Untuk Orang Tua Untuk Guru Mitra
pfy-burger-btn Menu

Pahamifren, di antara kamu pasti pernah tahu peristiwa Perang Dunia 1 kan? Peristiwa bersejarah ini termasuk sebagai perang paling mematikan dalam sejarah umat manusia, lho. Setidaknya, ada 9 juta tentara dan 13 juta warga sipil yang tewas akibat perang ini. Sebenarnya, bagaimana sih proses terjadinya Perang Dunia 1, berapa banyak negara yang terlibat Perang Dunia 1?

Nah, pada Materi Sejarah Peminatan Kelas 11 ini, Mipi mau mengajak kamu untuk membahas tentang Perang Dunia 1. Simak artikel ini sampai selesai ya.

Latar Belakang dan Negara yang Terlibat Perang Dunia 1

Sebelum membahas tentang negara mana saja yang terlibat Perang Dunia 1, ada baiknya kamu mengetahui dulu latar belakangnya, sebagai berikut:

Apa sih penyebab terjadinya perang dunia 1? Berapa negara yang terlibat perang dunia 1?

Latar Belakang

Sebab khusus Perang Dunia 1 dipicu oleh peristiwa penembakan pewaris mahkota Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand dan istrinya, Archduchess Sophie, pada tanggal 8 Juni 1914 di Sarajevo oleh seorang Serbia-Bosnia, Gavrilo Princip.

Penembakan itu akhirnya membuat Austria-Hungaria mengumumkan perang terhadap Serbia. Namun, proses terjadinya Perang Dunia 1 sebenarnya juga dilatarbelakangi oleh faktor lain, seperti imperialisme dan militerisme negara-negara Eropa.

Pada abad ke-19, persaingan antara negara-negara imperialis besar di Eropa yang dipicu perkembangan industri, menciptakan banyak konflik politik di antara negara-negara tersebut.

Konflik-konflik di antara negara-negara itu akhirnya mendorong pihak-pihak yang bertikai membentuk aliansi politik dan militer untuk menyeimbangkan kekuasaan yang ada di seluruh Eropa.

Tantangan terbesar pada masa itu adalah penolakan Inggris untuk beraliansi dengan negara manapun, jatuhnya kekaisaran Ottoman, dan bangkitnya Prusia di bawah kepemimpinan Otto von Bismarck yang kemudian menguasai Jerman, mengalahkan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia di tahun 1871, dan membentuk Kekaisaran Jerman.

Pada tahun 1873, Bismarck kemudian membentuk aliansi Liga Tiga Kaisar antara monarki Jerman, Austria-Hongaria, dan Rusia demi mengisolasi Prancis dan mencegah Jerman diserang dari dua front, Prancis dan Rusia. Bismarck melakukan negosiasi dengan Rusia karena pada saat itu Prancis ingin membalas dendam atas kekalahan mereka dan mengambil alih kembali wilayah mereka yang direbut Jerman.

Namun, pada tahun 1878, aliansi ini bubar karena kemenangan Rusia dalam Perang Rusia-Turki (1877–1878) dan Austria-Hongaria tidak sepakat dengan Rusia dalam kebijakan Balkan.

Bubarnya Liga Tiga Kaisar membuat Jerman dan Austria-Hongaria membentuk Aliansi Dua pada tahun 1879, yang dipandang sebagai upaya dalam melawan pengaruh Rusia di Balkan ketika Kesultanan Ottoman semakin melemah.

Aliansi Dua ini kemudian berubah menjadi Aliansi Tiga dengan bergabungnya Italia pada tahun 1882. Pada tahun 1887, Jerman dan Rusia membuat perjanjian rahasia, Perjanjian Reasuransi, mengenai sikap untuk tetap netral bila Jerman diserang oleh Prancis atau Rusia diserang oleh Austria-Hungaria. 

Sayangnya, saat Kaisar Jerman yang baru, Kaiser Wilhelm II, naik takhta dan memaksa Bismarck pensiun, semua kebijakan dan sistem aliansi Bismarck perlahan dihapus. Leo von Caprivi, Kanselir Jerman yang baru, juga membujuk Kaiser Wilhelm II untuk tidak memperbaharui Perjanjian Reasuransi dengan Rusia sehingga memungkinkan Prancis melawan Aliansi Tiga dengan Aliansi Prancis-Rusia pada tahun 1894.

Pada tahun 1907, Inggris dan Rusia juga menandatangani Konvensi Inggris-Rusia. Sekalipun perjanjian tersebut bukan aliansi formal, tetapi dengan berakhirnya konflik kolonial antara Inggris dan Rusia ditambah berakhirnya konflik antara Inggris dan Prancis dalam Entente Cordiale, membuat Inggris dapat masuk ke konflik yang dihadapi Prancis atau Rusia di kemudian hari. Perjanjian bilateral antara Prancis, Inggris, dan Rusia ini kemudian dikenal sebagai Entente Tiga.

Saat situasi semakin memanas di kalangan negara-negara besar Eropa, kekuatan industri dan ekonomi Jerman justru berkembang pesat, bahkan mampu menyaingi Inggris dan Prancis pada tahun 1871.

Ditambah lagi, pada pertengahan 1890-an, Jerman membangun Angkatan Laut Kekaisaran Jerman (Kaiserliche Marine) untuk menyaingi Angkatan Laut Inggris dalam supremasi angkatan laut dunia dan menghasilkan perlombaan senjata angkatan laut antara Inggris dan Jerman.

Dalam persaingan Jerman dengan Inggris tersebut, Inggris meluncurkan HMS Dreadnought, salah satu teknologi kapal tempur laut pada tahun 1906. Tindakan ini membuat Inggris menang atas Jerman. Pada tahun 1991, Kanselir Theobald von Bethmann-Hollweg mengakui kekalahan Jerman dan melakukan titik balik persenjataan dari angkatan laut ke angkatan darat. 

Persaingan militer antara Jerman dan Inggris akhirnya meluas ke negara-negara Eropa lainnya. Negara-negara di Eropa memanfaatkan basis industri mereka untuk memperkuat militer mereka dan memproduksi perlengkapan serta senjata yang diperlukan dalam konflik pan-Eropa. Tercatat antara tahun 1908 sampai 1913 belanja militer negara-negara kuat di Eropa meningkat hingga 50%.

Pada tahun 1908–1909, Austria-Hongaria memicu krisis di Bosnia dengan secara resmi mencaplok bekas jajahan wilayah Ottoman Bosnia dan Herzegovina, yang telah diduduki 1878. Sikap Austria-Hongaria ini membuat Kerajaan Serbia dan pelindungnya, Pan-Slavia dan Ortodoks, marah.

Perang Italia-Turki pada tahun 1911–1912 juga merupakan pendahulu penting dari Perang Dunia 1 karena memicu nasionalisme di negara-negara Balkan dan membuka jalan bagi Perang Balkan. Perang Balkan Pertama, yang terjadi pada tahun 1912–1913 antara Liga Balkan dengan Kekaisaran Ottoman, dan Perang Balkan Kedua pada bulan Juni 1913 antara Bulgaria melawan Serbia dan Yunani semakin membuat Balkan semakin tidak stabil. Krisis yang terus-menerus terjadi di Balkan kemudian membuat Balkan dikenal sebagai “tong mesiu Eropa”, atau kondisi yang berubah jadi bahaya di Eropa.

Hingga akhirnya, puncak dari masalah-masalah di negara-negara Eropa tersebut adalah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie pada tahun 1914. Saat Austria-Hongaria mengumumkan perang terhadap Serbia, kekuatan negara besar Eropa pun tak dapat menahan diri sehingga Perang Dunia 1 pun pecah.

Negara yang Terlibat

Bgaimana proses terjadinya perang dunia 1? Peristiwa sejarah apa yang menjadi latar belakangnya. Siapa saja negara yang terlibat perang dunia 1?

Negara yang terlibat Perang Dunia 1 bukan hanya Austria-Hungaria dan Serbia, tapi juga beberapa negara-negara Eropa besar yang beraliansi dengan kedua negara tersebut, hingga akhirnya berakhir dengan terlibatnya berbagai kekuatan besar di dunia pada saat itu.

Awalnya, Perang Dunia 1 terbagi antara dua kekuatan besar Eropa, yaitu Blok Sentral dan Blok Sekutu. Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia (Aliansi Tiga). Sementara Blok Sekutu terdiri dari Inggris, Prancis, dan Rusia (Entente Tiga). Namun, seiring berjalannya waktu, kedua blok melakukan reorganisasi dan memperluas diri saat banyak negara lain ikut serta dalam Perang Dunia 1.

Setelah reorganisasi, Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria Hongaria, Kesultanan Ottoman, dan Bulgaria. Sementara Blok Sekutu terdiri dari Serbia, Rusia, Prancis, Kerajaan Inggris (Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia, Australia, Kanada, Selandia Baru, Newfoundland, Afrika Selatan, Kerajaan India), Belgia, Montenegro, Jepang, Italia, Portugal, Romania, Yunani, Amerika Serikat, San Marino, Kerajaan Hijaz, Andorra, Tiongkok, Brazil, Bolivia, Kosta Rika, Kuba, Guatemala, Haiti, Honduras, Ekuador, Nikaragua, Uruguay, Panama, Peru, Siam, Liberia, Republik Demokratik Armenia, dan Cekoslowakia.

Ringkasan Proses Terjadinya Perang Dunia 1

Setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie, terjadilah satu bulan manuver diplomatik antara Austria-Hongaria, Jerman, Rusia, Prancis, dan Inggris, yang kemudian dikenal sebagai Krisis Juli. Austria-Hongaria pada saat itu mengirimkan Ultimatum Juli ke Serbia berupa sepuluh permintaan yang sengaja dibuat tidak masuk akal untuk memulai perang dengan Serbia.

Keinginan perang Austria-Hongaria dengan Serbia pun akhirnya terpenuhi saat Serbia hanya dapat menyetujui delapan dari sepuluh permintaan Austria-Hongaria. Pada tanggal 28 Juli 1914, tepat sebulan setelah peristiwa pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie, Austria-Hongaria pun menyatakan perang kepada Serbia. 

Perang antara Austria-Hongaria terhadap Serbia ini melibatkan aliansi masing-masing negara. Austria-Hongaria mendapatkan dukungan dari Jerman dan menyatakan perang terhadap Prancis, sementara Serbia mendapatkan dukungan dari Prancis dan Rusia.

Saat Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Prancis pada tanggal 4 Agustus 1914, Inggris masuk ke pertempuran dengan memberikan bantuan pada Belgia dan Prancis seraya menyatakan perang terhadap Jerman.

Perang antara Austria-Hongaria melawan Serbia ini dapat dianggap sebagai alibi bagi Aliansi Tiga dan Entente Tiga untuk membalaskan dendam masing-masing sekaligus menunjukkan kekuatan masing-masing negara. Dalam seminggu, Perang Dunia 1 pecah dengan melibatkan lima negara besar.

Perang Dunia 1 kemudian terjadi di dua front, yaitu front barat dan front timur. Di front barat, Jerman menghadapi Prancis, sementara di front timur, Jerman menghadapi Rusia. Pada saat itu Jerman berencana menghancurkan Prancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di front timur. Namun, rencana Jerman ini gagal karena perlawanan sengit dari Prancis di Sungai Marne, sementara Rusia sudah menuju Prusia untuk melawan Jerman.

Inggris yang sudah terlibat dalam pertempuran juga tetap dapat menguasai Selat Inggris. Perang yang semula direncanakan Jerman selesai dengan cepat, pada akhirnya berubah menjadi perang pasif. Kedua belah pihak akhirnya mengambil posisi defensif dalam Perang Parit yang memanjang sejauh 78 km dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss.

Sekalipun perang mulai melambat, kedua belah pihak tetap berusaha memperkuat diri dengan memperluas daerah jajahan mereka di luar Eropa. Perang Dunia 1 pun semakin besar dengan terlibatnya negara-negara lain di dunia.

Prancis dan Inggris kemudian menyerang jajahan Jerman di Kamerun, Togoland, dan Afrika Timur. Di sisi lain, Jepang yang juga menjadi negara yang terlibat dalam Perang Dunia 1 dan bergabung pada Blok Sekutu, mengambil alih jajahan Jerman di Mariana, Karolina, dan Kepulauan Marshall yang berada di Asia Pasifik.

Sementara Jerman yang tidak mau tinggal diam diserang sedemikian rupa, akhirnya melancarkan perang kapal selam tak terbatas secara besar-besaran pada tanggal 31 Januari 1971 untuk mematahkan blokade tentara Inggris.

Dalam serangan besar-besaran ini, Jerman turut menenggelamkan lima kapal perang dan penumpang Amerika Serikat pada bulan Maret 1917, termasuk Kapal Lusiana yang ditenggelamkan Jerman pada tanggal 7 Mei 1915. 

Serangan Jerman pada kapal perang dan penumpang Amerika Serikat ini, membuat Amerika Serikat yang semula bersikap netral akhirnya menyatakan perang pada Jerman pada tanggal 10 April 1917. Jadi, Amerika Serikat secara tidak langsung juga menjadi negara yang terlibat Perang Dunia 1 saat itu.

Di sisi lain, di negara Rusia juga terjadi gerakan Revolusi Buruh, gerakan yang menginginkan perdamaian karena sudah muak dengan perang ini. Revolusi Buruh di Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin dari kaum Bolshevik. Revolusi ini berakhir dengan digulingkannya Kaisar Nicholas II, hingga akhirnya membuat Rusia menarik diri dari Perang Dunia 1. Kejadian ini tentu sangat menguntungkan Blok Sentral.

Namun tetap saja, setelah pasukan Amerika Serikat turun tangan membantu Blok Sekutu, pasukan Blok Sentral pun mulai terpukul mundur, hingga akhirnya pada 29 September 1918, Bulgaria menyerah. Kesultanan Ottoman pun menyusul menyerah pada bulan 30 Oktober 1918. Setelah itu, pasukan Austria-Hongaria juga menandatangani perjanjian gencatan senjata pada tanggal 4 November 1918.

Negara Jerman yang akhirnya bertahan mati-matian dari gempuran Blok Sekutu pun mulai mengalami banyak kesulitan. Pasukannya mulai kelaparan dan banyak terjadi pemberontakan di kalangan masyarakat, salah satunya terjadinya Revolusi Jerman. Seruan Revolusi Jerman yang dilakukan oleh anggota komunis di Munchen akhirnya menggulingkan kekaisaran Wilhelm II dan mengubah Jerman menjadi negara republik.

Jerman akhirnya menyerah pada tanggal 11 November 1918 dengan menandatangani perjanjian gencatan senjata. Momen perjanjian gencatan senjata ini sering dinilai sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia 1. Namun, Perang Dunia 1 dapat dikatakan secara resmi berakhir pada 28 Juni 1919, setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles bersama pihak Sekutu, yang dipimpin oleh Inggris, Prancis, dan Rusia.

Nah, Pahamifren, itulah ulasan materi Sejarah Peminatan Kelas 11 tentang negara yang terlibat Perang Dunia 1. Buat kamu yang ingin mendapatkan akses materi belajar online menarik lainnya, kamu bisa mengunduh platform belajar online Pahamify.

Ada ratusan materi belajar berkonsep gamifikasi dari Pahamify yang dijamin membuat proses belajar kamu jadi lebih seru dan tidak membosankan. 

Khusus buat kamu yang lagi ngambis masuk PTN favorit, kamu bisa mencoba latihan soal UTBK melalui fitur Try Out Online Gratis Pahamify. Kamu juga bisa mengikuti Pahamify Accelerator Program biar lebih siap mengikuti UTBK SBMPTN 2021.

Tunggu apalagi? Download Pahamify sekarang juga dan manfaatkan seluruh fiturnya sebagai #TemanPersiapanUTBK terbaik!

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version

Kamu belum yakin? Tanya langsung disini!
Mipi Ulang Tahun! Kirim Ucapanmu disini!

© 2021 Pahamify. All rights reserved.

Script for Mobile Horizontal Scroll