Ikuti Try Out Online UTBK Pada 27 - 29 Maret 2020

Temen-temen pasti udah pernah baca novel, kan? Gimana menurut temen-temen? Membaca novel itu sangat mengasyikkan, ya! Apalagi kalau ceritanya berhasil menarik perhatian kita, wah, pasti kita bisa sampai lupa waktu membacanya karena pengen baca sampai selesai. Nah, biar kamu lebih paham novel itu apa, kamu simak artikel ini sampai selesai, ya, temen-temen.

Jadi gini temen-temen, novel merupakan bagian dari sastra. Sastra itu sendiri terbagi ke dalam tiga genre, yaitu puisi, prosa, dan drama. Novel termasuk dalam genre prosa, barengan sama cerita pendek atau yang biasa disingkat cerpen. Keduanya disebut prosa karena bentuknya yang berupa fiksi naratif atau teks naratif. Secara etimologis, kata novel berasal dari bahasa Itali “novella” yang memiliki arti “baru”, “berita” atau “cerita pendek mengenai sesuatu yang baru”. Mangkanya novel yang bagus itu biasanya menawarkan dan mengandung unsur kebaruan dan kompleksitas yang berbeda dengan novel-novel yang ada sebelumnya atau yang sejaman dengannya.

Kalau berdasarkan KBBI V, novel memiliki definisi sebuah karya prosa yang panjang, yang mengandung rangkaian cerita seseorang dengan orang di sekelilingnya, dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Rangkaian cerita ini dibangun melalui masalah atau konflik yang dihadapi tokoh dalam cerita, temen-temen. Karena masalah atau konflik yang diceritakan dalam novel itu lebih dari dua dan kompleks, mangkanya gak heran kalau novel lebih panjang dari cerpen yang biasanya hanya memiliki satu atau dua konflik dalam ceritanya. Dengan membaca novel, secara gak langsung kita juga jadi bisa mengamati dan mempelajari perkembangan psikologis dan pemikiran manusia melalui pergulatan konflik batin dan fisik yang dihadapi oleh tokoh cerita dalam novel. Menarik banget, ya, temen-temen!

Berani Pahami Lebih Lanjut?  Kimia Kelas X IPA: Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Ciri-Ciri Novel

Sekarang kamu jadi lebih paham novel itu apa, kan? Sekarang biar lebih jelas, kita bahas ciri-ciri novel, yang membedakannya dengan cerpen. Secara konvensional, sebuah teks naratif bisa disebut novel bila memiliki cerita yang lebih panjang daripada cerpen dan memiliki jumlah halaman yang lebih banyak daripada cerpen. Novel memiliki kata lebih dari 3.500 kata dan memiliki jumlah halaman lebih dari 100 halaman, temen-temen. Mangkanya novel bisa mengemukakan sesuatu secara lebih bebas, lebih detail, dan lebih banyak menyajikan berbagai permasalahan yang kompleks. Permasalahan yang kompleks dalam novel ini biasanya berfungsi untuk menggambarkan pergulatan jiwa dan pemikiran tokoh cerita dalam novel atau tokoh lainnya, karena novel berpusat atau bergantung pada tokoh cerita. Pergulatan tokoh dalam novel ini pada akhirnya akan menentukan sikap tokoh tersebut dalam menghadapi semua permasalahan yang ia hadapi.

Selain itu, novel juga memiliki ciri deskriptif karena novel harus menggambarkan keadaan atau situasi dalam ceritanya. Hal inilah dilakukan agar dunia cerita dalam novel terbangun lebih utuh dan jelas untuk para pembacanya. Ciri lain novel adalah ia memiliki lebih dari satu impresi, efek, dan emosi. Artinya, novel bisa menyebabkan lebih dari satu kesan atau impresi dan lebih dari satu emosi, dan lebih dari satu efek pada diri pembaca saat membaca novel.

Sumber: PIXABAY

Struktur Novel

Gimana, temen-temen? Sekarang kamu udah paham pengertian dan ciri-ciri novel, kan? Sekarang kita bahas struktur dalam novel, ya. Struktur ini penting karena struktur merupakan susunan bagian novel. Sebuah novel memiliki struktur sebagai berikut:

1. Abstrak

Abstrak ini biasanya ada di bagian awal novel, berupa ringkasan cerita novel itu sendiri.

Berani Pahami Lebih Lanjut?  Latihan Soal UTBK Kimia

2. Orientasi (exposition)

Pada bagian ini, pengarang atau novelis mulai memperkenalkan hal-hal penting dalam sebuah novel. Kita akan diperkenalkan pada setting atau latar waktu, tempat, dan peristiwa yang terjadi dalam cerita. Hal ini dilakukan agar kita bisa mendapatkan gambaran dan konteks cerita dalam novel. Pada bagian ini juga pengarang mulai memperkenalkan para tokoh, adegan-adegan dalam novel, dan hubungan antartokoh dalam cerita.

3. Pengungkapan Peristiwa

Nah, kalau pada bagian ini, kita akan mulai diperkenalkan pada peristiwa awal yang menyebabkan berbagai masalah, pertentangan, dan kesukaran-kesukaran yang dihadapi oleh para tokoh dalam cerita.

4. Menuju konflik (rising action)

Pada bagian ini biasanya cerita sudah mulai tegang atau seru, temen-temen. Soalnya di sini kita akan membaca peningkatan kegembiraan, kehebohan, dan berbagai situasi yang menyebabkan tokoh mengalami berbagai kesukaran dalam cerita.

5. Puncak konflik atau komplikasi (turning point)

Bagian ini biasanya disebut juga sebagai klimaks cerita dalam novel, yang membuat kita semakin tertarik untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada tokoh dalam novel. Puncak konflik ini merupakan bagian yang paling mendebarkan dalam sebuah cerita, karena dari sini kita akan tahu bagaimana nasib tokoh dalam novel yang kita baca, apakah ia berhasil menyelesaikan masalah-masalah yang ia hadapi atau tidak.

6. Penyelesaian atau resolusi (resolution)

Bagian ini merupakan penyelesaian cerita, yang menggambarkan atau penilaian terhadap nasib-nasib yang dialami oleh tokoh dalam novel setelah puncak konflik yang ia hadapi dalam cerita. Di sinilah kita akan tahu bagaimana akhir nasib tokoh utama dalam cerita yang kita baca.

7. Koda

Bagian ini berfungsi sebagai penutup cerita dalam novel. Biasanya dalam bagian ini ada komentar pengarang mengenai keseluruhan cerita. Komentar ini bisa langsung disuarakan oleh pengarang atau diwakilkan pada tokoh dalam cerita. Tapi gak semua novel memiliki bagian ini, temen-temen. Apalagi di novel-novel modern, kebanyakan simpulan akhir cerita biasanya diserahkan pada kita, pada pembaca. Kayak ngegantung gitu ceritanya. Jadi kita, deh, yang mesti nebak-nebak apa kira-kira yang terjadi pada tokoh cerita dalam novel yang kita baca.

Berani Pahami Lebih Lanjut?  Biologi - Sistem Peredaran Darah

Gimana menurut kalian? Mempelajari novel itu menarik, kan? Dengan sering membaca novel, pengetahuan dan pengalaman batin kita akan semakin kaya, temen-temen. Secara gak langsung kita juga jadi bisa mempelajari psikologi manusia dari novel, kan? Nah, kalau kalian masih pengen tau banyak tentang novel, coba kalian buka Google Play atau App Store di HP kamu, terus unduh deh aplikasi Pahamify. Di sana kamu bisa belajar lebih jauh tentang novel dengan cara yang mengasyikkan, temen-temen! Ayo buruan unduh dan langganan Pahamify.

Penulis: Salman Hakim Darwadi


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog