Pahamifren, kamu pernah pergi ke suatu tempat dan merasa tempat tersebut cocok jadi sebuah lokasi wisata? Atau kamu penasaran kenapa sebuah daerah rawan longsor? Nah, kedua hal ini bisa diketahui jawabannya melalui penelitian geografi. Pada Materi Geografi Kelas 10 kali ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang langkah-langkah penelitian geografi ini. Simak artikel ini sampai habis ya.

Apa Itu Penelitian Geografi?

Dalam bahasa Inggris penelitian disebut sebagai research, yang berasal dari tiga kata “re” dan “to search”. “Re” berarti kembali, sementara “to search” berarti mencari. Jadi, “research” dapat diartikan sebagai kegiatan pencarian kembali untuk mendapatkan suatu jawaban akurat terhadap suatu permasalahan. 

Langkah-langkah penelitian geografi bertujuan untuk memecahkan suatau masalah dari fenomena geografi.

Berbeda dengan penelitian lainnya, langkah-langkah penelitian geografi berfokus pada masalah gejala alam. Dengan kata lain, perumusan masalah dalam penelitian geografi berisi tentang fenomena geografi. Umumnya, penelitian geografi ini memiliki 3 ciri khas, yaitu pembuatan dan penggunaan peta, observasi lapangan, dan penentuan model dari hasil analisis penelitian.

Apa Itu Fenomena Geografi?

Fenomena adalah fakta, kejadian, atau keadaan alam yang diamati atau diobservasi. Biasanya ada dua pertanyaan utama mengenai fenomena, yaitu apa atau kenapa fenomena tersebut terjadi dan di mana fenomena tersebut terjadi. 

Nah, fenomena yang dipelajari dalam ilmu geografi adalah fenomena geosfer. Fenomena geosfer ini terdiri dari manusia, alam, dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi. Hal yang meliputi geosfer adalah hidrosfer (lapisan air), litosfer (lapisan batuan), atmosfer (lapisan udara), biosfer (lapisan kehidupan yang meliputi kehidupan hewan dan tumbuhan), dan antroposfer (dinamika penduduk). 

Metode Yang Digunakan Untuk Memperoleh Data Penelitian Geografi

Penelitian geografi memiliki banyak jenis, bergantung pada tujuan, bentuk, dan metode penelitiannya. Berdasarkan tujuannya, metode yang digunakan untuk memperoleh data penelitian geografi adalah penelitian eksploratif, penelitian deskriptif, dan penelitian eksplanatif.

Penelitian Eksploratif

Pada penelitian eksploratif, perolehan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dasar mengenai topik yang baru atau belum diketahui orang. Dalam penelitian ini, yang diperhatikan adalah hubungan antara gejala sosial dengan gejala fisik sampai ditemukan hipotesis yang berkualitas.

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif merupakan penelitian lanjutan dari penelitian eksploratif. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan masalah geosfer yang sesuai dengan fakta. Hasil penelitian deskriptif berupa deskripsi skema atau alur sistematika dalam pemecahan masalah penelitian. 

Penelitian Eksplanatif

Sementara penelitian eksplanatif adalah penelitian hipotesis untuk menemukan penyebab permasalahan geosfer.

Ada beberapa langkah-langkah penelitian geografi yang bia kamu gunakan dalam menentukan penelitian.

Penelitian Geografi Berdasarkan Metode Pelaksanaannya

Setelah menentukan jenis metode yang tepat, langkah-langkah penelitian geografi selanjutnya diperinci berdasarkan metode pelaksanaannya. Berdasarkan metode pelaksanaan, penelitian geografi dibagi menjadi 3, yaitu studi kasus, survei, dan eksperimen. 

Studi kasus dilakukan melalui studi lapangan dan wawancara. Survei dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis atau kesimpulan sementara. Hasil survei bergantung pada sampel atau contoh dan informasi dari responden. Sementara eksperimen dilakukan untuk mengetahui apa pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Eksperimen ini dilakukan di lapangan atau bisa di laboratorium. 

Penelitian Geografi Berdasarkan Metode Penelitian

Penelitian geografi berdasarkan metode penelitian ada dua jenis, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif menggambarkan hasil pengumpulan data di lapangan secara lebih mendalam. 

Sementara penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan suatu alat ukur untuk menganalisa. Metode kuantitatif diterapkan kalau masalah dalam penelitian sudah jelas, mencakup populasi yang cukup banyak, ingin tahu pengaruh suatu perlakuan, atau ingin menguji hipotesis penelitian. Biasanya penelitian kuantitatif digambarkan dengan angka-angka.

Langkah-Langkah Penelitian Geografi

Dalam penelitian geografi, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Menentukan Masalah

Dalam melakukan sebuah penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan masalah. Masalah terjadi kalau ada kesenjangan atau ketidakseimbangan antara kondisi seharusnya dan kondisi sebenarnya. Atau terjadi kesenjangan antara teori dan praktik, atau antara rencana dan pelaksanaan. 

Pemanfaatan peta sebagai komponen penginderaan jauh dalam sistem informasi geografis.

Dalam kajian geografi, ada 4 sumber masalah, bisa dari hasil penelitian orang lain, kepustakaan, keadaan lapangan, atau ketersediaan data, peta, dan grafik. Masalah geografi minimal harus mengandung 3 persoalan pokok, yaitu apa masalahnya, di mana masalah tersebut terjadi, dan mengapa masalah terjadi. 

Contohnya poin pertamanya adalah mengenai peristiwa erosi. Kemudian pada poin kedua, di mana masalah tersebut terjadi, misalnya lokasinya ada di Kali Wangan, Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota. Pada poin ketiga, kenapa masalahnya terjadi, misalnya erosi disebabkan karena terjadi banjir bandang di sekitar lokasi.

Menyusun Rumusan Masalah

Langkah kedua yang dilakukan dalam penelitian geografi adalah menyusun rumusan masalah. Rumusan masalah ini berbeda dengan masalah. Rumusan masalah berupa pertanyaan lebih spesifik yang akan dicari jawaban dan kebenarannya melalui pengumpulan data dan penelitian yang akan dilakukan. Tapi, masalah dan rumusan masalah memiliki hubungan yang erat, karena masalah menjadi dasar pembuatan rumusan masalah. 

Seperti yang dijelaskan di paragraf awal, perumusan masalah dalam penelitian geografi berisi tentang fenomena dalam ruang lingkup geosfer. Contoh perumusan masalah dalam penelitian geografi adalah “Mengapa masyarakat perkotaan cenderung mengalami perubahan kebudayaan?” atau “Apa faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas air sungai Ciliwung?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dicari jawabannya melalui penelitian.

Judul Penelitian Geografi

Langkah ketiga yang harus dilakukan adalah menentukan judul penelitian. Judul penelitian geografi harus menggambarkan objek dan subjek yang akan diteliti, lokasi, tujuan, dan sasaran peneliti. Sebuah judul penelitian harus bersifat penting untuk diteliti, tersedia datanya, dan harus terjangkau oleh kemampuan penelitinya.

Tujuan Penelitian

Setelah menentukan masalah, rumusan, masalah, dan judul penelitian, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan penelitian. Tujuan masalah penelitian ini harus konsisten dengan permasalahan yang dipilih. Ada dua jenis tujuan penelitian, yaitu tujuan khusus dan tujuan umum. Tujuan khusus dirumuskan dalam beberapa pertanyaan di rumusan masalah, sedangkan tujuan umum digambarkan secara singkat hal yang ingin dicapai.

Menentukan Variabel Penelitian

Langkah selanjutnya adalah menentukan variabel penelitian. Variabel merupakan faktor atau unsur-unsur yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat, dan variabel moderat. 

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau penyebab timbulnya variabel berikutnya. Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel bebas. Nah, kalau variabel moderat adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dan terikat. 

Agar kamu bisa lebih memahami bagaimana menentukan variabel-variabel tersebut, Mipi akan memberikan dua contoh penelitian geografi.

Contoh Variabel Dalam Penelitian Geografi

Contoh yang pertama adalah penelitian geografis fisik mengenai sebaran daerah rawan longsor, sebagai berikut:

Tanah longsor dapat terjadi karena curah hujan, tutupan vegetasi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan morfologi. Semua kondisi ini akan berbeda-beda pada setiap wilayah.

Ada wilayah yang morfologinya berupa perbukitan, lereng curam, dan curah hujan tinggi. Namun, ada juga wilayah yang memiliki kondisi yang berkebalikan dengan wilayah tersebut. Nah, kondisi-kondisi inilah yang bisa menjadi penyebab wilayah tersebut rawan longsor atau tidak.

Dari penelitian yang pertama ini, dapat disimpulkan yang menjadi variabel terikatnya adalah kejadian tanah longsor, karena kejadian tanah longsor tersebut menjadi akibat atau dipengaruhi variabel lainnya. Sedangkan yang menjadi variabel bebasnya adalah curah hujan, tutupan vegetasi kemiringan tanah, jenis tanah, dan morfologi.

Nah, kalau contoh yang kedua, Mipi akan ambil contoh dari penelitian geografi berbasis sosial, misalnya mengenai dampak perkembangan daerah wisata terhadap perekonomian masyarakat, sebagai berikut:

Penelitian yang paling mudah dilakukan biasanya membahas tentang suatu daerah dapat menjadi tempat wisata. 

Dari penelitian ini, kamu akan menemukan beberapa faktor pendukung. Faktor pertama adalah akses transportasi menuju lokasi, seperti jaringan dan kondisi jalan. Faktor kedua berkaitan dengan jarak dari lokasi pariwisata, letaknya strategis atau tidak. Faktor terakhir atau ketiga adalah sebaran tempat pariwisata.

Dalam penelitian yang kedua ini, variabel terikatnya adalah pendapatan masyarakat di bidang pariwisata. Kenapa? Karena variabel ini dipengaruhi atau diakibatkan oleh tiga faktor yang sudah disebutkan di atas. Ketiga faktor tersebut menjadi variabel bebas dalam penelitian kedua, karena mempengaruhi atau menjadi penyebab dari variabel lain.

Menentukan Landasan Teori

Sebelum mengajukan penelitian, langkah-langkah penelitian geografi yang harus kamu perhatikan selanjutnya adalah, menentukan landasan teori. Tujuannya tentu untuk memperkuat penelitianmu dengan teori-teori, konsep, dan definisi secara sistematik untuk melaksanakan penelitian. Semua penelitian ilmiah harus memiliki landasan teori, tidak boleh asal. Teori ini memiliki tiga fungsi, yaitu menjelaskan, meramalkan, dan pengendalian.

Menyusun Kerangka Penelitian

Langkah selanjutnya adalah menyusun kerangka penelitian. Kerangka penelitian diawali dengan perumusan masalah, kemudian menjelaskan variabel-variabel sesuai landasan teori. Setelah itu, peneliti akan menganalisis dan membandingkan hubungan kedua variabel dalam penelitiannya, hingga bisa menghasilkan kerangka pemikiran. Berdasarkan kerangka penelitian inilah peneliti akan mendapatkan suatu hipotesis.

Perumusan Hipotesis

Setelah melakukan tujuh langkah di atas, langkah selanjutnya adalah hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan atau jawaban sementara terhadap masalah yang sudah dirumuskan. Namun, hipotesis ini bisa berubah setelah pengambilan data. 

Nah, itulah ulasan Materi Geografi Kelas 10 mengenai langkah-langkah penelitian geografi. Bagi kamu yang ingin mendapatkan materi pelajaran SMA lainnya, kamu bisa mengunduh aplikasi pelajaran SMA Pahamify. 

Di platform belajar online Pahamify, kamu bisa mendapatkan akses ke semua mata pelajaran SMA. Menariknya, kamu akan diajarkan oleh para rockstar teacher yang berpengalaman dengan konsep yang seru dan mudah dipahami.

Jangan juga lupa untuk menonton materi belajar lainnya dari Kakak-Kakak Rockstar Teacher di channel YouTube Pahamify, ya!

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog