Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Halo Pahamifren, sudah tahu belum kalau Ujian Nasional 2021 bakal dihapus? Nah sebagai gantinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengadakan Asesmen Nasional. Apa sih Asesmen Nasional? Seberapa efektif Asesmen Nasional menggantikan Ujian Nasional 2021? Yuk, simak penjelasannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah menetapkan Asesmen Nasional sebagai standar kelulusan pada tahun 2021 mendatang, artinya tahun ini akan menjadi pelaksaan Ujian Nasional terakhir nih sobat Pahamify. Sebab, tahun depan Ujian Nasional ditiadakan.

Kabarnya, Asesmen Nasional 2021 ini dilakukan untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran di Indonesia lho. Mendikbud ingin para pelajar di tanah air, seperti Pahamifren sekalian mendapatkan peningkatan skill di bidang pendidikan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Seperti yang diucapkan Pak Nadiem di channel YouTube Kemendikbud RI pada 8 Oktober kemarin, Asesmen Nasional berfokus pada evaluasi belajar yang lebih luas. “Perubahan asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi pencapaian murid secara individu, akan tetapi mengevaluasi, memetakan sistem pendidikan berupa proses dan hasil,” ungkap Nadiem dalam keterangan tersebut.

Bentuk Asesmen Nasional 2021 Yang Bakal Diujikan

Tahun depan, Ujian Nasional 2021 ditiadakan. Sebagai gantinya Kemendikbud mengadakan Asesmen Nasional 2021.

Dalam keterangan tersebut, Mendikbud juga memaparkan jika ada tiga tipe ujian yang dilakukan pada Asesmen Nasional 2021, antara lain:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

AKM dilakukan untuk mengukur pencapaian siswa secara kognitif. Artinya, nilai yang dihasilkan Pahamifren saat mengikuti Asesmen Nasional dihasilkan dari proses belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

Mendikbud menganggap sistem penilaian AKM adalah hal tepat untuk kondisi siswa di Indonesia. Nantinya hasil dari AKM berguna bagi siswa jika ingin berkontribusi di masyarakat luas dan dapat berpengaruh pada karir di masa depan.

Survei Karakter

Nggak Cuma kemampuan akademis saja yang dinilai dalam Asesmen Nasional lho. Nantinya Pahamifren juga akan dinilai berdasarkan aspek sosial dan emosional. Jadi, karakter yang dimiliki para siswa juga dapat dijadikan penilaian.

Pahami dan  Ini Dia 5 Politeknik Terbaik di Indonesia Beserta Jurusannya Yang Bisa Kamu Pilih

Mendikbud Nadiem menganggap Survei Karakter ini berguna untuk mencetak profil pelajar Indonesia yang sesuai Pancasila. Maka dari itu, sebagai pelajar Indonesia, Pahamifren juga harus memiliki karakter yang baik seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berbhineka tunggal ika, mandiri, kreatif dan gemar bergotong royong.

Survei Lingkungan Belajar

Nah, khusus untuk yang ini, penilaian Asesmen Nasional juga akan dilakukan berdasarkan lingkungan belajar. Nggak bisa dipungkiri, lingkungan belajar juga sangat berpengaruh pada prestasi siswa, iya kan Pahamifren?

Maka dari itu, Asesmen Nasional juga akan mengevaluasi kualitas belajar berdasarkan lingkungan sekolah dan situasi yang ada di lapangan. Namun, hasil penilaian ini tidak memberikan konsekuensi tertentu untuk pihak sekolah.

Masing-masing ujian tentu memiliki tujuan yang berbeda dari penerapan Ujian Nasional yang selama ini Pahamifren ketahui. Apa saja itu, mari kita bahas satu persatu:

Perbedaan Asesmen Nasional Dengan Ujian Nasional

Mode Ujian

Jika pada Ujian Nasional Pahamifren harus mengikuti ujian komputer dan ujian tertulis, pada Asesmen Nasional 2021 Pahamifren akan diuji menggunakan sistem soal yang berlapis. Ujiannya tentu dilakukan menggunakan sistem komputer yang disesuaikan dengan kemampuan para siswa lho. Jadi, beban soal yang diberikan nggak semuanya sama. Artinya, Pahamifren bakal diberikan soal berdasarkan kemampuan belajar masing-masing. Hmmm… menarik sih.

Nilai Ukur Dalam Ujian

Jika pada Ujian Nasional nilai yang didapatkan dihasilkan berdasarkan kompetensi di setiap mata pelajaran, pada Asesmen Nasional 2021, Pahamifren akan dinilai berdasarkan pencapaian kompetensi berdasarkan kemampuan masing-masing.

Ada banyak aspek yang bakal dinilai, seperti kompetensi literasi dan numerasi siswa, lingkungan belajar siswa, hingga karakter dari siswa masing-masing. Artinya, sistem ujian yang diberikan lebih personal dan mengukur nilai siswa berdasarkan kemampuannya pada bidang-bidang yang diujikan.

Peserta Tes

Poin ini cukup menarik untuk dibahas. Jika sebelumnya siswa yang mengikuti Ujian Nasional adalah yang duduk di tingkatan terakhir, seperti kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA, pada Asesmen Nasional 2021 pesertanya justru siswa yang berada di tingakatan satu tahun sebelum kelulusan. Artinya, yang diuji adalah siswa kelas 5 SD, kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA. Jadi, ujian yang diberikan tidak lagi dalam satu waktu seperti Ujian Nasional, tetapi dalam satu periode belajar.

Pahami dan  Kucing Punya 9 Nyawa, Benarkah?

Laporan Hasil Tes

Untuk laporan hasil tes juga terdapat perbedaan lho Pahamifren. Jika pada Ujian Nasional, laporan hasil tes ditentukan berdasarkan nilai setiap peserta ujian, nilai satuan pendidikan dan nilai agregat per wilayahnya, Asesmen Nasional 2021 justru mendapatkan laporan hasil tes berdasarkan nilai satuan pendidikan dan nilai agregat per wilayah saja seperti desa, kota atau kabupaten dan provinsi.

Jenis Soal

Soal-soal ujian yang akan diberikan saat Asesmen Nasional 2021 berfokus pada kompetensi yang lebih luas atau High-Order Thingking Skill (HOTS). Nantinya, Pahamifren akan dihadapkan dengan soal ujian yang mengukur penalaran.

Jadi, nggak ada lagi soal-soal yang menanyakan fakta atau definisi yang bersifat hafalan. Nantinya siswa akan ditanya tentang bagaimana proses sistem bekerja. Soal jenis ini akan lebih efektif untuk mengasah logika, kreativitas dan penalaran siswa lho.

Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Walaupun sudah lebih baik, namun kualitas pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Nah, Asesmen Nasional ini bertujuan untuk meng-upgrade sistem pendidikan di Indonesia menjadi level yang lebih tinggi lho Pahamifren. Jika dilihat dari posisi Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA), negara kita tercinta ini masih berada di posisi yang lumayan rendah Pahamifren.

Berikut adalah nilai PISA Indonesia dari hasil survei tahun 2018:

Membaca

Minat dan kemampuan memahami bacaan siswa di Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara yang disurvei.

Matematika

Kemampuan matematis siswa di Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara yang disurvei.

Sains

Nilai pemahaman sains siswa di Indonesia berada di peringkat 70 dari 78 negara yang disurvei.

Melihat kondisi ini, Mendikbud menilai perlu adanya inovasi pendidikan di Indonesia. Mengubah Ujian Nsional menjadi Asesmen Nasional 2021 menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pahami dan  Ilmu Tambahan? Bimbel Online Solusinya!
Siap-siap, Asesmen Nasional 2021 bakal menggantikan Ujian Nasional 2021.

Kenapa Ujian Nasional tidak efektif?

Ada sejumlah alasan yang harus Pahamifren ketahui tentang Ujian Nasional, antara lain:

Ujian Nsional Mengukur Kompetensi Berpikir Tingkat Rendah

Seperti yang dibahas di ulasan di atas, Pahamifren tentu sudah faham kenapa Asesmen Nasional dianggap perlu menggantikan Ujian Nasional. Alasan utamanya tentu karena Ujian Nasional menuntut siswa mendapatkan nilai mutlak dari soal-soal yang diberikan. Sedangkan Asesmen Nasional berfokus pada kompetensi berpikir tingkat tinggi, yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berfikir kritis dan kreativitas para siswa.

Ujian Nasional Tidak Mendorong Guru Berinovasi

Karena mementingkan soal-soal yang sudah disusun sebelumnya, Ujian Nasional dinilai tidak membuat guru meningkatkan kemampuannya mengikuti perkembangan pendidikan yang lebih inovatif.

Ujian Nasional Kurang Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pahamifren tentu setuju, ketika mendengar kata Ujian Nasional, beberapa diantara Pahamifren menganggapnya sebagai momok yang mengerikan. Karena, jerih payah siswa selama bertahun-tahun belajar hanya ditentukan dari nilai selembar kertas jawaban yang dikerjakan dalam waktu singkat. Ini lah mengapa Kemendikbud menganggap Ujian Nasional tidak berdampak signigikan terhadap mutu pendidikan di Indonesia, sehingga harus diganti dengan Asesmen Nasional.

Nah itulah ulasan mengenai Asesmen Nasional 2021, semoga bisa menjadi referensi bagi Pahamifren untuk mempersiapkannya ya. Walaupun terlihat lebih mudah, Pahamifren juga jangan menganggap enteng Asesmen Nasional. Tetap belajar untuk memperkaya pengetahuan dapat berpengaruh pada hasil Asemen Nasional.

Khusus buat Pahamifren yang ingin mendapatkan metode belajar yang mudah dan menyenangkan, kamu bisa memilih Aplikasi Belajar Online Pahamify. Didukung oleh pengajar profesional dengan materi video pembelajaran yang tidak membosankan, Pahamify menjadi solusi terbaik untuk belajar online di rumah.

Menariknya, Aplikasi Belajar Online ini juga memberikan kamu diskon spesial hingga 75% lho. Yuk cek promo paket Pahamify di sini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog