Manusia di muka bumi kian hari kian bertambah. Saat ini ada sekitar 7 miliar manusia yang tinggal di planet bumi. Dengan banyaknya jumlah manusia, semakin hari kebutuhannya pun semakin beragam. Manusia memanfaatkan alam untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup.

Salah satu caranya dengan menggunduli hutan lebat sehingga berubah menjadi lahan kosong untuk memenuhi berbagai kepentingannya. Hutan disulap menjadi lahan untuk perkebunan, pertambangan sampai tempat tinggal. Semua kini tidak terkendali hingga menghasilkan kerusakan.

Per tulisan ini dirilis, kabar yang paling santer diberitakan adalah kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan, Riau dan Jambi. Kejadian tersebut membuat masyarakat setempat kesulitan untuk menghirup udara segar. Siang yang seharusnya terang menjadi lebih kelam karena asap yang menyelimuti kawasan terdampak. Bahkan imbasnya pun dirasakan oleh negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.

Langit yang diakibatkan oleh kebakaran hutan di Jambi
(sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4069796/dikira-tanda-kiamat-ini-sebab-langit-merah-di-muaro-jambi) 

Dari kasus tersebut kita bisa belajar bahwa keragaman hayati adalah sesuatu yang perlu dijaga. Bukan hanya manusia yang merasakan kerugian apabila pepohonan kehilangan eksistensinya dalam ekosistem. Hewan-hewan pun keberadaannya terancam karena kehilangan habitat. Burung-burung, kera dan hewan lainnya yang memanfaatkan tumbuhan untuk bertahan hidup akan terancam punah. 

Pemerintah memang sudah melakukan usaha-usaha untuk menjaga keragaman hayati dengan membentuk konservasi alam. Ada juga NGO (non-governmental organisation) seperti IAR (International Animal Rescue) dan WWF (World Wide Fund for Nature) yang bergerak pula dalam menjaga, memelihara serta melindungi. 

Tapi bukan berarti kamu sebagai masyarakat yang tinggal di bumi hanya menggantungkan tanggung jawab ke pemerintah dan NGO. Bukan hanya mereka yang bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam. Setiap manusia yang tinggal di planet bumi bertanggung jawab dengan kondisi lingkungan bumi. Termasuk aku, kamu dan kita!

Upaya yang bisa kita lakukan dan paling sederhana bisa dimulai dari membuang sampah pada tempatnya. Terutama sampah plastik yang sulit untuk diurai. Hewan keberadaannya dapat terkontaminasi apabila sampah plastik jika dibuang secara sembarangan. Kematian adalah salah satu resiko yang bisa didapat oleh hewan ketika mereka tidak sengaja mengkonsumsi sampahmu. Pernahkah kamu melihat bentuk tempurung kura-kura yang berubah akibat sampah plastik? Kasian kan kura-kuranya.

Kura-kura yang terdampak oleh sampah plastik
(sumber: https://www.hipwee.com/travel/penyu-penyu-ini-begitu-tersiksa-karena-sampah-menjerat-tubuhnya-wahai-manusia-sadarlah-segera)

Nah, di aplikasi Pahamify, kamu dapat belajar mengenai pelestarian keragaman hayati dan penjelasan tentang upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Semuanya akan dijelaskan secara lengkap dan seru di mata pelajaran Biologi kelas X bab keragaman hayati.

Sebetulnya menjaga lingkungan bukanlah perkara sulit. Sesederhana tidak membuang sampah sembarangan saja bisa berdampak positif untuk lingkunganmu. Semua menjadi rumit apabila kita melakukan tindakan-tindakan yang merugikan lingkungan. Lebih nyaman kan ketika rumah yang kamu tinggal terawat dengan baik. Jadi, yuk jaga planet kita!


Artikel ini disari dari skrip materi pembelajaran Biologi di aplikasi belajar online Pahamify yang dibuat oleh Reni Muliani. Untuk materi lengkap dapat dipelajari melalui video terkait dengan mendownload aplikasi Pahamify di Google Play dan Apple App Store.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

Home

Karir

Mitra

About Us

Blog