Tahukah kamu, pembuluh darah yang ada dalam tubuh kita jika dibentangkan panjangnya bisa mencapai kurang lebih 100 kilometer. Panjang tersebut setara dengan 2,5 kali keliling bumi. Menakjubkan, bukan? Lalu, bagaimana darah dapat mengalir ke seluruh tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Darah dialirkan ke seluruh tubuh melalui dua sistem, yaitu siklus pulmonalis dan sistemik. Siklus pulmonalis adalah sistem peredaran darah antara jantung dan paru-paru. Siklus ini dimulai saat darah yang mengandung karbon dioksida dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas yang pada akhirnya mengubah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru dan kembali lagi ke jantung melalui serambi kiri. Penjelasan lebih lengkap mengenai siklus peredaran darah pulmonalis dapat kamu lihat di aplikasi Pahamify pada pembahasan tentang jantung. 

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang siklus peredaran darah sistemik.

1. Arteri, yang membawa dari dari jantung ke seluruh tubuh;

2. Vena, yang membawa darah kembali ke jantung dari seluruh tubuh;

3. Kapileri, yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas dan nutrien.

Pembuluh darah sendiri berbentuk pipa dengan rongga yang disebut sebagai lumen. Rongga lumen ini kemudian dilapisi oleh dinding yang disebut tunika. Tunika terdiri atas 3 lapisan, yaitu:

A. Tunika Intima

Yaitu lapisan tunika paling dalam yang terbuat dari jaringan endotelium yang bersifat licin sehingga darah dapat mengalir lancar tanpa gesekan.

B. Tunika Media

Berada di atas lapisan tunika intima dan terbuat dari sel-sel otot halus dan elastis. Tunika media berfungsi untuk mengubah ukuran lumen pembuluh darah. Apabila pembuluh darah mengecil, tunika media akan berkontraksi atau disebut dengan vasokonstriksi. Sebaliknya, ketika pembuluh darah membesar, tunika media akan berelaksasi atau disebut dengan vasolidasi. Tunika media ini penting untuk mengatur tekanan darah. Semakin kecil ukuran pembuluh darah, maka usaha yang dibutuhkan untuk memompa darah akan semakin besar

C. Tunika Eksterna

yaitu lapisan tunika paling luar yang terdiri dari kolagen dan berfungsi untuk melindungi dan memperkuat pembuluh darah.

Masing-masing pembuluh darah struktur yang berbeda sesuai fungsinya. Arteri memiliki lapisan tunika media yang tebal sehingga dinding arteri memiliki struktur yang fleksibel. Ini dikarenakan tekanan darah yang lewat melalui arteri lebih besar. Sementara vena memiliki lapisan tunika eksternal yang tebal sehingga dindingnya cenderung tipis. Ini disebabkan tekanan darah yang dibutuhkan darah untuk melewati vena lebih kecil dibanding arteri. Tekanan darah pada vena setara dengan seperduabelas tekanan darah pada arteri. Pada vena yang aliran darahnya harus melawan gravitasi seperti pada tangan dan kaki, terdapat katup vena yang mampu menahan darah kembali ke asalnya. Katup-katup inilah yang mencegah darah agar tidak menumpuk di tempat-tempat tersebut.

Adapun pembuluh kapiler memiliki struktur yang berbeda. Sebagai tempat pertukaran gas dan nutrien dari pembuluh darah ke sel-sel tujuan, kapiler memiliki 3 jenis dengan struktur yang berbeda.

1. Kontinu

Memiliki endotelial yang rapat. Pembuluh kapiler kontinu dapat ditemukan di sebagian besar pembuluh darah. Pembuluh kapiler ini berfungsi sebagai tempat pertukaran molekul-molekul kecil seperti ion, air dan glukosa secara terus menerus.

2. Fenestrated

Memiliki endotelial berpori-pori. Pembuluh kapiler fenestrated dapat ditemukan pada sistem pencernaan dan sekresi. Pembuluh kapiler ini berfungsi untuk menyerap nutrien.

3. Sinusoidal

Memiliki endotelial berlubang. Pembuluh kapiler sinusoidal dapat ditemukan pada hati, empedu, sumsum tulang belakang, jaringan limfa dan kelenjar endokrin. Pembuluh kapiler sinusoidal memiliki lubang agar dapat dilewati oleh sel-sel lain, sehingga eritrosit yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang dapat melalui pembuluh kapiler ini.

Lalu, bagaimana darah dapat sampai ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh? Mari kita ambil contoh pada jari kaki.

Perjalanan darah untuk sampai ke jari kaki dimulai dari ventrikel kiri jantung, yaitu ruangan terakhir dalam jantung sebelum darah dikirim ke seluruh tubuh melalui aorta. Darah yang keluar dari ventrikel ini mengandung eritrosit yang kaya oksigen.

Dari aorta, darah akan menuju jari kaki melalui arteri femoral, terus melewati arteri popliteal, arteri tibial, hingga sampai pada arteri plantar. Di arteri plantar, darah akan menuju cabang arteri-arteri kecil yang disebut arteriol. Dari arteriol ini darah kemudian dialirkan ke kapiler yang menghubungkan arteri dan vena untuk pertukaran gas dan nutrien.

Setelah terjadi pertukaran gas dan nutrien, darah yang kini mengandung karbon dioksida dan sampah respirasi sel akan melalui venula, yaitu cabang vena-vena kecil yang menghubungkan kapiler dengan vena yang besar. Dari venula, darah akan mengalir melewati vena plantar, terus melewati vena tibial, vena popliteal, vena iliac, hingga sampai pada vena cava. Seperti yang sudah kita ketahui, vena cava terbagi atas dua jenis, yaitu vena cava superior yang membawa darah dari tubuh bagian atas, dan vena cava inferior yang membawa darah dari tubuh bagian bawah. Jadi, darah yang berasal dari jari kaki tadi akan masuk ke jantung melalui vena cava inferior.

Dari vena cava inferior, darah akan masuk ke atrium kanan jantung, lalu dipompa menuju ventrikel kanan untuk persiapan masuk ke siklus pulmonalis. Darah yang keluar dari jantung melalui arteri pulmonalis akan masuk ke paru-paru untuk diisi dengan oksigen. Darah kemudian kembali ke jantung melalui vena pulmonalis dan mengalir menuju atrium kiri jantung. Darah lalu keluar melalui ventrikel kiri jantung untuk memulai siklus baru.

Darah dapat melewati pembuluh darah karena tekanan darah. Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada seluruh permukaan tubuh pada permukaan yang tertutup. Tekanan darah dibedakan menjadi sistole dan diastole.

1. Sistole. Adalah tekanan darah yang naik saat ventrikel kiri memompa darah menuju aorta.

2. Diastole. Adalah tekanan darah yang menurun sampai pada titik terendah. Tekanan darah dapat diukur dengan tensimeter dan stetoskop.

Untuk menyelesaikan satu siklus sistemik, dibutuhkan waktu sekitar satu menit, mulai dari jantung ke organ tubuh tujuan, lalu kembali lagi ke jantung. Dalam setiap menitnya, jantung akan memompa sekitar lima hingga tujuh liter darah melalui arteri, kapiler, dan vena yang berada dalam tubuh kita. Artinya, ada sekitar 7300 liter darah yang dipompa oleh jantung setiap harinya. Mengesankan, bukan?

Nah, menakjubkan bukan, bagaimana darah dapat mengalir ke seluruh tubuh? Kalau kamu masih penasaran, kamu bisa membaca penjelasan yang lebih detail mengenai sistem peredaran darah yang tentunya dibahas lebih lengkap dan seru melalui video pembelajaran di aplikasi belajar online Pahamify. Yuk, download dan langganan Pahamify sekarang!

Penulis: Alivia Awin


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog