Pahamifren, pernah enggak sih kamu membaca tulisan atau mendengar pidato yang kalimatnya bertele-tele? Menurut kamu, kalimat tersebut mudah dipahami atau tidak? Jika suatu kalimat bahasa Indonesia tidak hemat kata dan kamu kesulitan memahaminya, berarti kalimat tersebut tidak efektif. Lantas, apa sih kalimat efektif bahasa Indonesia itu?

Sederhananya, kalimat efektif adalah kalimat yang menunjukkan sesuatu tepat guna, tidak berbelit, dan mengikuti kaidah kebahasaan. Biar lebih jelas, Mipi bakal merangkum materi kalimat efektif bahasa Indonesia secara lengkap di artikel ini. Simak pembahasannya sampai selesai, ya.

Kalimat Efektif Bahasa Indonesia

Kalimat efektif merupakan kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah berlaku. Suatu kalimat dinyatakan efektif apabila memiliki unsur yang utuh dan tepat, seperti adanya subjek, predikat, objek, dan sebagainya. Kalimat efektif bahasa Indonesia harus mudah dimengerti, dapat mengungkapkan maksud penulis, serta tidak mengandung maksud yang lain atau rumpang.

Dalam membuat kalimat efektif, penulis biasanya akan memperhatikan ejaan yang disempurnakan dan memilih kata (diksi) tepat dalam kalimat. Cara ini akan membuat kalimat lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Materi kalimat efektif termasuk dalam materi sintaksis bahasa, yaitu bagian dari tata bahasa yang mempelajari proses pembentukan kalimat.

Kalimat efektif ini juga termasuk topik yang sering keluar di soal TPS UTBK Pemahaman dan Bacaan Menulis, Pahamifren. Dalam soal TPS UTBK, kalimat efektif juga sering disebut sebagai kalimat baku. Buat pelajar SMA yang ingin masuk kampus impian lewat jalur SBMPTN, wajib banget belajar materi kalimat efektif dari sekarang agar bisa mendapatkan skor UTBK tinggi di UTBK SBMPTN mendatang.

Karakteristik Kalimat Efektif

Berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif bahasa Indonesia dan contohnya:

Memuat Unsur Kalimat Minimal Subjek dan Predikat

Kalimat efektif harus memuat unsur kalimat dengan tepat, paling tidak terdiri dari subjek dan predikat. Contohnya, Eza membaca buku di kamar. Subjek kalimat tersebut adalah ‘Eza’ dan predikatnya yaitu ‘membaca’.

Hemat Kata

Susunan kalimat efektif tidak bertele-tele sehingga pembaca dapat mengetahui informasi yang disampaikan secara tepat. Contohnya, Babel belajar giat untuk persiapan UTBK. Saat membaca kalimat itu, kamu bisa langsung tahu kalau ‘Babel’ sedang rajin dalam belajar.

Pilihan Kata yang Tepat

Pemilihan kata dalam kalimat efektif tidak boleh mengandung makna yang berlawanan atau menggunakan beberapa makna sama (sinonim) dalam satu kalimat. Contohnya, Logan mengiris dan memotong wortel di dapur. Kalimat tersebut tidak efektif karena ‘mengiris’ dan ‘memotong’ memiliki makna yang sama, cukup gunakan salah satu saja.

Pahami dan  Ingin Lebih Maksimal Hadapi UTBK 2021? Yuk, Ikuti Simulasi UTBK Online Gratis Pahamify

Kelogisan Bahasa

Informasi yang disampaikan dalam kalimat harus dapat diterima akal dan nalar. Contohnya, kalimat ‘Kepada Gubernur Jawa Timur, kami persilakan’ lebih logis dibandingkan ‘Waktu dan tempat kami persilakan’. Memangnya waktu dan tempat mau dipersilakan ke mana, Pahamifren? Pada contoh kalimat kedua, ‘waktu dan tempat’ bukanlah subjek (berupa orang) yang diberi waktu dan tempat untuk berbicara. Itulah sebabnya kalimat itu kurang logis dan bukan termasuk kalimat efektif.

Tidak Ambigu

Karakteristik ini berkaitan dengan tujuan utama kalimat efektif, yaitu memberikan gagasan secara jelas kepada pembaca atau pendengar. Maka dari itu, kalimat efektif tidak boleh berpotensi memiliki makna ganda alias ambigu.

Contoh kalimat ambigu: Penampilan laki-laki itu seperti beruang. Penjelasan kalimat tersebut dapat berupa, laki-laki tersebut terlihat seperti hewan beruang. Atau dapat juga bermakna, laki-laki tersebut terlihat memiliki banyak uang. Kamu bisa memperbaikinya menjadi ‘Penampilan laki-laki itu seperti memiliki banyak uang’.

Menaati Ejaan dan Kaidah Kebahasaan yang Baku

Penulisan kalimat efektif bahasa Indonesia mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contohnya, seorang dokter menganalisis semua data pasien. Jika mengacu pada PUEBI, kalimat tersebut termasuk efektif karena kata ‘menganalisis’ sesuai dengan ejaan yang benar.

Syarat Kalimat Efektif Bahasa Indonesia

Ada 6 syarat suatu kalimat bisa dikatakan efektif, di antaranya:

Kesatuan

Kesatuan dalam kalimat efektif berarti adanya keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Ciri-ciri kesatuan dalam kalimat bisa berupa subjek dan predikat jelas, tidak terdapat subjek ganda, predikat tidak didahului dengan kata yang, dan sebagainya.

Contoh:

  • Bahasa Indonesia yang berasal dari Melayu. (Salah)
  • Bahasa Indonesia berasal dari Melayu. (Benar)

Kehematan

Dalam menyusun kalimat efektif, penulis harus berusaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat di sini berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Syarat kehematan ini membuat kalimat efektif menjadi padat dan berisi.

Contoh:

  • Para tamu-tamu. (Salah)
  • Para tamu/Tamu-tamu. (Benar)

Kelogisan

Sesuai dengan karakteristiknya, kalimat efektif harus memiliki ide yang dapat diterima oleh akal. Selain itu, penulisannya harus sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

  • Mayat kucing yang meninggal itu sebelumnya mondar-mandir di sekitar rumah. (Salah)
  • Sebelum meninggal, kucing yang ditemukan mayatnya itu sering mondar-mandir di sekitar rumah. (Benar)

Kepaduan (Koherensi)

Syarat ini masih berkaitan dengan kelogisan kalimat. Pilihan kata dalam menyusun kalimat harus berhubungan (koheren) sehingga membuat kalimat menjadi utuh dan tidak sumbang. Kepaduan pada kalimat bisa rusak apabila penulis salah menempatkan pola kalimat atau menyisipkan kata yang tidak sesuai dengan predikat dan objek.

Pahami dan  Latihan Soal TPS UTBK Pengetahuan Kuantitatif 2021 dan Pembahasannya

Contoh:

  • DPR membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
  • DPR membahas kehendak rakyat. (Benar)

Keparalelan

Keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang digunakan dalam suatu kalimat. Apabila kata pertama berbentuk kata kerja, maka kata berikutnya juga harus berbentuk sama.

Contoh:

  • Guru menjelaskan dan penerapan cara mitigasi bencana alam yang efektif. (Salah)
  • Guru menjelaskan dan memaparkan cara mitigasi bencana alam yang efektif. (Benar)

Kebenaran

Kalimat efektif bahasa Indonesia harus mengacu pada penulisan baik dan benar sesuai ejaan yang dianjurkan. Kaidah kebahasaannya mengikuti tata bahasa baku dalam PUEBI dan KBBI.

Contoh:

  • Adi lupa bagaimana cara membaca, merangkum dan analisa data dari teks bacaan. (Salah)
  • Adi lupa bagaimana cara membaca, merangkum, dan menganalisis data dari teks bacaan. (Benar)

Contoh Soal Kalimat Efektif

Sampai sini, kamu sudah paham penulisan kalimat efektif bahasa Indonesia kan? Nah, untuk mengukur kemampuan kamu dalam memahami materi kalimat efektif, Mipi bakal memberikan 3 contoh soal try out UTBK tentang kalimat efektif. Yuk, kerjakan soalnya sekarang!

Soal 1

Kebanyakan orang yang kecanduan internet ini dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet yang tidak mereka mendapatkan di dunia nyata.

Perbaikan yang tepat untuk kalimat di atas agar menjadi kalimat efektif, kecuali

A. Menghapus kata ‘yang’

B. Menghapus kata ‘ini’

C. Mengganti kata ‘dikarenakan’

D. Mengganti kata ‘menemukan’ menjadi ‘menemui’

E. Mengganti kata ‘mendapatkan’ menjadi ‘dapatkan’

Pembahasan:

Soal di atas merupakan soal perbaikan kalimat tidak efektif. Perbaikan yang perlu dilakukan untuk kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif adalah sebagai berikut:

1. Kata ‘yang’ dan ‘ini’ dihilangkan karena tidak memiliki fungsi dalam kalimat tersebut.

2. Kata ‘dikarenakan’ harus diganti. Kata ‘karena’ bukan kata kerja sehingga tidak perlu diberi imbuhan.

3. Kata ‘mendapatkan’ harus diganti karena maknanya tidak sesuai konteks, yaitu bermakna ‘menjumpai’.

Perbaikan secara keseluruhan dari kalimat di atas yaitu ‘Kebanyakan orang kecanduan internet karena mereka menemukan kepuasan di internet yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata’. Jadi, perbaikan yang tidak perlu dilakukan yaitu mengganti kata ‘menemukan’ menjadi ‘menemui’.

Jawaban yang benar adalah D.

Soal 2

Negara-negara Eropa menggunakan massage untuk perawatan orang sakit dan cedera, pesenam dan olahragawan, serta mengembalikan kebugaran dan melawan kelelahan yang dikarenakan oleh latihan fisik.

Manakah kata dari kalimat di atas yang merupakan kata tidak baku?

Pahami dan  Mau Tetap Semangat Mengejar Cita-Cita Masuk Kampus Impian? Lakukan 5 Hal Ini

A. pesenam

B. dikarenakan

C. olahragawan

D. perawatan

E. cedera

Pembahasan:

Imbuhan berfungsi membentuk kata kerja. Kata ‘dikarenakan’ tidak tepat karena kata ‘karena’ bukan merupakan kata kerja, melainkan sebuah konjungsi. Oleh karena itu, kata ‘karena’ tidak boleh diberi imbuhan. Kata ‘dikarenakan’ sebaiknya diganti dengan ‘karena’ atau ‘disebabkan’.

Jawaban yang tepat adalah B.

Soal 3

Stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam). Kemudian, pada otak timbul gejala dan tanda sesuai dengan daerah yang terganggu sehingga dapat mengakibatkan kematian dan penyebab utama kecacatan. Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kematian dan penyebab utama kecacatan tidak hanya pada penderita di usia tua, tetapi juga di usia muda.

Dalam pola kematian penderita rawat inap, stroke menduduki urutan pertama. Sedangkan dari seluruh penyebab kematian, stroke menduduki urutan ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke dapat terjadi karena seseorang yang sehat memiliki faktor risiko stroke. Terdapat faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan dan faktor risiko stroke tidak dapat dikendalikan. Pemahaman akan faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan ini penting untuk menurunkan risiko seseorang terkena stroke.

Dari paragraf bacaan di atas, manakah yang bukan merupakan kalimat efektif?

A. Kalimat pertama

B. Kalimat kedua

C. Kalimat ketiga

D. Kalimat keempat

E. Kalimat kelima

Pembahasan:

Pada kalimat kedua terdapat kata ‘gejala’ dan ‘tanda’ yang sebenarnya bermakna sama. Jadi, kalimat kedua dalam paragraf di atas dinilai tidak efektif karena adanya pemborosan kata.

Jawaban yang benar adalah B.

Nah, itu dia materi kalimat efektif bahasa Indonesia yang wajib kamu pelajari beserta contoh soalnya. Kamu bisa mendapatkan materinya secara detail dengan video pembahasan menarik di aplikasi belajar online Pahamify.

Kamu juga dapat mencoba latihan soal tentang kalimat efektif di fitur TryOut Pahamify. Ada ratusan latihan soal berkonsep HOTS yang bisa kamu coba sebagai persiapan hadapi ujian seleksi masuk PTN. Jangan lupa, upgrade ke TryOut Pahamify Premium agar kamu bisa mendapatkan akses semua fiturnya secara maksimal.

Tunggu apalagi, download aplikasi Pahamify di sini sekarang! Gunakan semua fiturnya untuk belajar menyenangkan dan raih kampus impian.

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version