UTBK SBMPTN 2021 semakin dekat nih, Pahamifren! Sudah yakin dengan semua persiapanmu? Biar persiapanmu makin mantap, kita latihan soal UTBK saja yuk. Nah, buat kamu yang memilih kelompok ujian Soshum, Mipi mau membagikan beberapa latihan soal UTBK Soshum Sejarah beserta pembahasannya. Simak ulasan ini sampai selesai ya!

Materi Latihan Soal UTBK Soshum Sejarah

Sebelum membahas soal-soal UTBK, ada baiknya kalau Mipi mengajak kamu mengulas cakupan materi Sejarah apa saja yang bakal keluar di SBMPTN nanti. Jadi, kamu bisa menyiapkan strategi yang lebih efektif untuk menghadapi ujian.

Cakupan materi Sejarah SBMPTN itu sangat luas, Pahamifren. Mulai dari Orde Baru dan Reformasi, Politik Etis dan Pergerakan Nasional, Kerajaan Islam, Pendudukan Jepang dan Belanda, Kerajaan Hindu-Buddha, Zaman Prasejarah, hingga Perang Dunia I dan II.

Namun, jika harus memilih materi mana yang paling utama untuk kamu kuasai, jawabannya ada 4 materi, yaitu Kerajaan Islam, Kerajaan Hindu-Buddha, Pergerakan Nasional, serta Orde Baru dan Reformasi. Sebab, itulah materi yang paling sering keluar dalam ujian SBMPTN di tahun-tahun sebelumnya.

Berbeda dengan materi UTBK lainnya, materi Sejarah tidak hanya membutuhkan pemahaman konsep. Kamu juga dituntut untuk paham tentang pelaku sejarahnya, tempat, dan tahun terjadinya. Lebih bagus lagi, kalau kamu paham rangkaian kejadian dan latar belakang peristiwa sejarah tersebut. Maka dari itu, untuk menguasai hal-hal itu, kamu harus menentukan skala prioritas untuk tahu setiap detail materinya.

Soal UTBK Soshum Sejarah menjadi satu di antara materi yang harus kamu kuasai untuk menghadapi SBMPTN 2021.

Kalau pun ingin menguasai semua materi Sejarah SBMPTN, kamu harus membuat jadwal belajar Sejarah yang terstruktur. Urutkan peristiwa sejarah mana yang lebih dahulu terjadi.

Misalnya, belajar Kerajaan Hindu-Buddha terlebih dahulu baru Kerajaan Islam, Perang Dunia I terlebih dahulu baru Perang Dunia II, dan sebagainya. Cara belajar Sejarah seperti ini bisa mempermudah kamu dalam mendalami setiap materi dan proses belajarnya pun menjadi lebih terarah.

Biar kamu semakin cepat menguasai materinya, cobalah untuk memperbanyak membaca buku sejarah atau biografi. Kamu juga bisa menonton video pembelajaran Sejarah di aplikasi Pahamify agar proses belajar materi Sejarah SBMPTN lebih optimal.

Latihan Soal UTBK Sejarah dan Pembahasannya

Nah, latihan soal UTBK Soshum Sejarah yang akan Mipi ulas ini, termasuk tipe soal HOTS dan sudah dilengkapi dengan pembahasannya. Langsung saja, cek contoh soal HOTS Sejarah untuk UTBK SBMPTN 2021 berikut ini dan coba kerjakan sekarang!

Soal 1 (Orde Baru dan Reformasi)

Indonesia telah mengalami pergantian rezim (Presiden) selama 7 kali. Masing-masing pergantian rezim disebabkan oleh berbagai faktor yang berbeda. Salah satu faktor utama jatuhnya rezim B.J. Habibie adalah ditolaknya pidato pertanggungjawaban Presiden pada Sidang Umum MPR tahun 1999 terkait  masalah ….

A. Korupsi

B. Timor Timur

C. Pemilu

D. Dwi Fungsi ABRI

E. Ekonomi

Pembahasan:

Faktor utama penolakan pertanggungjawaban Presiden B.J Habibie pada sidang umum MPR tahun 1999 adalah kekecewaan rakyat yang menganggap B.J Habibie telah gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai Presiden.

Habibie dianggap banyak memiliki kesalahan yang merusak persatuan bangsa. Salah satunya memberikan  otonomi pada Timor Timur sehingga Timor Timur melepaskan diri dari negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1999.

Jawaban yang benar adalah B.

Soal 2 (Politik Etis dan Pergerakan Nasional)

Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai bentuk tanggung jawab bagi kesejahteraan pribumi.

SEBAB

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya kebangkitan nasional di Indonesia, salah satunya tampilnya golongan terpelajar.

Pilihannya:

A. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya saling berhubungan

B. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya tidak saling berhubungan

C. Pernyataan benar, alasan salah

D. Pernyataan salah, alasan benar

E. Keduanya salah

Pembahasan:

Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang berpendapat bahwa Belanda harus bertanggung jawab bagi kesejahteraan pribumi. Pemerintah Belanda menjalankan politik Etis, atau Politik Balas Budi untuk meningkatkan pendidikan dan kondisi kehidupan penduduk asli Hindia Belanda.

Akibat tekanan untuk melakukan “balas budi”, Belanda mendapatkan keuntungan besar dari sistem Tanam Paksa. Politik Etis ini terdiri dari 3 kebijakan utama yaitu Edukasi (pendidikan), Irigasi (pembangunan infrastruktur pengairan) dan Imigrasi (pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya).

Dilaksanakannya Edukasi sebagai bagian Politik Etis di Indonesia, membuat perubahan yang signifikan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Yaitu munculnya golongan terpelajar yang menerima pendidikan modern, yang kemudian memimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Para tokoh ini misalnya adalah HOS Cokroaminoto (lulusan OSVIA, sekolah pegawai negeri) Dr Soetomo, Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan Dr Cipto Mangunkusumo yang merupakan lulusan STOVIA (Sekolah Kedokteran di Batavia) dan Ir Sukarno yang merupakan lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (Sekolah Teknik Bandung, sekarang ITB).

Jadi, pernyataan benar dan alasannya pun benar, serta keduanya saling berhubungan.

Jawaban yang paling tepat adalah A.

Soal 3 (Kerajaan Hindu-Buddha)

Salah satu wujud akulturasi budaya pra Hindu-Buddha dengan budaya Hindu-Buddha di bidang pemerintahan adalah…

A. Lahirnya sistem kerajaan di Nusantara

B. Kepala suku sebagai pimpinan kelompok

C. Berkembangnya sistem musyawarah di dalam istana

D. Terjadinya pemilihan untuk menentukan seseorang menjadi raja

E. Terjalinnya hubungan diplomatik antara kerajaan di India-Nusantara

Materi kerajaan Hindu-Budha menjadi salah satu soal UTBK Soshum Sejarah yang harus kamu pelajari.

Pembahasan:

Sebelum masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia, sistem pemerintahan yang dianut di Indonesia berupa sistem pemerintahan desa,  dipimpin oleh kepala suku yang dipilih berdasarkan kekuatan dan kelebihannya. Kemudian, setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha muncul konsep dewa-raja (raja dianggap sebagai titisan dewa) sehingga kekuasaan terpusat pada raja. Dari konsep ini lahirlah sistem pemerintahan kerajaan.

Jawaban yang benar adalah A.

Soal 4 (Kerajaan Islam)

Bukti bahwa agama Islam telah berkembang di Indonesia pada abad ke-11 adalah nisan Sultan Malik Al Saleh.

SEBAB

Batu nisan Sultan Malik Al Saleh ditemukan di daerah Gresik.

Pilihannya:

A. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya saling berhubungan

B. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya tidak saling berhubungan

C. Pernyataan benar, alasan salah

D. Pernyataan salah, alasan benar

E. Keduanya salah

Pembahasan:

Masuknya Islam di Nusantara abad ke-11 Masehi didasarkan pada bukti adanya sebuah batu nisan Siti Fatimah binti Maimun di Gresik, Jawa Timur. Batu ini berangka 1802 Masehi. Jadi, pernyataan dari soal di atas adalah salah dan alasannya salah.

Jawaban yang paling tepat adalah E.

Soal 5 (Pendudukan Jepang)

Pernyataan berikut ini yang bukan merupakan kebijakan Jepang pada masa awal pendudukannya adalah…. 

A. Mendirikan serangkaian organisasi pergerakan 

B. Membubarkan pergerakan nasional pada zaman Belanda

C. Mengangkat Gunseikan (Kepala wilayah militer) 

D. Mendirikan pemerintah yang melibatkan orang-orang Indonesia

E. Melarang segala bentuk budaya Barat

Pembahasan:

Kebijakan yang dilakukan Jepang ketika masuk ke Indonesia merupakan kebijakan yang dapat mendukung Jepang dalam usaha memenangkan perang Asia Timur Raya. Di antara kebijakannya adalah membubarkan organisasi pergerakan nasional yang terbentuk pada masa Belanda dan hanya menyisakan satu yaitu Masyumi yang kemudian diganti dengan MIAI.

Selain itu, Jepang mengangkat Gunseikan (kepala wilayah militer) untuk mempermudah mobilisasi massa di tiap daerah. Jepang juga mendirikan pemerintahan dengan melibatkan orang-orang Indonesia serta melarang segala bentuk budaya Barat yang bertujuan menarik simpati dari bangsa Indonesia.  Jepang sendiri tidak mendirikan serangkaian organisasi pergerakan, tetapi mendirikan organisasi-organisasi yang bersifat militer.

Jawaban yang benar dari soal di atas adalah A.

Bagaimana Pahamifren, latihan soal UTBK Soshum di atas cukup mudah kamu kuasai, kan? Biar persiapanmu semakin maksimal, kamu juga bisa mencoba latihan soal UTBK lainnya di fitur try out online Pahamify. Ada ratusan soal-soal UTBK ter-update yang bisa kamu pelajari. Kamu bisa melihat informasi lengkapnya di link Pahamify Try Out ini ya.

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti tantangan 1 Hari 1 Soal dari Pahamify sebagai persiapan ringan UTBK. Tunggu apalagi, yuk download aplikasi Pahamify sekarang dan manfaatkan semua fitur serunya sebagai #TemanPersiapanUTBK terbaik.

Jangan lupa lihat juga pembahasan materi UTBK beserta tips dan trik menarik lainnya di sini https://pahamify.com/blog/ ya, Pahamifren.

Penulis: Fitri Dewanty – SEO Content Writer Pahamify

Komentar

2 Comments on “Latihan Soal UTBK Soshum 2021 Sejarah dan Pembahasannya

Nesya
June 16, 2021 at 12:15 pm

Nomer 5 apa nggak seharusnya jawabannya A Mendirikan serangkaian organisasi pergerakan
Karena perintah dari soal yang ” bukan ” ?

Reply
Fitri Dewanty
June 17, 2021 at 8:52 am

Halo Nesya, sesuai pembahasan soal nomor 5, yang benar jawabannya A, ya. Terima kasih atas koreksinya 🙂

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version