan Sosial dapat menjadi objek penelitian sosial.

Eksplanatori

Penelitian sosial berguna dalam menjelaskan berbagai penyebab yang melatarbelakangi suatu keadaan tertentu. Misalnya, pengaruh kemiskinan terhadap peluang hidup manusia.

Evaluatif

Penelitian sosial berguna untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang sudah dicapai dari awal program. Misalnya, penelitian mengenai efektivitas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam mengurangi anak putus sekolah.

Prediktif

Penelitian sosial berguna untuk memprediksi fenomena sosial tertentu yang mungkin akan terjadi di masa depan. Misalnya, penelitian mengenai akibat banjir lumpur panas Sidoarjo di masa mendatang.

Manfaat Penelitian Sosial

Ada sejumlah manfaat yang dihasilkan dari sebuah penelitian sosial, di antaranya:

  • Menjadi salah satu cara untuk menemukan kemungkinan terbaik dalam memecahkan suatu masalah sosial.
  • Menganalisa gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat.
  • Memprediksi kondisi yang belum ada berdasarkan fakta sosial yang sedang dihadapi.
  • Mencari sebab akibat dari permasalahan yang ada di masyarakat.
  • Mengetahui keberhasilan atau pencapaian suatu program kerja.
  • Memberikan sumbangan pemikiran agar hasil penelitian dapat mendorong progres perubahan.

Jenis-Jenis Penelitian Sosial

Penelitian sosial dibagi menjadi beberapa jenis, Pahamifren. Jenis-jenis ini didasarkan beberapa hal. Nah, biar kamu paham, yuk, kita bahas apa saja jenis-jenis penelitian sosial dan apa saja yang mendasari perbedaan jenis-jenis penelitian tersebut.

Berdasarkan Hasil yang Diperoleh

Berdasarkan hasil yang diperoleh, penelitian dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Penelitian Dasar (Basic Research), yaitu penelitian murni yang dilakukan untuk mengembangkan dan memperdalam suatu ilmu pengetahuan.
  • Penelitian Terapan (Applied Research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan untuk membantu memecahkan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta diarahkan untuk penggunaan secara praktis dalam kehidupan.
  • Penelitian Evaluasi, penelitian yang dilakukan untuk mengukur hasil atau dampak dari suatu aktivitas, program, atau proyek dengan cara membandingkannya dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan bagaimana cara pencapaiannya.

Berdasarkan Metode yang Digunakan

Berdasarkan metode yang digunakan, penelitian dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Penelitian Historik, yaitu penelitian yang berupaya mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lalu, seperti mengkaji peristiwa-peristiwa bersejarah.
  • Penelitian Survey, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari berbagai individu atau kelompok melalui wawancara, angket, atau mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.
  • Penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang memanipulasi (merekayasa, mengatur) situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tujuan penelitian.
  • Penelitian Observasi, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan.

Ditinjau dari Bidang Ilmu

Dari bidang keilmuannya, penelitian sosial dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Penelitian Bidang Alam (Eksakta), seperti penelitian mengenai biologi mengenai penemuan bibit unggul atau manfaat tanaman obat.
  • Penelitian Bidang Sosial dan Humaniora, seperti penelitian mengenai politik, ekonomi, sosial budaya, etnografi, pendidikan, dan lain sebagainya. 

Ditinjau dari Pendekatan

Berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitian sosial dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pendekatan Bujur (Longitudinal), yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan dengan waktu lama terhadap subjek yang sama.
  • Pendekatan Silang (Cross–Section), yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan dengan waktu yang pendek terhadap subjek yang berbeda.

Ditinjau dari Tempat

Ditinjau dari tempatnya, penelitian dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Penelitian Laboratorium, yaitu penelitian yang dilakukan di tempat khusus dengan menggunakan alat dalam melakukan percobaan. Misalnya penelitian mengenai vaksin suatu virus.
  • Penelitian Lapangan, yaitu penelitian berdasarkan kehidupan yang sebenarnya. Misalnya penelitian mengenai kehidupan buruh pabrik es krim atau tekstil.
  • Penelitian Perpustakaan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari informasi dengan bantuan dari berbagai materi yang ada di perpustakaan. Misalnya penelitian mengenai babad melalui naskah, kisah sejarah, dan dokumen sejarah.

Dilihat dari Wujud Data

Berdasarkan wujud datanya, penelitian dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Berdasarkan Cara Memperolehnya:

Data Primer, yang didapat dari sumber pertama, seperti dari hasil wawancara.

Data Sekunder, yang didapat dari sumber kedua, seperti data mengenai monografi desa.

  • Berdasarkan Sifatnya:

Data Kuantitatif, yang dinyatakan dalam bentuk angka.

Data Kualitatif, yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi.

  • Berdasarkan Sumber yang Diperoleh:

Data Intern, yang dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri.

Data Ekstern, yang dikumpulkan oleh orang lain.

Kamu harus mengolah dan mengklasifikasikan data yang diperoleh dari penelitian sosial.


Ditinjau dari Cara Pembahasannya

Berdasarkan cara pembahasannya, penelitian dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang memaparkan, menuliskan, melukiskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa, secara apa adanya.
  • Penelitian Inferensial/Eksplanasi, yaitu penelitian yang melukiskan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah yang diteliti.

Berdasarkan Tujuan Penelitiannya

Berdasarkan tujuan penelitiannya, penelitian dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

  • Penelitian Eksploratif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggali secara luas mengenai beberapa sebab ataupun hal yang dapat mempengaruhi terjadinya sesuatu.
  • Penelitian Development, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan sekaligus meningkatkan mutu melalui percobaan dan penyempurnaan.
  • Penelitian Verifikatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengoreksi kembali kebenaran dari hasil penelitian lain.
  • Penelitian Korelatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya kaitan antara dua variabel atau lebih.
  • Penelitian Komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan persamaan serta perbedaan dua atau lebih dengan menggunakan fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang sedang diteliti.

Metode Penelitian Sosial

Dalam penelitian sosial, terdapat dua jenis prosedur atau cara yang dapat ditempuh peneliti untuk mendapatkan penjelasan mengenai gejala sosial yang ada di masyarakat. Dua metode penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang berdasarkan data numerik atau data dalam bentuk angka, berupa grafik, angka, tabel. Jadi, sekalipun penelitian kuantitatif menggunakan wawancara terbuka, hasil narasi dari wawancara tersebut diubah menjadi angka melalui proses koding atau kuantifikasi.

Dalam penelitian kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen seperti formulir survei, kuesioner, dan alat polling yang sudah dirancang sebelum peneliti turun ke lapangan. 

Saat proses pengumpulan data dilakukan, peneliti akan fokus pada isi instrumen penelitian, sehingga unsur subjektivitas dari peneliti akan sangat minim dan data penelitian akan bersifat objektif.

Metode penelitian kuantitatif yang sering digunakan oleh peneliti adalah penelitian longitudinal, penelitian survei, dan penelitian cross–sectional. Contoh penelitian sosioal yang menggunakan metode penelitian kuantitatif ini adalah partisipasi pemilih pemula dalam pemilu.

Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan data naratif atau kata-kata. Setelah peneliti mendapatkan data naratif dari proses pengumpulan data, peneliti akan menginterpretasikan semua data tersebut.

Dalam penelitian kualitatif, proses pengolahan data juga dapat dilakukan melalui koding, tapi bukan untuk menilai data tersebut, melainkan untuk melihat pola jawaban informan. Perbedaan yang paling menonjol antara penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian kualitatif tidak dimulai dari asumsi teoritis atau hipotesis.

Dalam mengumpulkan data, penelitian kualitatif biasanya menggunakan metode wawancara dan observasi. Melalui dua metode tersebut, peneliti mengumpulkan data naratif dari informan dan kondisi lapangan berupa koleksi cerita. Dalam proses pengumpulan data ini, unsur subjektif peneliti memegang peranan penting karena peneliti bertugas menginterpretasi data naratif yang diperoleh selama proses pengumpulan data. 

Selama proses pengumpulan data, biasanya peneliti menggunakan panduan wawancara, buku catatan, tape recorder, atau instrumen lainnya untuk mencatat atau merekam narasi dari informan di lapangan. Beberapa contoh metode penelitian kualitatif adalah fenomenologi, etnografi, dan studi kasus.

Contoh penelitian sosiologi yang menggunakan metode penelitian kualitatif adalah melihat hubungan antara ibu single parent dengan anak dalam lembaga keluarga. Penelitian seperti ini biasanya akan melihat perhatian ibu single parent kepada anaknya untuk melihat tingkat perubahan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat modern.

Nah, itulah pembahasan Materi Sosiologi Kelas 10 mengenai Penelitian Sosial. Semoga bisa menjadi referensi belajar kamu ya. Khusus buat Pahamifren yang ingin mendapatkan akses materi belajar menarik lainnya, kamu bisa mengunduh aplikasi Pahamify di link ini ya.

Bagi kamu yang ingin lolos UTBK SBMPTN 2021, kamu bisa mengikuti try out online dari Pahamify di link ini. Jangan lupa, lihat informasi promo menarik lainnya di laman https://pahamify.com/promo/ ini ya!

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version