Paket Belajar Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Pahamifren, pasti kamu sudah akrab banget sama bahasa Indonesia. Mulai dari mengobrol, chatting, dan melakukan kegiatan sehari-hari lainnya sering menggunakan bahasa Indonesia. Meski demikian, masih banyak di antara kita yang sering salah dalam penulisan bahasa Indonesia, lho. Terkadang kita tidak menyadari telah menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Bahkan, kita tidak mengetahui penulisan yang benar dan salah seperti apa karena sudah kebiasaan, atau sekadar ikut-ikutan. Kira-kira, penulisan bahasa Indonesia apa saja sih yang sering salah tulis? Apakah kamu sering melakukannya juga? Yuk, langsung cek daftar kosakata yang sering salah tulis berikut ini!

Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Salah

Sebenarnya, ada banyak kesalahan kosakata bahasa Indonesia yang bisa kamu temukan, atau bahkan kamu secara tidak sadar melakukannya. Namun, biar kamu enggak bingung, Mipi hanya bahas 7 daftar kosakata paling sering salah tulis saja, ya. Berikut daftarnya:

Terima Kasih atau Terimakasih?

Seperti yang kamu ketahui, kata ini termasuk dalam tiga kata ajaib selain kata ‘tolong’ dan ‘maaf’. Walaupun sangat umum digunakan sebagai ungkapan rasa syukur, ternyata masih banyak yang bingung penulisan benar seperti apa. Penulisan kata yang benar atau baku sesuai KBBI adalah ‘terima kasih’. Jadi, mulai sekarang penulisan kata ‘terima kasih’ atau ‘berterima kasih’ enggak boleh disatukan lagi ya, Pahamifren.

Makhluk atau Mahluk?

Kosakata sering salah tulis berikutnya yaitu kata ‘makhluk’ atau ‘mahluk’. Makna kata ini berarti sesuatu yang dijadikan atau diciptakan oleh Tuhan. Contohnya, manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Saat belajar ilmu biologi, kamu masih sering menulis ‘makhluk hidup’ atau ‘mahluk hidup’? Buat kamu yang menulis menggunakan kata ‘makhluk’, selamat kamu sudah tepat! Penulisan ‘makhluk’ sesuai dengan kata baku KBBI, sementara ‘mahluk’ bukanlah kata baku.

Analisa atau Analisis?

Biasanya, kosakata ini sering digunakan untuk penulisan ilmiah. Sama seperti kata ‘aktivitas’, kata yang satu ini juga merupakan kata serapan dari bahasa Inggris. Dalam penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, akhiran –ysis akan berubah menjadi –isis. Jadi, penulisan yang benar adalah analisis bukan analisa. Hal ini juga berlaku pada penulisan kata kerja ‘menganalisis’ bukan ‘menganalisa’.

Sekadar atau Sekedar?

Apabila ada seseorang berbuat salah dan kamu ingin menegurnya, kamu menggunakan kalimat ‘sekedar mengingatkan’ atau ‘sekadar mengingatkan’? Penulisan kata ‘sekedar’ masih sering digunakan banyak orang. Jadi, kamu mungkin berasumsi bahwa penulisan bahasa Indonesia yang tepat adalah sekedar. Padahal, yang benar adalah sekadar dan berasal dari kata dasar ‘kadar’.

Idulfitri atau Idul Fitri?

Menjelang bulan Ramadhan dan hari raya seperti saat ini, kamu pernah menerima atau mengirimkan kartu ucapan hari raya kan? Kira-kira penulisan ucapan yang benar ‘Selamat Hari Raya Idulfitri’ atau ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri’, ya? Ternyata penulisan yang benar adalah idulfitri. Berdasarkan KBBI, idulfitri diartikan sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Hoaks atau Hoax?

Stop penyebaran Hoax! Pahamifren pasti sudah tidak asing dengan kalimat tersebut. Kosakata ‘hoax’ itu ternyata masih dalam bahasa Inggris, lho! Bentuk kata serapan yang benar sesuai KBBI adalah hoaks. Hoaks berarti informasi bohong yang tidak sesuai fakta dan tidak dilengkapi data terkait. Mulai sekarang, jangan salah penulisan lagi, ya.

Aktivitas atau Aktifitas?

Penulisan kata ini punya keistimewaan, Pahamifren. Mungkin saat kamu mengecek di kamus KBBI, kamu menemukan kata dasar ‘aktif’ sehingga menulis kata ini dengan ‘aktifitas’. Padahal, yang benar adalah aktivitas. Kosakata ini merupakan kata serapan dari bahasa asing yaitu activity.

Sesuai kaidah bahasa Indonesia, imbuhan asing berakhiran –ity akan diserap bersama kata dasarnya. Itulah sebabnya penulisan activity diserap menjadi aktivitas. Contoh lainnya seperti kata efektif dan efektivitas.

Ejaan yang Sering Salah Penggunaan

Selain kosakata, beberapa ejaan dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia juga sering salah penggunaan. Umumnya, kesalahan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan penulisan ejaan yang benar. Beberapa kesalahan ejaan yang sering terjadi, antara lain:

Penggunaan kata depan ‘di’ dan ‘ke’

Banyak di antara kamu masih bingung menggunakan kata ‘di’ dan ‘ke’ yang disambung atau dipisah. Ada yang menggabungkan kata depan ‘di’ dan ‘ke’ dengan nama tempat atau arah, serta ada pula yang memisah kata depan ‘di’ dalam kata kerja pasif.

Penulisan kata ‘di’ atau ke’ sebelum nama tempat, lokasi, dan waktu yang benar harus dipisah. Contohnya, di Malang, ke sana, ke sekolah, di rumah, dan sebagainya. Sebaliknya, kalau kata depan ‘di’ atau ‘ke’ diikuti kata selain penunjuk tempat bisa digabung. Misalnya, diterima dan kegunaan. Perlu diingat, jika ‘di’ yang disambung dapat diubah menjadi kata kerja aktif, maka pada penggunaan ‘di’ yang dipisah tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif. Contohnya, kata ‘di terminal’ tidak diubah menjadi ‘me-nerminal’.

Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama penunjuk kekerabatan

Kata-kata penunjuk kekerabatan contohnya adalah bapak, ibu, saudara, adik, kakak, dan lain sebagainya. Kata ini menggunakan awalan kapital jika digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Misalnya, pada kalimat ‘Besok Ibu pergi ke mana?’. Namun, huruf kapital tidak berlaku jika kata yang dipakai tidak mengacu pada penyapaan. Contohnya pada kalimat ‘Saya memiliki dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki’.

Tips Mengurangi Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia

Bagaimana, Pahamifren? Sekarang sudah tahu dong tata cara penulisan bahasa Indonesia yang benar. Nah, untuk mengurangi kesalahan penulisan bahasa Indonesia, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

Perbanyak membaca teks bacaan

Kemampuan memahami bacaan dan penulisan bahasa Indonesia bisa berkembang dengan baik saat kamu rajin membaca. Kamu bisa mendapatkan sumber teks bacaan dari buku, koran, majalah, maupun blog. Atau, kalau kamu sedang mempersiapkan UTBK SBMPTN, kamu juga dapat melatih kemampuan berbahasa Indonesia dari latihan soal UTBK. Selain memahami penulisan yang benar, cara ini bisa membantumu terbiasa dengan konsep soal yang diujikan.

Catat Kosakata yang Tidak Tahu

Saat membaca teks bacaan, biasakan menandai atau mencatat kosakata yang kamu belum tahu. Cara ini akan membantu meningkatkan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Setelah mencatatnya, kamu bisa mengecek penulisan yang benar di KBBI atau PUEBI.

Sering Membuka KBBI atau PUEBI

Tips terakhir agar kesalahan penulisan bahasa Indonesia berkurang, kamu mesti rajin membuka KBBI atau PUEBI. Lewat KBBI dan PUEBI, kamu bisa mempelajari lebih jauh penulisan bahasa Indonesia. Mulai dari penulisan kata, tanda baca, ejaan, huruf kapital, hingga penulisan huruf asing. Cara ini akan memotivasi kamu untuk selalu memperbaiki kata atau penulisan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Itulah ulasan seputar penulisan bahasa Indonesia yang sering salah dan tips mengatasinya. Semoga dari ulasan ini kemampuan berbahasa Indonesia kamu semakin meningkat, ya.

Nah, supaya belajarnya semakin efektif, kamu bisa menggunakan aplikasi belajar online Pahamify. Ditemani dengan Rockstar Teacher Pahamify yang profesional dan video konsep materi menarik, proses belajar di Pahamify dijamin seru, sekaligus bikin paham.

Mengingat penulisan bahasa Indonesia menjadi topik yang sering muncul di soal TPS UTBK SBMPTN, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dari sekarang dengan mencoba latihan soal UTBK di fitur Try Out Online Pahamify. Jangan lupa upgrade ke Try Out Premium untuk mendapatkan ratusan latihan soal UTBK dan akses ke berbagai fitur keren secara maksimal.

Tunggu apalagi, download aplikasi Pahamify sekarang dan gunakan semua fitur kerennya untuk raih kampus impian!

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

3 Comments on “7 Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Salah dan Tips Mengatasinya, Ada Apa Saja?

Darmansyah
June 11, 2021 at 4:20 pm

untuk tulisan atas nama bagaimana?
an atau a.n atau A.n.

Reply
Darmansyah
June 11, 2021 at 4:20 pm

untuk tulisan atas nama bagaimana?
an atau a.n atau A.n.

Reply
Fitri Dewanty
June 18, 2021 at 11:44 am

Halo Darmansyah, penulisan singkatan atau akronim atas nama yang benar sesuai PUEBI adalah a.n.
Referensinya bisa kamu cek di https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/singkatan-dan-akronim/, ya. Semoga membantu 🙂

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll