Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Kamu punya kebiasaan menulis di blog atau media sosial kamu? Kalau iya, kamu termasuk orang yang beruntung banget, loh! Kenapa? Karena kebiasaan menulis di blog atau media sosial ternyata memiliki banyak manfaat untuk proses pengembangan diri kita. Dengan terbiasa menulis, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Menulis bukan hanya membantu kita mengembangkan kecerdasan kognitif kita, tapi juga kecerdasan emosional kita.

Dua manfaat utama menulis ini pernah dibahas sama Kak Fikri dalam salah satu utas Twitternya. Di utas tersebut, Kak Fikri mengaku kalau tanpa kebiasaannya menulis di website pribadi atau blog, dia tidak akan menjadi dirinya seperti yang sekarang ini. Kak Fikri sendiri sudah terbiasa menulis sejak kecil, seperti menulis puisi, cerita pendek, dan naskah komik. Kebiasaan ini kemudian semakin intens dilakoni saat Kak Fikri duduk di bangku SMA, setelah dia membaca buku “Kambing Jantan” karya Raditya Dika. Pada masa itu, Kak Fikri jadi terobsesi menuliskan curahan hatinya di blog Friendster. Tapi, saat itu Kak Fikri masih melakukan kebiasaan menulis ini karena iseng saja.

Nah, ketika Kak Fikri masuk ITB, kebiasaan menulis ini mulai Kak Fikri lakoni dengan serius. Karena saat kuliah usia Kak Fikri masih lima belas tahun, ternyata hal itu memengaruhi prestasinya. Masalah ini kemudian mendorongnya untuk berkonsultasi pada seorang psikolog ITB. Saat konsultasi, psikolog tersebut mempertanyakan mengapa IP Kak Fikri bagus, tapi tidak sempurna? Karena menurut psikolog tersebut, Kak Fikri seharusnya bisa meraih IP sempurna, yaitu 4.00.

Dari konsultasi dengan psikolog tersebut, akhirnya ketahuanlah kalau Kak Fikri tidak bisa meraih IP sempurna karena ia tidak memiliki motivasi dan masih lemah dalam mengelola mood atau emosinya. Untuk mengatasi masalah ini, akhirnya ia disarankan untuk menulis di blog. Dari sinilah Kak Fikri mulai merasakan manfaat kebiasaan menulis di blog. Awalnya ia hanya menuliskan curahan hatinya di blognya untuk lebih mengenal dirinya, tapi lama-kelamaan ia juga belajar menuliskan pemikirannya juga. Ketika ia menemukan diskusi atau buku yang menarik, ia mulai menuliskan pemikiran atau pendapatnya di blog. Hal ini perlahan melatih kecerdasan kognitifnya. 

Berdasarkan pengalaman Kak Fikri, dengan terbiasa mengungkapkan pemikiran kita ke dalam sebuah tulisan, secara otomatis kita juga melatih otak kita untuk berpikir logis dan runut. Dengan begini, lama-kelamaan otak kita juga akan terbiasa membangun kerangka tulisan di dalam kepala kita, tanpa kita harus menuliskannya terlebih dahulu. Jadi, begitu kita belajar hal baru dan diminta menyampaikan ulang, kita bisa menyampaikannya dengan lebih terstruktur sekalipun belum ditulis. 

Kak Fikri juga menganggap belajar menuliskan pemikiran di blog ini mirip dengan teknik Feynman karena semua ilmu pengetahuan yang sudah ia dapatkan, harus ia tuliskan dalam bahasanya sendiri. Menurutnya semakin sering kita menulis, ilmu pengetahuan yang kita pelajari tersebut akan semakin direkam oleh otak kita. Makanya jangan heran kalau di saluran Youtube Hujan Tanda Tanya, Kak Fikri selalu bisa menjelaskan sesuatu dengan jelas dan detil. Karena pada hakikatnya ketika kita menulis, kita sedang mengembangkan mental framework untuk mencerna sesuatu.

Selain itu, Kak Fikri juga menggunakan blognya untuk latihan menulis dalam bahasa Inggris. Setiap kali ia menemukan kata baru dalam bahasa Inggris, ia akan menggunakannya di tulisan dalam blognya. Awalnya tulisan dalam bahasa Inggrisnya banyak yang salah ketik dan salah tata bahasa, tapi ia tidak merasa hal ini adalah sesuatu yang memalukan. Karena yang namanya belajar, kita butuh proses. Jadi, anggap saja kesalahan menulis tersebut adalah bagian dari proses belajar kita. Karena dengan terus-menerus membaca buku dan menulis dalam bahasa Inggris, lama-kelamaan kita akan terbiasa menulis dengan tata bahasa Inggris yang benar.

Nah, dari cerita pengalaman Kak Fikri tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa kebiasaan menulis di blog tidak hanya membantu meningkatkan kecerdasan kognitif kita dalam berpikir logis dan runut, tetapi juga membantu kita meningkatkan kecerdasan linguistik kita. Sementara dari segi kecerdasan emosional, Kak Fikri mengungkapkan dalam utasnya kalau menulis di blog memberikan dua manfaat baginya, yaitu kapasitas emosional (emotional capacity) dan penguasaan diri (self mastery).

Kapasitas emosional adalah kemampuan kita dalam menyadari, mengontrol, dan mengekspresikan emosi diri kita serta kemampuan kita dalam menangani hubungan interpersonal secara bijaksana dan empati. Nah, seiring dengan semakin banyaknya buku yang Kak Fikri baca, ia menemukan ada yang disebut dengan jurnal meditasi (meditative journal). Dengan metode jurnal meditasi ini, kita menulis bebas untuk mengungkapkan apa yang sedang kita rasakan, tanpa menghakimi semua perasaan yang kita tulis tersebut. Metode tulisan ini bermanfaat banget untuk menganalisa perasaan atau emosi yang sedang kita alami dan menemukan solusi atas masalah yang memengaruhi perasaan atau emosi kita tersebut. Misalnya, saat kita sedang stres menghadapi ujian, kita bisa menuliskan apa saja hal yang membuat kita stres, apa yang kita rasakan, kemudian kita bisa membedahnya dan mempertanyakan benar atau tidaknya kekhawatiran yang kita rasakan. Setelah itu kita bisa mencari solusi atas masalah tersebut.

Selain itu, Kak Fikri juga kemudian mengenal yang namanya jurnal bersyukur (gratitute journal). Metode jurnal bersyukur ini membuat kita menuliskan hal-hal baik yang kita syukuri dalam hidup kita. Dengan metode ini, kita jadi bisa belajar menemukan hal-hal positif di dalam kejadian buruk yang menimpa kita. Misalnya, saat kita pulang sekolah dan tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, kita belajar bersyukur karena kita jadi bisa berteduh bersama teman-teman atau dengan gebetan kita di warung. Hal-hal positif menyenangkan seperti ini biasanya sering kita lupakan dengan mudah karena orak kita terbiasa menyerap informasi yang negatif dibandingkan yang positif. Dengan membiasakan diri menulis hal-hal positif dalam hidup kita, kita juga jadi lebih bersyukur dengan segala yang terjadi dalam hidup kita.

Sekarang kita bahas penguasaan diri (self mastery). Jadi, menurut Kak Fikri, penguasaan diri ini merupakan alasan utama kenapa dulu psikolog menyarankannya untuk menulis blog. Karena menulis di blog merupakan salah satu sarana kita berdialog dengan diri sendiri dan dengan tulisan-tulisan kita tersebut kita dapat menelusuri semua perkembangan yang sudah kita lalui dalam hidup kita. Dengan demikian, kelak kita bisa mengetahui bagaimana pola pikir kita saat kita masih SMA, saat kita kuliah, dan saat kita pertama kali kerja setelah lulus kuliah, dan lain sebagainya. Kita jadi bisa mengamati perubahan minat kita, kondisi mental kita, prestasi sekolah, pertemanan kita, hingga urusan asmara kita. Semua itu akan membuat kita mengetahui nilai-nilai dalam hidup kita serta tujuan hidup yang kita miliki. Ketika kita memahami makna hidup bagi diri kita dan tipe kita seperti apa, tentunya kita akan tahu bagaimana menyikapi setiap masalah yang kita hadapi.

Ternyata banyak banget, ya, manfaat dari kebiasaan menulis di blog? Semoga setelah baca artikel ini, kamu yang sudah punya blog, jadi makin rajin menulis, ya. Sementara bagi kamu yang belum punya blog, semoga jadi terdorong untuk bikin blog dan menulis di blog tersebut. Tapi jangan lupa, nih. Dalam utasnya, Kak Fikri juga mengingatkan kalau menulis di blog tentu saja ada resikonya. Beberapa privasi kita jadi hilang karena tulisan-tulisan kita bisa dengan mudah dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke blog kita, kan? 

Tapi bagi Kak Fikri, kehilangan privasi ini nilainya tidak seberapa dibanding dengan banyak manfaat yang bisa diperoleh, baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain. Karena bagi Kak Fikri, ia menulis untuk mengekspresikan diri dan untuk berbagi. Sehingga kalau kelak ada orang yang nyasar ke blognya dan membaca tulisan-tulisannya saat sedang menghadapi masalah tertentu, yang mungkin juga sedang dihadapi orang tersebut, orang tersebut tahu kalau dia tidak sendiri menghadapi masalahnya. Orang tersebut juga dapat belajar dari pengalaman Kak Fikri dan menentukan solusi yang baik untuk keluar dari masalahnya. Intinya, sih, berkaitan dengan privasi ini, kamu jangan sampai mencantumkan data sensitif yang dapat disalahgunakan oleh orang lain.

Nah, dari tadi kan kita ngebahas mengenai pengenalan diri dan penguasaan diri melalui kebiasaan menulis di blog, kamu juga bisa lebih mengenal dirimu melalui aplikasi Pahamify, loh. Soalnya di aplikasi Pahamify ada yang namanya fitur minat dan bakat yang bisa membantu kamu lebih mengenal diri kamu sendiri. Hasil dari tes minat dan bakat ini bisa membantu kamu memutuskan jurusan kuliah mana yang lebih cocok buat kamu. Jadi, tunggu apalagi? Buruan unduh aplikasi Pahamify!

(Baca juga: Kenali Fitur Pahamify: Minat dan Bakat)

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog