Ikuti Try Out Online UTBK Pada 29 Oktober - 02 November 2020

Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta ~” Jaz – Dari Matamu

Konon katanya, mata adalah jendela hati. Padahal, mata juga jendela dunia. Lho, bukannya jendela dunia itu buku? Eits, jangan salah. Tanpa mata, kita tidak akan bisa melihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Dunia akan terasa gelap dan hampa bagaikan taman tak berbunga.

Tapi tahukah kamu, apa saja yang membantu mata kamu untuk dapat bekerja dengan baik sebagai indra penglihatan?

Mata kita terdiri dari dua bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar mata terdiri atas alis, kelopak mata, dan bulu mata. Ketiga bagian luar mata ini memiliki fungsi yang sama, yaitu melindungi mata dari benda asing dan cahaya yang berlebih.

Pada bagian dalam mata, terdapat kornea. Kornea adalah lapisan terluar mata berbentuk selaput tipis berwarna bening yang berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya. Cahaya tersebut kemudian diteruskan ke bagian mata yang berfungsi untuk menerima rangsangan cahaya.

Cahaya yang masuk ke mata melalui kornea kemudian diatur jumlahnya oleh pupil. Ketika cahaya yang masuk jumlahnya banyak, pupil akan mengecil. Sebaliknya, ketika cahaya yang masuk melalui kornea jumlahnya sedikit, pupil akan membesar.

Selain pupil, ada iris yang memiliki pigmen yang memberi warna mata. Warna mata ini ditentukan oleh dua hal, yaitu pigmentasi iris dan cara iris menyebarkan seberapa banyak melanin yang ada di mata. Semakin banyak melanin, makan akan semakin gelap pula warna mata. Warna mata yang paling umum adalah cokelat, dengan persentase sekitar 55-79% dari populasi dunia. Selain cokelat, warna mata lainnya adalah biru dengan persentase sekitar 8-10% dari populasi dunia, hazel dan amber dengan masing-masing persentase sekitar 5% dari populasi dunia, hijau dengan persentase sekitar 2% dari populasi dunia, serta abu-abu dan merah/ungu dengan persentase kurang dari 1%. Kelainan pada iris mata disebut sebagai heterochromia, di mana mata memiliki dua warna mata yang berbeda. Sekitar kurang dari 1% populasi dunia memiliki iris mata heterochromia.

Bagian Mata Manusia

Cahaya yang masuk melalui kornea dan diatur jumlahnya oleh pupil akan diterima oleh reseptor yang ada pada retina. Reseptor ini disebut sebagai fotoreseptor, yang terdiri dari sel batang dan sel kerucut. Sel batang berjumlah kurang lebih 125 juta dan berfungsi untuk menerima rangsangan cahaya yang tidak berwarna. Rangsangan cahaya ini diterima oleh rodopsin, sebuah pigmen yang terbentuk dari persenyawaan vitamin A dan protein. Rodopsin inilah yang peka terhadap rangsangan cahaya. Apabila cahaya yang masuk berlebih, rodopsin akan berkurang. Sebaliknya, apabila cahaya yang masuk kurang, rodopsin akan terbentuk kembali. Proses terbentuknya rodopsin sendiri membutuhkan waktu adaptasi sehingga terkadang mata akan terasa kabur pada proses adaptasi itu berlangsung.

Sel kerucut berjumlah kurang lebih 6,5 juta sel yang mengandung pigmen yang disebut sebagai iodopsin, yaitu pigmen yang terbentuk dari persenyawaan retinin dan opsin. Terdapat tiga jenis sel kerucut berdasarkan kepekaannya terhadap warna, yaitu merah, hijau, dan biru. Dari kombinasi tiga jenis sel tersebut, mata dapat menerima rangsangan warna dari spektrum merah hingga ungu. Oleh karena itu, apabila sel kerucut ini mengalami kerusakan, mata akan mengalami apa yang disebut sebagaii buta warna. Buta warna sendiri terdiri atas buta warna total di mana mata hanya dapat melihat warna dengan spektrum monokromatik (hitam-putih), dan buta warna parsial di mana mata dapat melihat sebagian spektrum warna, seperti buta warna merah-hijau yang tidak dapat melihat spektrum warna merah dan hijau, dan buta warna biru-kuning yang tidak dapat melihat spektrum warna biru dan kuning.

Bagian retina yang tidak mengandung fotoreseptor disebut sebagai bintik buta. Bintik buta adalah bagian retina yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah ini disebut koroid dan berfungsi untuk menyuplai nutrisi untuk mata. Sementara pembuluh saraf berperan untuk menghantarkan informasi yang diterima oleh mata ke otak.

Cahaya yang masuk akan difokuskan oleh lensa. Sifat lensa mata sama seperti lensa pada kamera, yaitu memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina. Lensa mata dapat berubah bentuk menjadi cekung dan cembung sesuai dengan jarak objek yang dilihat oleh mata. Perubahan ini disebut sebagai daya akomodasi. Lensa juga ditopang oleh badan silindris yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan air mata.

Bola mata ditopang oleh sklera. Sklera merupakan tempat melekatnya otot mata. Selain itu sklera juga berfungsi untuk melindungi bola mata dari kerusakan mekanis.

Ketika mata melihat suatu benda yang jaraknya dekat, otot siliaris mata akan berkontraksi sehingga lensa akan menebal (cembung) untuk menangkap cahaya yang masuk. Cahaya yang masuk kemudian difokuskan agar jatuh tepat di retina. Sebaliknya, apabila mata melihat suatu benda yang jaraknya jauh otot siliaris mata akan berelaksasi sehingga lensa akan menjadi pipih (cekung) untuk menangkap cahaya yang masuk dan difokuskan agar tepat jatuh di retina.

Apabila daya akomodasi mata menurun, maka mata akan mengalami presbiopi. Biasanya, presbiopi sering terjadi pada usia lanjut. Kelainan mata yang lazim terjadi lainnya adalah rabun dekat atau hipermetropi. Hipermetropi adalah kondisi di mana retina lebih pendek dari yang seharusnya, sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Kondisi hipermetropi dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa cembung atau lensa positif. Sebaliknya kondisi retina yang lebih panjang dari seharusnya dan menyebabkan bayangan jatuh di depan retina disebut sebagai rabun jauh atau miopi. Kondisi miopi dapat diatasi dengan menggunakan lensa cekung atau lensa negatif. Kelainan mata lainnya adalah astigmatisma, yaitu kelainan akibat bentuk lengkungan pada permukaan kornea yang tidak merata sehingga garis-garis vertikal dan horizontal tidak dapat difokuskan secara simultan. Kelainan mata astigmatisma dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa silindris.

Nah, sudah paham kan, bagaimana mata dapat melihat suatu benda serta bagian-bagian mata? Kalau masih penasaran, kamu bisa membaca penjelasan yang lebih detail mengenai bagian mata dan fungsinya yang tentunya dibahas lebih lengkap dan seru melalui video pembelajaran di aplikasi belajar online Pahamify. Yuk, download dan langganan Pahamify sekarang!

Penulis: Alivia Awin


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog