Pahamifren, sebagian besar dari kamu tentu pernah mendengar cerita tentang asal-usul manusia kan? Ada teori evolusi yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari kera. Menurut kamu, informasi itu benar nggak ya? Nah, sebelum lebih jauh membahas ini, ada baiknya kamu mengenal dulu apa yang dimaksud dengan teori evolusi, Pahamifren.

Sebenarnya, hingga saat ini masih muncul perdebatan tentang teori evolusi tersebut. Daripada penasaran, pada materi Sejarah Peminatan Kelas 11 ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang apa yang dimaksud dengan teori evolusi, sekaligus fakta unik dan kontroversi yang berkembang. Simak artikel ini sampai selesai ya.

Apa yang Dimaksud dengan Teori Evolusi?

Teori evolusi merupakan sebuah teori yang membahas mengenai perubahan atau perkembangan makhluk hidup, asal-usulnya, serta keterkaitan genetiknya antara satu makhluk hidup dengan yang lainnya. Dalam teori evolusi, perubahan atau perkembangan makhluk hidup terjadi karena kombinasi tiga proses utama, yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi alam.

Penelitian Charles Darwin tentang asal-usul manusia membawa kontroversi tentang apa yang dimaksud dengan teori evolusi.

Pada proses reproduksi dan variasi, sifat-sifat atau ciri khas suatu makhluk hidup yang menjadi dasar evolusi dibawa oleh gen dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pewarisan gen ini bisa menjadi banyak variasi dalam sebuah populasi.

Singkatnya, ketika makhluk hidup bereproduksi, keturunannya akan memiliki sifat-sifat baru, bisa lebih umum atau lebih langka dari generasi sebelumnya. Sifat-sifat tersebut bisa terjadi karena mutasi gen atau transfer gen antarpopulasi atau antarspesies.

Teori evolusi juga menyebutkan bahwa evolusi terjadi karena proses seleksi alam. Dalam seleksi alam ini, sifat yang merugikan bagi makhluk hidup akan semakin berkurang, sementara sifat yang menguntungkan akan memiliki peluang besar untuk bertahan dan bereproduksi. Jadi, akan ada lebih banyak makhluk hidup pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat menguntungkan tersebut.

Selain itu, adaptasi juga menjadi faktor penting dalam proses evolusi makhluk hidup, lho. Contohnya, pada manusia saat ini, ada perbedaan minor antara orang-orang yang tinggal di pantai dengan orang yang tinggal di pegunungan.

Jumlah sel darah merah orang di pegunungan lebih banyak daripada sel darah merah orang di pantai. Hal ini merupakan proses evolusi yang terjadi karena adaptasi alami yang terjadi dalam tubuh manusia.

Puncak dari proses evolusi biasanya ditandai dengan munculnya spesies baru. Berdasarkan sejarah, proses evolusi itulah yang mengakibatkan munculnya banyak spesies makhluk hidup di dunia ini.

Semua makhluk hidup memiliki spesies yang berbeda-beda dan perbedaan tersebut bisa menjadi bukti bahwa teori evolusi memang benar terjadi di alam. Perbedaan spesies dapat terjadi akibat adaptasi ketat, kondisi geografis wilayah, mutasi gen, dan seleksi alam.

Teori Evolusi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mendefinisikan teori evolusi sebagai berikut:

Anaximander

Berpendapat bahwa asal mula kehidupan di bumi adalah lautan. Maka dari itu, semua makhluk hidup yang ada di bumi, termasuk manusia, pada awalnya adalah ikan.

Saat panas matahari menyebabkan munculnya daratan di bumi, makhluk hidup mulai berpindah ke daratan. Menurutnya, hal itu membuat terjadinya evolusi makhluk hidup dari ikan menjadi berbagai makhluk hidup darat, termasuk manusia.

George Louis Leclerc

Percaya bahwa bumi sudah berusia sangat tua, lebih dari 7.000 tahun. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa makhluk hidup sudah ada dan berkembang selama masa usia bumi berdasarkan pergerakan migrasinya.

Akibat dari pergerakan migrasi tersebut, makhluk hidup pada akhirnya harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pola adaptasi itulah yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi karena adanya interaksi partikel organik yang memicu perubahan pada tubuh makhluk hidup.

Jean-Baptiste Lamarck

Memiliki dua gagasan mengenai evolusi. Gagasan pertama berkaitan dengan bagian tubuh yang digunakan dan tidak digunakan oleh makhluk hidup.

Melalui gagasannya ini, ia menganggap bahwa bagian tubuh yang terus-menerus dipakai makhluk hidup dalam menghadapi lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan lebih kuat dibandingkan anggota tubuh yang jarang digunakan. Sementara anggota tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran.

Gagasan kedua Lamarck berkaitan dengan pewarisan sifat atau ciri-ciri yang diperoleh makhluk hidup dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Pewarisan sifat atau ciri-ciri inilah yang memodifikasi organisme yang diperolehnya selama hidupnya.

Contohnya, jerapah yang disebut berleher pendek, tapi karena lehernya terus menerus menjulur untuk mendapatkan daun di pohon yang tinggi, leher jerapah mulai menjadi panjang. Leher panjang inilah yang diwariskan ke semua keturunannya.

Charles Robert Darwin

Berpendapat bahwa evolusi terjadi melalui proses seleksi alam. Hanya makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri dengan alam yang dapat bertahan hidup.

Berbeda dengan Lamarck yang menganggap bahwa jerapah pada awalnya hanya berleher pendek, Darwin berpendapat bahwa leher jerapah pada awalnya bervariasi, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang.

Lewat proses seleksi alam, jerapah berleher pendek akhirnya punah dan hanya jerapah berleher panjanglah yang berhasil bertahan hidup dan bereproduksi hingga saat ini.

Selain menjelaskan evolusi berdasarkan proses seleksi alam, Darwin juga berpendapat bahwa semua spesies yang ada di bumi berasal dari nenek moyang yang sama (common ancestor), yang berkembang dari waktu ke waktu.

Teori Evolusi Manusia Purba

Sampai di sini, kamu sudah mulai paham apa yang dimaksud dengan teori evolusi, kan? Biar lebih jelas, ada baiknya jika kamu mengatahui teori evolusi manusia purba.

Apa yang dimaksud dengan teori evolusi? Benarkah manusia berasal dari kera?

Seperti yang dibahas sebelumnya, Anaximander, seorang filsuf pra-Socrates yang hidup sekitar tahun 610–546 SM sudah membahas mengenai kemungkinan bagaimana manusia berevolusi dari ikan. Namun, belum ada bukti ilmiah yang bisa membuktikan pendapat tersebut ya, Pahamifren.

Seiring dengan berjalannya waktu, teori evolusi manusia ini justru lebih berfokus pada anggapan bahwa manusia berkembang atau berevolusi di bumi dari primata yang sudah punah, lho. Primata yang sering dikaitkan dengan evolusi manusia ini adalah primata mirip kera. Itulah kenapa banyak beredar informasi kalau manusia berasal dari kera.

Bukti bahwa hewan primata berkaitan dengan manusia yaitu dari genetiknya. DNA antara manusia dan primata dapat mencapai kemiripan hingga 97%. Namun, bukan berarti manusia dianggap berasal dari kera, ya. Fakta tersebut hanya bisa melacak bahwa manusia dan primata mungkin memiliki nenek moyang yang sama.

Teori Manusia Menurut Charles Darwin

Sebenarnya, informasi mengenai manusia yang berevolusi dari kera muncul karena teori evolusi manusia menurut Charles Darwin. Dalam buku “The Origin of Species” yang mengemukakan tentang teori evolusi ditulis oleh Charles Darwin, menyimpulkan semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama (common ancestor) dan berhubungan antara satu sama lainnya.

Menurut Darwin dalam buku tersebut, proses mutasi genetik dari nenek moyang yang sama mengakibatkan terjadinya proses evolusi dan munculnya berbagai spesies baru. Darwin membayangkan evolusi manusia seperti pohon.

Batang pohon yang tunggal dan akarnya merupakan nenek moyang makhluk hidup. Sedangkan ranting dan daun pohon menjadi spesies baru yang lahir karena proses mutasi genetik. Proses mutasi genetik tersebut dapat terjadi karena seleksi alam dalam waktu yang lama.

Dari seleksi alam itu, Darwin kemudian membagi proses evolusi menjadi mikroevolusi dan makroevolusi. Mikroevolusi adalah perubahan yang terjadi pada spesies dengan cara kecil. Misalnya, perubahan warna atau ukuran pada suatu populasi selama beberapa generasi.

Sementara makroevolusi adalah perubahan karena seleksi alam yang mampu menciptakan spesies yang baru. Misalnya, perubahan dinosaurus menjadi burung, mamalia amfibi menjadi ikan paus, dan nenek moyang kera menjadi manusia.

Kontroversi Teori Evolusi Manusia

Pernyataan Darwin tentang apa yang dimaksud dengan teori evolusi manusia itulah yang kemudian menimbulkan kontroversi. Apakah manusia berasal dari kera atau tidak?

Sebenarnya, teori Darwin tentang manusia tidak pernah menyimpulkan secara pasti bahwa manusia berevolusi langsung dari kera lho, Pahamifren. Ia hanya berpendapat bahwa semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama. Terbukti, dari kemiripan DNA manusia dengan primata sebesar 97%.

Tapi, teori evolusi manusia tersebut sudah terlanjur menjadi perdebatan. Kaum esensialisme dan para umat beragama menolak teori tersebut secara tegas. Mereka percaya bahwa manusia sudah diciptakan sesuai dengan bentuk dan kodratnya seperti sekarang oleh Tuhan.

Sebagian orang juga menganggap teori Darwin tidak bisa menjelaskan urutan yang hilang (missing link) pada proses evolusi manusia. Urutan evolusi manusia yang hilang berupa penghubung antara generasi berbulu dan berekor seperti kera dengan makhluk hidup berakal dan cerdas seperti manusia.

Belum ditemukannya fosil manusia yang berbentuk setengah manusia dan setengah kera lah yang dianggap menjadi missing link untuk menjelaskan urutan evolusi manusia ini, Pahamifren. Fosil tersebut dianggap diperlukan untuk menjadi bukti sah kalau manusia memang berevolusi dari seekor kera.

Sejarah - Masa Neozoikum

Sekalipun teori evolusi menimbulkan kontroversi, tapi kamu bisa melihat bukti kuat mengenai kebenaran teori evolusi ini. Misalnya, kamu bisa melihat perbedaan ras yang ada pada manusia merupakan bagian dari proses adaptasi ketat yang terjadi pada homo sapiens di masa purba. Atau, kamu bisa melihatnya dari kekebalan bakteri dan mikroba terhadap antibiotik tertentu yang terjadi karena proses perubahan genetik.

Itulah ulasan materi Sejarah Peminatan kelas 11 tentang teori evolusi manusia, beserta kontroversinya. Semoga ulasan di atas dapat membantumu memahami apa yang dimaksud dengan teori evolusi, ya.

Buat kamu yang ingin mendapatkan akses materi belajar online menarik lainnya, kamu bisa mengunduh platform belajar online Pahamify. Ada ratusan materi belajar berkonsep gamifikasi dari Pahamify yang bisa membuat proses belajar kamu jadi lebih seru dan nggak membosankan.

Khusus buat kamu yang ngambis masuk PTN favorit, kamu bisa mencoba latihan soal UTBK melalui fitur Try Out Online Gratis Pahamify. Kamu juga bisa mengikuti Pahamify Accelerator Program biar lebih siap mengikuti UTBK SBMPTN 2021.

Tunggu apalagi, yuk download Pahamify sekarang dan manfaatkan seluruh fiturnya sebagai #TemanPersiapanUTBK terbaik!

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Komentar

One Comment on “Sejarah Peminatan Kelas 11: Teori Evolusi Manusia dan Kontroversinya

Dian Lorentina Sinaga
May 29, 2021 at 4:19 am

THANK YOU ,PAHAMIFY

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

download-hero-image

Mobile Version

Desktop Beta Version