Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Di mana kamu biasa menyimpan data-data yang ada di handphone-mu? Apakah di dalam kartu memori, atau sudah menggunakan fitur penyimpanan berbasis cloud semisal Google Drive atau iCloud? Media penyimpanan data saat ini memang sudah sangat canggih sehingga kamu tidak perlu repot-repot menggunakan alat bantu untuk memindahkan data. Kamu bisa mengakses data-data yang kamu miliki menggunakan gadget apapun. Namun, tahukah kamu, bahwa media penyimpanan data sudah ada sejak ratusan tahun lalu?

Punch Card

Media penyimpanan data pertama kali diperkenalkan oleh Basile Bouchon, seorang pekerja tekstil kain sutera di Perancis, pada tahun 1725. Punch Card ini terbuat dari kertas kaku yang diwakili oleh lubang dengan sembilan puluh kolom. Data yang dapat disimpan oleh punch card ini cukup minim sehingga tidak digunakan untuk menyimpan informasi untuk manusia, melainkan untuk menyimpan pengaturan mesin yang berbeda. Punch card  ini cukup populer hingga tahun 1970.

Punched Tape

Tahun 1846, seorang filsuf asal Skotlandia, Alexander Bain mengembangkan Punched Tape. Punched Tape merupakan pengembangan dari punch card yang menggunakan pita kertas yang biasa digunakan untuk fax alih-alih kertas kaku. Setiap baris pada kertas yang berisi lubang-lubang menunjukkan satu karakter. Karena menggunakan pita kertas, data yang mampu disimpan oleh punched card lebih besar dari punch card.

Selection Tube

Media penyimpanan data untuk komputer pertama kali dikembangkan oleh Radio Corporation of America (RCA) pada tahun 1946. Selection tube berbentuk tabung dengan ukuran sekitar sepuluh inci. Satu tabung tersebut mampu menyimpan data hingga 4096 bits atau setara dengan 512 byte. Sayangnya, selection tube memiliki harga yang mahal untuk kapasitas yang cukup kecil sehingga sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar. Oleh karena itu, selection tube tidak populer dan jarang digunakan.

Magnetic Drum Memory

Tahun 1932, seorang ahli IT asal Austria, Gustav Tauschek mengembangkan Magnetic Drum Memory. Mirip seperti selection tube, magnetic drum memory juga berbentuk tabung atau drum dengan kapasitas yang lebih besar. Satu tabung tersebut dapat menampung data hingga 10 kilobyte. Magnetic Drum Memory mulai populer sekitar tahun 1950 hingga tahun 1960-an dan banyak digunakan sebagai media untuk menyimpan data di komputer.

Magnetic Tape

Sekitar tahun 1950-an International Business Machine Corporation (IBM), sebuah perusahaan perangkat keras komputer mengembangkan media penyimpanan data yang disebut dengan magnetic tape. Magnetic tape berbentuk gulungan dengan panjang sekitar 365 meter. Satu gulungan magnetic tape tersebut setara dengan sepuluh ribu punch card. Magnetic tape cukup populer dan banyak dipakai hingga pertengahan tahun 1980-an.

Compact Cassette

Magnetic tape kemudian mempelopori berkembangnya compact cassette yang diperkenalkan pada tahun 1963. Sebuah compact cassette mampu menyimpan data hingga 660 kilobyte. Karena kapasitas penyimpanannya cukup besar, compact cassette ini cukup populer pada tahun 1970-an hingga 1980-an.

Disket

Disket pertama kali diperkenalkan tahun 1969. Sayangnya, disket hanya bisa membaca data dan tidak bisa melakukan modifikasi. Ketika pertama kali diperkenalkan, disket memiliki kapasitas sekitar 80 kilobyte. Namun empat tahun kemudian, sebuah disket mampu menyimpan data hingga 256 kilobyte.

Zip Disk

Tahun 1994 muncul disket dengan kapasitas yang lebih besar. Zip disk memiliki kapasitas hingga 750 kilobyte.

Laser Disk

Laser disk mulai muncul di pasaran sekitar tahun 1978. Laser disk memiliki bentuk kepingan bulat dengan ukuran yang besar, sekitar 30 cm. Laser disk dapat dibaca menggunakan alat khusus dan biasa dipakai untuk menyimpan file video.

Compact Disk

Compact disk adalah pengembangan dari laser disk yang muncul tahun 1979. Compact disk berbentuk mirip seperti laser disk namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Pada perkembangannya, compact disk berevolusi menjadi DVD, HD-DVD, hingga Bluray. Pada perkembangannya ini compact disk memiliki kapasitas yang tinggi namun tetap dengan ukuran kepingan yang sama.

Memory Card

Seiring berkembangnya alat elektronik yang bersifat praktis atau portable seperti kamera dan handphone, muncul kebutuhan akan media penyimpanan data yang praktis pula. Kebutuhan ini yang kemudian mempelopori hadirnya media penyimpanan data portable seperti memory card. Memory card sendiri muncul sekitar tahun 1990-an dan mempelopori hadirnya bentuk-bentuk lain dari media penyimpanan data portable.

Flashdisk

USB Flash Drive atau yang lebih dikenal sebagai flashdisk ditemukan oleh Amir Ban, Dov Moran dan Oron Ogdan pada tahun 1999. USB digunakan tidak hanya sebagai media penyimpanan data namun juga sebagai media untuk memindahkan data dari satu komputer ke komputer lain. Perkembangan USB bisa dikatakan sangat pesat. Awalnya, kapasitas USB hanya beberapa megabyte saja, namun sekarang sebuah USB mampu menyimpan dana hingga 1 terabyte.

Hard Disk Drive

Sekitar tahun 1980-an telah muncul media penyimpanan data untuk komputer yang disebut hard disk drive dengan kapasitas sekitar 5 hingga 44 megabyte. Jika hard disk biasa berada di dalam komputer, hard disk drive memungkinkan pengguna untuk membawanya tanpa harus membongkar komputer terlebih dahulu. Saat ini, kapasitas tertinggi untuk hard disk drive sudah mencapai 10 terabyte.

Secara umum, media penyimpanan terbagi dua, yaitu media internal dan eksternal. Media penyimpanan data internal bersifat volatile atau sementara dan data akan hilang jika tidak dialiri listrik. Sementara media penyimpanan data eksternal bersifat non-volatile atau permanen dan akan tetap aman meski tidak dialiri listrik.

Media penyimpanan data internal yang paling umum digunakan adalah Random Access Memory atau RAM yang di dalam komputer. Meski bersifat volatile, RAM memiliki peran yang sangat penting dan harus ada dalam sebuah alat elektronik. Hal ini karena selain berfungsi sebagai media penyimpanan data, RAM juga berfungsi untuk membantu dan mendukung penggunaan multitasking di komputer ataupun gadget lainnya. Inilah yang menyebabkan kamu bisa membuka lebih dari satu aplikasi dalam satu waktu, seperti mendengarkan musik sembari mengerjakan tugas di komputer.

Kelancaran fungsi multitasking ini tak lepas dari kapasitas RAM itu sendiri. Semakin besar kapasitas RAM, semakin lancar pula komputer atau gadget untuk mengoperasikan lebih dari satu aplikasi dalam satu waktu. Inilah sebabnya pro gamer menggunakan komputer canggih dengan kapasitas RAM yang mumpuni agar mampu mengoperasikan game berteknologi tinggi.

Lalu bagaimana dengan laptop? Laptop tetap memiliki RAM, namun juga didukung oleh Solid State Drive atau SSD. SSD yang bersifat non-volatile berfungsi sebagai media penyimpanan data berbasis chip flash. Oleh karena itu, data tetap aman meskipun laptop tidak dialiri listrik.

Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, kini media penyimpanan data pun tidak hanya berbentuk fisik. Perkembangan internet yang semakin maju juga mempelopori munculnya media-media penyimpanan data berbasis internet. Tentu kamu sudah tidak asing dengan Google Drive, iCloud ataupun Microsoft One-Drive. Layanan penyimpanan ini memanfaatkan server yang mereka punya untuk menyimpan data-data yang kamu miliki dan bisa diakses kapan saja, di mana saja, selama ada koneksi internet.

Nah, menarik sekali, bukan? Ternyata media penyimpanan data sudah ada jauh sebelum komputer atau gadget lainnya ditemukan. Kalau kamu masih penasaran, kamu bisa membaca penjelasan yang lebih detail mengenai evolusi media penyimpanan data yang tentunya dibahas lebih lengkap dan seru melalui video pembelajaran di aplikasi belajar online Pahamify. Yuk, download dan langganan Pahamify sekarang!

Penulis: Alivia Awin


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog