Ikuti Try Out Online UTBK Pada 12 - 15 Oktober 2020

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya. Kaya akan budaya serta sumber daya. Bentuk negara yang kepulauan membuat negara ini memiliki berbagai budaya yang beraneka ragam. Budaya yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri tersebar di berbagai daerah dan selalu dijaga secara turun temurun.

Tak heran apabila kamu berjalan-jalan ke sebuah daerah di Indonesia, pasti menemukan hal yang unik. Bahkan terkadang dapat menjadi hiburan sekaligus menambah khazanah budaya tersendiri bagi kita yang berkunjung ke tempat tersebut. Seperti halnya tarian khas Bali, tari kecak yang bisa kamu saksikan ketika kamu mengunjungi Uluwatu.

Sumber daya yang dimiliki Indonesia pun sangat kaya. Mulai dari hasil tambang sampai hasil rempah. Hasil tambang Indonesia beberapa dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Seperti contohnya di Martapura yang merupakan penghasil Intan terbesar di dunia. 

Bahkan sejak jaman dahulu, hasil rempah Indonesia pun menjadi primadona di kalangan dunia. Indonesia dikenal sepanjang sejarah karena kekayaan rempah-rempahnya, mulai dari pala, cengkeh, jahe, lada, hingga kayu manis. Maka tak heran sejak zaman penjajahan, bangsa Portugis tergugah untuk menjajah negara kita.

Siapa sangka, ternyata penjajahan pertama yang pernah terjadi di Indonesia niat awalnya bukanlah karena semata-mata karena ingin menjajah saja. Bahkan, penjajahan bisa dibilang adalah imbas dari tujuan utama datangnya beberapa negara Eropa ke Nusantara.

Tujuan mereka awalnya adalah aktivitas perdagangan

Kisah penjajahan Nusantara sejak abad ke 15 diawali dari ibu kota Byzantium, salah satu bagian dari Kekaisaran Romawi yang bernama Konstantinopel. Kota ini merupakan salah satu kota yang memiliki peranan penting dalam perdagangan dunia.

Konstantinopel juga menjadi pintu gerbang perdagangan Asia ke Eropa. Konstantinopel adalah kota yang harus kamu kunjungi apabila kamu saat itu adalah salah satu rakyat eropa dan menyukai rempah seperti daun teh yang asalnya dari India.

Suatu hari, Konstantinopel dikepung selama delapan pekan oleh pasukan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih alias Mehmed II. Hingga akhirnya, kota istimewa nan strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia ini runtuh. Sehingga menyebabkan distribusi perdagangan ke Eropa menjadi tertutup.

Tutupnya distribusi perdagangan tersebut membuat harga rempah-rempah melambung tinggi. Tentu saja kenaikan harga ini disebabkan karena penduduk benua Eropa yang menjadi kesulitan untuk mendapatkan rempah-rempah.

Keadaan ini tentunya tidak membuat bangsa-bangsa Eropa tinggal diam. Mereka ingin mengembalikan kejayaan telah direnggut oleh pasukan Turki Ottoman. Mereka merasa rempah mereka dirampas oleh Muhammad Al-Fatih dan para pasukannya. 

Usaha menuju kembalinya kemasyuran yang dulu pernah dirasakan bangsa-bangsa Eropa harus ditempuh. Cara yang bisa dilakukan pada saat itu adalah melakukan penjelajahan ke seluruh dunia untuk mencari rempah-rempah.Jalur darat yang ditutup membuat bangsa-bangsa Eropa menempuh jalur laut untuk melakukan penjelajahan.

Penjelajahan samudra dilakukan berkali-kali oleh bangsa-bangsa Eropa. Dari penjelajahan yang dilakukan bertahun-tahun lamanya, mereka menemukan banyak tempat yang bisa dikunjungi. Ada yang ke Amerika, Australia, India, dan Nusantara pun menjadi negara yang ikut disambangi.

Salah satu yang melakukan perjalanan tersebut adalah bangsa Portugis. Mereka menjelajahi samudera dengan hanya menggunakan kapal layar. Sehingga mereka harus menempuh waktu berlayar yang sangat lama, hingga berbulan-bulan. 

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Hasil dari penjelajahan tersebut adalah ditemukannya Nusantara. Sehingga penemuan ini menjadikan Portugis adalah bangsa pertama yang menemukan kawasan Nusantara yang merupakan negara kita.

Penemuan Nusantara oleh bangsa Portugis diawali dari penemuan daratan India pada Juli 1511. Sebulan setelah mendarat di India, mereka menepi dan menaklukkan masyarakat di Malaka yang terletak di seberang pulau Sumatera. Mulai saat itu lah, mereka menguasai rempah-rempah yang ada di Nusantara.

Setelah rempah-rempah pertama dari Nusantara dibawa kembali ke Eropa, banyak yang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Sehingga Nusantara menjadi tempat yang recomended bagi orang-orang Eropa untuk membeli rempah-rempah dan memenuhi kebutuhan mereka.

Penjajahan di Malaka dirasa kurang cukup bagi mereka, sehingga daerah Nusantara lainnya mulai didatangi oleh Bangsa Eropa. Mereka berbondong-bondong untuk menjajah pulau-pulau lain di Nusantara, satu per satu mereka datangi dan jajahi. Ini lah awal mula terjadinya kolonialisme di Indonesia.

Kamu bisa belajar lebih lengkap lagi mengenai sejarah kolonialisme dan imperialisme Eropa di Indonesia dengan menggunakan aplikasi belajar Pahamify. Di situ kamu bisa mendapatkan penjelasan lebih lengkap tentang kolonialisme dan imperialisme secara umum yang tentunya disampaikan dengan cara yang seru biar kamu lebih mudah paham.

Memang saat ini dunia sedang “dijajah” oleh wabah Covid-19 dan membuat kita harus melakukan physical distancing demi mengurangi penyebaran virus ini. Meskipun begitu kesehatan dan semangat belajar kamu harus tetap dijaga. 

Jangan lupa makan-makanan yang kaya akan vitamin serta suplemen multivitamin agar badan kamu tetap terjaga kesehatannya. Juga belajar menggunakan aplikasi Pahamify supaya belajar di rumah jadi lebih seru, karena bisa kamu akses secara lengkap gratis! Yuk download sekarang juga dan rasakan fitur-fitur seru di aplikasi belajar Pahamify!

Penulis: Afif Rizki


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog