Ikuti Try Out Online UTBK Pada 10 - 12 April 2020

Kamu pernah dengar dongeng tentang Jack dan Pohon Kacang? Singkat cerita, dongeng itu bercerita tentang seorang anak kecil bernama Jack. Pada suatu hari dia mendapatkan biji kacang dari seseorang yang misterius. Karena biji tersebut dianggap tidak berguna, Jack pun membuang biji tersebut ke samping rumahnya dan alangkah terkejutnya Jack melihat biji yang dia buang seketika tumbuh hingga menjulang ke langit.

Nah, cerita tersebut jelas merupakan sebuah cerita fiktif. Kenyataannya, tidak mungkin ada tumbuhan yang bisa tumbuh tinggi hanya dalam satu malam. Dan untuk tumbuh tinggi, diperlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Berbicara tentang pohon dan tumbuhan, apakah kamu tahu kenapa tumbuhan bisa bertumbuh semakin besar dan tinggi? Itu karena sel-sel pada tumbuhan itu terus aktif untuk membelah diri.

Sel-sel ini kemudian akan berkumpul dan apabila mempunyai bentuk, fungsi dan sifat yang sama, mereka akan menjadi sebuah jaringan. Apa saja sih jaringan yang membuat tumbuhan menjadi besar dan tinggi?

Nah, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2, yaitu Jaringan Meristem dan Jaringan Permanen. Yuk kita bahas satu-persatu!

A. Jaringan Meristem

Jaringan Meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri dengan cara mitosis untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada tumbuhan.

Jaringan Meristem berdasarkan letak terbentuknya
Berdasarkan Asal Terbentuknya
Nama Deskripsi
1 Promeristem Tahap embrio dari dari perkembangan Meristem. Terdapat di ujung akar dan batang.
2 Meristem Primer Terdapat di tumbuhan dewasa dan sel-selnya masih aktif membelah. Yang bikin batang tambah tinggi dan akar tambah panjang dan menjadi jaringan Primer.
3 Meristem Sekunder Memiliki nama lain kambium. Jaringan Primer yang terdeferensiasi. Yang bikin batang dan akar tambah gede dan tebal.
Berdasarkan Letak Terbentuknya
1 Apikal Proses pemanjangan akar dan batang yang menghasilkan tunas apikal, tunas yang tumbuh di pucuk batang dan nantinya berkembang menjadi cabang samping, daun, dan bunga.
2 Interkalar Terpisah dari Meristem Apikal. Biasa terdapat di tumbuhan monokotil (suku rumput-rumputan). Contohnya adalah apabila kita memangkas rumput, rumputnya akan tumbuh kembali dikarenakan ada Meristem Interkalar.
3 Lateral Pertumbuhan sekunder pada akar dan batang sehingga menyebabkan tumbuhan semakin tinggi, besar dan tebal
Berani Pahami Lebih Lanjut?  Cerita Nonfiksi

B. Jaringan Permanen

Jaringan Permanen berdasarkan fungsi

Setelah ngebahas jaringan Meristem atau jaringan Muda, kita beralih ke versi dewasanya yang namanya Jaringan Permanen. Jaringan permanen adalah jaringan yang berasal dari jaringan meristem primer yang telah berdiferensiasi sehingga mengalami perubahan bentuk dan fungsi.

Berdasarkan fungsinya jaringan permanen kita bedakan menjadi 4, yaitu Jaringan Epidermis, Parenkim, Penyokong dan Pengangkut. Ayo kita bahas satu-satu!

i. Epidermis (Jaringan Pelindung)

Seperti halnya kulit pada manusia, Epidermis berfungsi sebagai security yang melindungi bagian dalam tumbuhan dari lingkungan luar. Sel-sel di jaringan epidermis ini bisa berkembang menjadi alat-alat tambahan lain untuk tumbuhan, loh! diantaranya adalah Stomata (mulut daun), Trikoma, Spina (duri), Bulliform (sel kipas), Sel kersik dan Velamen.

ii. Parenkim (Jaringan Dasar)

Disebut juga sebagai jaringan dasar karena jaringan parenkim menyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, dan buah.Jaringan parenkim ini dapat ditemukan pada hampir semua bagian organ tumbuhan.

iii. Penyokong (Jaringan Penguat)

Sesuai dengan namanya, jaringan penyokong ini membantu tumbuhan untuk bisa berdiri kokoh. Secara spesifik, jaringan penyokong fungsinya untuk menguatkan batang dan daun biar tegak, melindungi biji atau embrio, memperkuat jaringan parenkim dan melindungi jaringan pengangkut. Organ tumbuhan yang masih aktif pertumbuhannya disokong oleh kolenkim. Sementara jaringan yang sudah berhenti pertumbuhannya disokong oleh sklerenkim.

iv. Pengangkut (Jaringan Vaskuler)

Jaringan Permanen terakhir yang ga kalah penting selanjutnya adalah Jaringan Pengangkut. Jaringan pengangkut ini mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian tumbuhan ke bagian lain.  Berdasarkan fungsinya, jaringan pengangkut terbagi menjadi dua yaitu xilem dan floem

Seperti halnya manusia, ternyata tanaman juga punya berbagai jenis jaringan dengan struktur dan fungsi yang berbeda, ya. Ada tanaman di masa muda dengan Jaringan Meristem dan Masa Dewasa berupa Jaringan Permanen. Semuanya berfungsi sesuai tugasnya. Mulai dari sebagai pelindung atau kulit sampai ke penyebaran zat buat makanan tumbuhan tersebut.

Berani Pahami Lebih Lanjut?  Sosiologi - Perubahan Sosial

Sebenarnya ada yang harus lebih detail lagi saat membahas materi tentang jaringan tumbuhan. Kalau kamu suka dengan artikel ini dan mau memperdalam materinya, kamu bisa download aplikasi Pahamify. Disitu kamu bisa pelajarin semua materi lebih lengkap dan lebih menarik karena disajikan dengan video yang menarik dan ada juga rangkuman-rangkuman penting buatan Rockstar Teacher jempolan yang bisa bikin kamu lebih paham lagi. Buat kamu yang pengen nguji tingkat hafalan kamu, kamu bisa main sambil belajar dengan fitur flash card. Segera download aplikasinya sekarang dan rasakan sensasinya! Terima kasih dan sampai jumpa di materi lainnya.


Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tonton video belajar yang asyik, latihan soal, dan dapatkan motivasi dan tips belajar langsung dari smartphone kamu dengan aplikasi belajar online Pahamify.

© 2020 Pahamify. All rights reserved.

Home

Pembelian

Blog