Sehari-hari kita seringkali memanfaatkan minyak bumi. Zat kimiawi ini seakan ada di dunia sebagai syarat agar semua urusan berjalan lancar. Mulai dari saat kamu berkendara, mengantarkan ibu untuk membeli kebutuhan dapur hingga kamu menyalakan kompor untuk membantu ibu menyajikan sajian makan malam keluarga. Tanpa sumber daya ini, kamu akan kesulitan untuk mencari bahan bakar untuk menggerakan kendaraan. Kompor yang kamu gunakan juga tidak akan menyala. Alasannya karena bahan bakar kendaraanmu dan gas LPG yang kamu pakai itu berasal dari minyak bumi.

Apa itu minyak bumi?

Minyak bumi pada dasarnya adalah campuran dari berbagai senyawa. Di dalamnya, paling banyak ditemukan senyawa hidrokarbon dengan jumlah sebesar 90 hingga 99%. Selain senyawa hidrokarbon, terkandung pula senyawa belerang, nitrogen, oksigen, dan senyawa yang mengandung ikatan logam dengan karbon atau biasa disebut organologram, meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Tapi keberadaan sesuatu itu bukan melalui proses yang instan kan? Bahkan mie instan pun bisa tersaji di atas piring cantik melalui berbagai proses. Kemunculan minyak bumi bisa memerlukan waktu yang sangat lama karena prosesnya melalui fenomena alam yang bahkan berjalan selama berjuta-juta tahun. Itupun tidak bisa langsung kamu gunakan. Minyak yang baru muncul itu harus diolah terlebih dahulu di kilang minyak dan terbagi ke berbagai tahap.

Dengan adanya proses yang panjang dan cukup rumit tentu saja membuat minyak menjadi sesuatu yang sangat penting keberadaannya. Hal tersebut pula yang membuat sumber daya alam ini tidak dapat diperbaharui. Untuk mengetahui lebih detail bagaimana minyak bumi terbentuk dan diolah sehingga akhirnya bisa kamu gunakan untuk menyalakan kendaraan dan kompor, saksikan video pembelajaran lebih lengkap mengenai Minyak Bumi yang ada di aplikasi Pahamify.

Bersyukurlah kita sebagai warga Indonesia karena negara ini memiliki banyak tempat cadangan minyak. Minyak bumi milik Indonesia biasanya berada di daerah pantai atau lepas pantai. Daerah tersebut di antaranya adalah pantai utara Jawa, daerah Sumatera Utara dan Timur, daerah Kalimantan Timur, dan daerah Kepala Burung, Papua. Namun, perlu disayangkan karena berlimpahnya ketersediaan ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Penggunaan dan pengelolaan di Indonesia tidak terkendali, sehingga hitungan para ahli mengindikasikan adanya ancaman kelangkaan di tahun 2027.

Semoga kita mampu untuk berhemat dan bijak dalam menggunakan sumber daya ini ya. Mungkin bisa dimulai dengan menggunakan transportasi umum jika kamu hendak bepergian. 🙂


Artikel ini disari dari skrip materi pembelajaran Kimia di aplikasi belajar online Pahamify yang dibuat oleh Siti Nurul Fadilah. Untuk materi lengkap dapat dipelajari melalui video terkait dengan mendownload aplikasi Pahamify di Google Play dan Apple App Store.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

Home

Karir

Mitra

About Us

Blog