Pahamifren, memilih jurusan kuliah memang menjadi persoalan sendiri bagi pelajar SMA. Apakah jurusan kuliah bisa menentukan karir di masa depan? Lebih baik pilih jurusan yang prospek kerjanya banyak atau yang ilmunya disukai saja, ya? Kegalauan semacam ini sering terjadi dan terkadang bisa membuatmu tak kunjung menentukan jurusan kuliah, bahkan sampai seleksi masuk perguruan tinggi tiba.

Idealnya, memilih jurusan kuliah memang harus mempertimbangkan dua aspek, yaitu karir dan minat. Sayangnya, nggak semua jurusan yang kita suka punya prospek kerja yang luas. Ada beberapa program studi yang ditujukan untuk karir spesifik. Misalnya, jurusan Ilmu Kedokteran, prospek kerjanya secara umum berada di bidang kesehatan. Kalau seperti ini, cara menyikapinya bagaimana, ya?

Biar lebih jelas, Mipi bakal merangkum pertimbangan memilih jurusan, sesuai prospek kerja atau minat, berdasarkan cuitan Twitter Kak Fikri pada 23 Januari 2021. Yuk, simak pembahasannya sampai selesai!

Pertimbangan Memilih Jurusan Kuliah

Sebelum membahas memilih jurusan kuliah sesuai prospek kerja atau minat, kamu perlu tahu kalau kehidupan saat ini sangat dinamis. Kehidupan dinamis ini berpengaruh terhadap pekerjaan seseorang dalam berkarir di era sekarang. Dalam artian, apa yang kamu pelajari di perkuliahan belum tentu cukup dan sama dengan pekerjaan yang akan kamu tekuni setelah lulus nantinya.

Jadi, mau memilih jurusan sesuai prospek kerja atau ilmu yang disuka, semua ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, yang terpenting adalah kamu harus bisa belajar dengan cepat dan terus beradaptasi dengan lingkungan. Dengan begitu, kamu bisa mengikuti proses perkuliahan secara maksimal, serta mampu mengikuti prospek kerja yang terus berkembang.

Jurusan Kuliah Sesuai Prospek Kerja

“Aku mau masuk jurusan Filsafat, tapi katanya susah dapat pekerjaan. Apa pilih jurusan yang banyak prospek kerjanya saja, ya?” Siapa nih di antara kamu yang sedang mengalami situasi serupa? Sudah punya pilihan jurusan kuliah yang sesuai minat, tapi berpindah karena menganggap peluang mendapatkan pekerjaan setelah lulus cukup sulit. Sebenarnya, keputusan ini tidak sepenuhnya salah, Pahamifren.

Memikirkan karir di masa depan sangatlah penting. Apalagi, tahap selanjutnya yang akan kamu masuki setelah lulus kuliah adalah dunia kerja. Mengambil jurusan kuliah yang banyak prospek kerjanya bisa membuat peluang karir kamu di masa depan terbuka lebar. IPK, prestasi, serta keahlian lainnya di proses perkuliahan yang relevan dengan karir tersebut bisa menunjang peluang lolos seleksi saat melamar pekerjaan.

Selain itu, jurusan kuliah yang sesuai karir di masa depan bisa menjadi bekal untuk menimba ilmu lebih awal. Jadi, kamu tidak perlu belajar dari nol lagi ketika lulus dan masuk ke karir yang berkaitan. Namun, menurut Kak Fikri, masalah diterima kerja mudah atau sulit itu juga tergantung dengan nilai yang dianut perusahaannya. Apakah perusahaan tersebut melihat jurusan dan gelar kamu? Atau, mereka lebih melihat attitude dan karakter karyawannya? Bisakah beradaptasi dengan perubahan dan cepat bangkit dari kegagalan?

Saran dari Mipi, jika ingin mengambil jurusan yang sesuai prospek kerja, carilah jurusan yang masih disukai dan mata kuliahnya bisa kamu ikuti. Jangan sampai asal pilih jurusan yang prospek kerjanya luas dan gajinya tinggi, tapi kamu kesulitan mengikuti perkuliahannya. Yang ada, kamu jadi merasa salah jurusan kuliah deh!

Jurusan Kuliah Sesuai Minat

Buat kamu yang sudah menemukan jurusan kuliah sesuai passion dan minat, nggak ada salahnya tetap fokus pada jurusan tersebut. Memilih jurusan kuliah yang sesuai minat, akan membuatmu suka pada proses perkuliahan. Kamu bisa jauh lebih termotivasi mengulik ilmu yang kamu dalami, termasuk karir setelah lulus nanti. Bahkan, kamu dapat mengembangkan skill yang spesifik di jurusan yang kamu minati.

Contohnya, kamu minat di jurusan Filsafat. Secara tidak langsung, kamu akan berusaha menggali lebih dalam tentang ilmu Filsafat. Kamu juga akan mengembangkan skill berpikir terstruktur, kritis, rajin membaca, dan menulis. Skill seperti itu tentunya penting dikuasai di era sekarang ini.

Dari cuitannya, Kak Fikri menyampaikan bahwa mendalami apa yang kamu sukai bisa membuatmu lebih fokus. Kamu akan berjuang menjadi ahli di bidang tersebut. Perkara sulit atau mudahnya mencari kerja setelah lulus, kalau kamu sudah fokus dan ahli di jurusan yang kamu pilih, pasti ada banyak cara meraih tujuan dan karir di masa depan.

Mana yang Lebih Baik?

Nah, itu dia ulasan tentang pertimbangan memilih jurusan ala Kak Fikri, baik sesuai prospek kerja atau minat. Pertimbangan mana yang lebih baik tentunya sesuai dengan kebutuhan kamu masing-masing, Pahamifren. Alangkah baiknya kamu bisa menggabungkan dua aspek tersebut saat memilih jurusan.

Apa pun jurusannya, yang terpenting kamu serius dalam belajar dan mau mengembangkan diri. Ingat bahwa role kerja di era sekarang sangatlah dinamis. Jangan hanya fokus pada akademis perkuliahan saja, kamu juga perlu mengembangkan soft skill dan hard skill yang berguna untuk karir kamu di masa depan.

Buat yang masih bingung milih jurusan kuliah apa, kamu bisa konsultasi dengan psikolog profesional di Pahamify. Ikuti tes minat dan bakat, sekaligus tonton video-video konseling untuk menambah pemahamanmu.

Agar lebih siap mengejar jurusan di kampus impian, kamu juga bisa memanfaatkan fitur TryOut dari Pahamify. Lewat fitur ini, kamu akan diberikan akses latihan soal UTBK berkonsep HOTS yang lengkap dan ter-update. Jangan lupa upgrade ke TryOut Premium biar kamu bisa mendapatkan akses fitur keren persiapan kuliah secara maksimal.

Tunggu apalagi, download aplikasi Pahamify sekarang di sini. Gunakan semua fiturnya untuk #TaklukkanUTBK dan raih PTN impian!

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version